Reaksi redoks terdiri dari reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen, reaksi reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen, sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen.
Sedangkan berdasarkan konsep pengikatan dan pelepasan hidrogen, reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan hidrogen dan reduksi adalah reaksi penangkapan hidrogen.
Berdasarkan perubahan bilangan oksidasi, reaksi oksidasi adalah reaksi yang terjadi karena adanya kenaikan bilangan oksidasi, sedangkan reaksi reduksi adalah reakis yang terjadi karena adanya penurunan biloks.
Dari reaksi tersebut pertama kita menentukan bilangan oksidasi dari masing-masing atom sebelum dan sesudah reaksi. Pada senyawa AgBr, bilangan oksidasi atom Br adalah -1 dalam senyawa apabila berikatan dengan logam, karena Br golongan VIIA sehingga bilangan oksidasi Ag dalam senyawa AgBr adalah +1.
Bilangan oksidasi unsur bebas adalah 0, karena Ag(s) dan Br2(g) adalah unsur bebas maka bilangan oksidasi atomnya adalah 0. Bilangan oksidasi atom Ag turun dari +1 menjadi 0, sedangkan Br naik dair -1 menjadi 0. Artinya zat AgBr mengamali dua reaksi sekaligus yaitu oksidasi dan reduksi atau kita kenal reaksi disproporsionasi (autoredoks). Reaksi disproporsionasi adalah reaksi dimana zat yang mengalami oksidasi (reduktor) dan zat yang mengalami reduksi (oksidator) itu sama.
Jadi, zat yang teroksidasi dan yang tereduksi yaitu AgBr