Jadi, zat yang berperan sebagai oksidator dan reduktor adalah NO2.
Reaktan dari reaksi tersebut adalah gas nitrogen dioksida (NO2) dan air. Produk dari reaksi adalah gas nitrogen monoksida dan asam nitrat. Rumus kimia dari air, nitrogen monoksida, dan asam nitrat berturut-turut adalah H2O, NO, HNO3. Sehingga reaksi yang terjadi adalah:
NO2+H2O→NO+HNO3
Namun, reaksi tersebut belum setara. Setelah disetarakan akan menjadi:
3NO2+H2O→NO+2HNO3
Terdapat beberapa aturan untuk menentukan bilangan oksidasi. Aturan yang berhubungan untuk menjawab soal ini di antaranya sebagai berikut:
- Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur yang membentuk senyawa=0.
- Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa proksida=-1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non-peroksida=-2.
Maka, bilangan oksidasi unsur N dalam NO2, NO, dan HNO3 adalah:
biloks NO2biloks N+2×Obiloks N+2(−2)biloks N====000+4
biloks NObiloks N+Obiloks N−2)biloks N====000+2
biloks HNO3biloks H+N+3×Obiloks N+1+3(−2)biloks N====000+5
Unsur N dalam NO2 mengalami oksidasi dan reduksi secara bersamaan sehingga reaksi ini merupakan reaksi autoredoks. Pada reaksi autoredoks, oksidator dan reduktor adalah zat yang sama yaitu NO2.
Jadi, zat yang berperan sebagai oksidator dan reduktor adalah NO2.