Roboguru

Jelaskan upaya yang dilakukan Raja Airlangga untuk mencegah terjadinya perang saudara diantara kedua putranya ....

Pertanyaan

Jelaskan upaya yang dilakukan Raja Airlangga untuk mencegah terjadinya perang saudara diantara kedua putranya ....

  1. ...

  2. ...

Pembahasan Soal:

Raja Airlangga merupakan salah satu raja dari kerajaan Kahuripan atau Mataram Kuno II yang berlokasi di Jawa Timur. Kerajaan ini mulai mengalami keruntuhan karena persaingan perebutan tahta antara kedua putra Airlangga. Calon raja yang sebenarnya, yaitu Sanggramawijaya Tunggadewi, memilih menjadi pertapa dari pada naik tahta. Oleh karena itu, pada tahun 1045, atas saran penasehat kerajaan Mpu Barada, Airlangga terpaksa membagi kerajaannya menjadi dua, yaitu bagian barat bernama Kadiri beribu kota di Daha, diserahkan kepada Sri Samarawijaya, serta bagian timur bernama Janggala beribu kota di Kahuripan, diserahkan kepada Mapanji Garasakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari konflik saudara. Meskipun demikian, konflik perebutan kekuasaan terus berlanjut yang diakhiri dengan kemenangan kerajaan Kediri.

Dengan demikian, upaya yang dilakukan Airlangga untuk mencegah perang saudara antar putranya adalah membagi kerajaan menjadi dua.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

E. Mar'Atus

Mahasiswa/Alumni Universitas Airlangga

Terakhir diupdate 30 April 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Apa saja sumber yang dapat dijadikan dasar adanya kerajaan Medang?

Pembahasan Soal:

Kerajaan Medang berdiri di Jawa Timur pada abad ke-10 dengan Ibu Kota Wantan Mas yang terletak di kawasan sungai Brantas. Sebelumnya, Kerajaan Medang berdiri di Jawa Tengah dengan nama Kerajaan Mataram. Lokasi kerajaan harus pindah ke Jawa Timur karena letusan Gunung Merapi menghancurkan Kerajaan Mataram. Ada beberapa  peninggalan Kerajaan Medang Kamulan yang tercatat oleh sejarah diantaranya:

  1. prasasti Mpu Sindok yang menceritakan kehidupan politik Kerajaan Medang Kamula di masa Mpu Sindok.
  2. prasasti Tangeran merupakan salah satu sumber sejarah yang ditemukan di wilayah Desa Tangeran, Jombang pada tahun 933 Masehi. Dalam prasasti ini membahas tentang kisah Mpu Sindok yang memerintah Kerajaan Medang Kamulan bersama dengan sang permaisuri yang bernama Sri Wardhani. 
  3. prasasti Kalkuta: Prasasti yang dibuat pada masa pemerintahan Raja Airlangga ini berisi tentang silsilah raja-raja keturunan Mpu Sindok.
  4. prasasti Anjuk Ladang: Prasasti ini berisi tentang awal dari Kerajaan Medang Kamulan.space
  5. prasasti Bangil merupakan salah satu sumber sejarah dari Kerajaan Medang yang di dalamnya berisikan tentang kisah Mpu Sindok yang mengawasi pembangunan sebuah candi sebagai tempat untuk peristirahatan dari mertuanya yaitu Rakyan Bawang.

Dengan demikian,  sumber yang dapat dijadikan dasar adanya kerajaan Medang antara lain:  Prasasti Mpu Sindok, spaceprasasti Tangeran, prasasti Kalkuta, prasasti Anjuk Ladang, prasasti Bangil.space

0

Roboguru

Berakhirnya Dinasti Isyana di Jawa Timur ditandai dengan ....

Pembahasan Soal:

Dinasti Isyana di Jawa Timur merupakan kelanjutan dari pemerintahan Dinasti Sanjaya dan Syailendra di Jawa Tengah. Setelah kerajaan Mataram Kuno I (Sanjaya dan Syailendra) mengalami kehancuran akibat bencana alam ataupun serangan kerajaan lain, sistem pemerintahan berpindah ke Jawa Timur dengan nama kerajaan Medang Kamulan (Dinasti Isyana). Kerajaan tersebut didirikan oleh Mpu Sendok. Raja terakhir dari kerajaan ini adalah Airlangga. Diakhir kepemimpinannya, beliau memilih untuk menjadi petapa dan membagi kerajaannya menjadu dua yakni Jenggala dan Panjalu. Hal ini dilakukan untuk menghindari perang saudara antar anaknya.

Dengan demikian, berakhirnya dinasti Isyana disebabkan dibaginya kerajaan Medang Kamulan menjadi dua yakni Jenggala dan Panjalu.

Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan A.

0

Roboguru

Kerajaan Medang sepeninggal Raja Airlangga terbagi menjadi ...

Pembahasan Soal:

Kerajaan Medang atau Mataram Kuno berdiri sekitar abad ke-8 M. Dalam perkembangannya, terdapat 3 wangsa yang diketahui berkuasa di kerajaan ini, yakni wangsa Sanjaya, wangsa Syailendra dan wangsa Isyana. Raja terakhir yang berkuasa di kerajaan Mataram kuno adalah raja Airlangga (1009-1042) yang berasal dari wangsa Isyana. Selama menjabat sebagai raja, Airlangga mempunyai seorang mahamantri perempuan bernama Sanggramawijaya yang merupakan anaknya sendiri. Sanggramawijaya ini dicalonkan sebagai pengganti Airlangga sebagai raja berikutnya, akan tetapi setelah tiba masanya, Sanggramawijaya menolak jabatan tersebut dan lebih memilih hidup sebagai petapa. Diketahui, selain Sanggaramawijaya, Airlangga memiliki dua orang putera yakni Garasakan (Jayengrana) dan Samarawijaya (Jayawarsa). Airlangga memperkirakan, akan terjadi perebutan kekuasaan antara kedua anaknya setelah dirinya turun dari takhta kerajaan. Sehingga, Airlangga dengan bantuan dari Mpu Bharada membagi kerajaan menjadi dua, yakni Kediri yang diserahkan kepada Garasakan (Jayengrana) dengan ibu kota di Kahuripan (Jiwana) dan Janggala yang diserahkan kepada Samarawijaya (Jayawarsa) dengan ibu kota di Kediri (Daha).

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.

0

Roboguru

Pendiri Wangsa Isyana adalah ...

Pembahasan Soal:

Setelah Kerajaan Medang atau Kerajaan Mataram Jawa Tengah hancur karena letusan Gunung Merapi, Empu Sindok memindahkan ibu kota Medang dari Mataram menuju Tamwlang. Empu Sindok tidak hanya memindahkan istana Medang, namun juga membangun dinasti baru yang bernama Wangsa Isyana. Nama wangsa ini diambil dari gelar Empu Sindok, yaitu Sri Isyana Wikramadharmottunggadewa.

Jadi, berdasarkan penjelasan di atas, jawaban yang benar adalah B.space 

0

Roboguru

Silsilah keturunan Mpu Sindok sebagai pendiri Kerajaan Medang Kamulan termuat dalam....

Pembahasan Soal:

Mpu Sindok memindahkan Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur pada abad ke X dan menjadikannya sebagai kerajaan baru yaitu Kerajaan Medang Kamulan. Kemudian, Mpu Sindok menjadi raja pertama di kerajaan baru tersebut dan memimpin dengan dibantu oleh permaisurinya, Sri Wardhani Pu Kbi. Mpu sindok pun menjadi pendiri dinasti baru bernama Dinasti Isyana dan memiliki gelar Sri Maharaja Rake Hino Sri Isyana Wikramadharmatunggadewa. Mpu Sindok dan permaisurinya mempunyai anak bernama Sri Isyanatunggawijaya. Sri Isyanatunggawijaya kemudian menikahi Lokapala. Suaminya kemudian diangkat menjadi raja. Raja selanjutnya setelah Raja Lokapala ada Raja Makutawangsawardhana yang bergelar Sri Dharmawangsa Teguh Anantawikramatunggadewa. Raja selanjutnya adalah Raja Dharmawangsa yang membawa Kerajaan Medang Kamulan menuju puncak kejayaannya. Ia berhasil menjadikan kerajaannya sebagai saingan oleh Kerajaan Sriwijaya yang telah lebih dulu ada dengan kebijakan politik luar negerinya. 
Ada beberapa sumber sejarah yang menceritakan tentang keberadaan dan kejayaan Kerajaan Medang Kamulan, di antaranya yaitu.

  1. Prasasti Tangeran yang berisi mengenai Mpu Sindok yang memerintah bersama dengan permaisurinya Sri Wardhani.
  2. Prasasti Anjukladang yang berisi mengenai tentang awal dari Kerajaan Medan Kamulan.
  3. Prasasti Calcuta yang berisi mengenai silsilah raja-raja keturunan Mpu Sindok yang dibuat pada masa pemerintahan Airlangga.


Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah D.


 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved