Roboguru

Jelaskan alasan Irian Barat masuk Indonesia !

Pertanyaan

Jelaskan alasan Irian Barat masuk Indonesia !

  1. ...

  2. ...

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1969 diselenggarakanlah Penentuan Pendapat Rakyat ( Pepera ) di Irian Barat dan hasilnya adalah bahwa rakyat Irian Barat tetap menghendaki sebagai bagian dari wilayah Republik Indonesia. Penyelesaian sengketa masalah Irian Barat anatara Indonesia dengan Belanda melalui Persetujuan New York dan dilanjutkan dengan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) merupakan cara yang adil. Dalam persoalan Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat= plebisit) menurut Persetujuan New York, pihak Belanda juga menenjukan sikapnya yang baik. Hasil dari Pepera yang memutuskan secara bulat bahwa Irian Barat tetap merupakan bagian dari Indonesia. Hasil Pepera ini membuka jalan bagi persahabatan RI-Belanda. Lebih-lebih setelah tahun 1965, hubungan RI-Belanda sangat akrab dan banyak sekali bantuan dari Belanda kepada Indonesia baik melalui IGGI (Inter Governmental Grouf for Indonesia) atau diluarnya.

Dengan demikian, Irian Barat menjadi bagian bangsa Indonesia sejak Perjanjian New York tahun 1962. Yaitu Belanda memberikan Irian Barat ke Indonesia. Kemudian dilakukan pemungutan suara dari warga Irian Barat, apakah ingin bergabung dengan Indonesia? 75% warga Irian Barat setuju.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Irian Barat resmi bergabung menjadi provinsi ke-26 Republik Indonesia pada tahun...

Pembahasan Soal:

Presiden Sukarno membentuk Komando Mandala untuk merebut Papua. Mayor Jenderal Soeharto ditunjuk jadi komandan operasi militer ini. Situasi ini membuat Belanda tertekan dan terpaksa bersedia berunding lagi dengan Indonesia. Hasilnya, pada 15 Agustus 1962, disepakati Perjanjian New York yang menyatakan bahwa Belanda akan menyerahkan kekuasaannya atas Papua kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA). Perjanjian New York mensyaratkan Indonesia melaksanakan suatu Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera). Rakyat Papua bagian barat akan memutuskan sendiri apakah bersedia menjadi bagian dari Indonesia atau tidak. Batas waktu pelaksanaan Pepera ditetapkan sampai akhir 1969 dengan PBB sebagai pengawasnya. Akhirnya, pada 1 Oktober 1962 Belanda menyerahkan otoritas administrasi Papua kepada UNTEA. Lalu, tanggal 31 Desember 1962, bendera Belanda resmi diturunkan dan digantikan dengan bendera Merah Putih sebagai tanda dimulainya kekuasaan de jure Indonesia atas tanah Papua di bawah pengawasan PBB.

Dengan demikian, Irian Barat resmi bergabung menjadi provinsi ke-26 Republik Indonesia pada tahun 1962.space

 

0

Roboguru

Pembebasan Irian Barat melalui konfrontasi ekonomi dilakukan setelah upaya diplomasi menuai kegagalan. Salah satu konfrontasi ekonomi dilakukan dengan cara ....

Pembahasan Soal:

Sejak tahun 1957 Indonesia melancarkan aksi konfrontasi dalam upaya pembebasan Irian Barat. Jalan konfrontasi yang pertama ditempuh adalah konfrontasi bidang ekonomi. Bentuk konfrontasi ekonomi dilakukan dengan tindakan-tindakan berikut: nasionalisasi de javasche Bank menjadi Bank Indonesia tahun 1951, pemerintah Indonesia melarang maskapai penerbangan Belanda (KLM) melakukan penerbangan dan pendaratan di wilayah Indonesia, pemerintah Indonesia melarang beredarnya terbitan berbahasa Belanda, emogokan buruh secara total pada perusahan-perusahaan Belanda di Indonesia yang memuncak pada tanggal 2 Desember 1957 dan semua perwakilan konsuler Belanda di Indonesia dihentikan mulai 5 Desember 1957.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah E.

0

Roboguru

Perhatikan keterangan-keterangan berikut!  Indonesia melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera).  Indonesia memutus hubungan diplomatik dengan Kerajaan Belanda pada 17 Agustus 1960.  Indones...

Pembahasan Soal:

Berbagai upaya dalam menyelesaikan pembebasan Irian Barat telah dilakukan pemerintah seperti melalui jalur diplomasi, konfrontasi politik, konfrontasi ekonomi dan militer.

Konfrontasi politik yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui cara-cara berikut ini: pembatalan hasil Konferensi Meja Bundar, pembubaran Uni Indonesia-Belanda, pembentukan Front Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB), pemutusan hubungan diplomatik Indonesia-Belanda.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Kapan waktu pelaksanaan konfrontasi militer?

Pembahasan Soal:

Konfrontasi militer adalah sebuah kebijakan pemerintah Indonesia yang mengambil sikap tegas dan bermusuhan dengan memakai kekuatan senjata terhadap Belanda yang bersikeras mempertahankan Irian Barat. Hal ini terjadi karena kegagalan diplomasi bilateral dan multilateral yang telah ditempuh. Kegagalan ini dilatar belakangi oleh: adanya keinginan Belanda untuk berkuasa atas wilayah Irian Barat, ketidakseriusan Belanda untuk mengembalikan Irian Barat ke Indonesia dalam diplomasi bilateral, upaya diplomasi melalui PBB berjalan lamban dan cenderung tidak mendapat tanggapan yang positif.
Kegagalan diplomasi dalam penyelesaian sengketa Irian Barat membuat Indonesia menempuh cara militeristik untuk mengembalikan Irian Barat ke Indonesia. Soekarno membentuk Komando Operasi Tinggi (KOTI) bagi pembebasan Irian Barat serta mengumumkan Trikora (Tri Komando Rakyat) pada 19 Desember 1961 di Yogyakarta. Isi dari Trikora adalah: gagalkan pembentukan negara boneka Papua oleh Belanda, kibarkan Merah Putih di Irian Barat, bersiap untuk mobilisasi umum demi mempertahankan kedaulatan dan kesatuan NKRI. Langkah pertama dalam pelaksanaan Trikora adalah pembentukan komando operasi yang bernama Komando Mandala Pembebasan Irian Barat.

Dengan demikian, konfrontasi militer pembebasan Irian Barat ke Indonesia terjadi pada tanggal 19 Desember 1961 yang ditandai dengan pelaksanaan Trikora oleh Soekarno.
 

0

Roboguru

Salah satu upaya diplomasi yang dilakukan oleh Soekarno dan ternyata gagal, sehingga Soekarno memutuskan untuk melakukan perang terbuka dengan Belanda. Kebijakan Soekarno ini menunjukkan ketegasan pol...

Pembahasan Soal:

Pasca proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia terus berjuang untuk menjadi sebuah negara yang berdaulat. Berbagai upaya dilakukan untuk melawan Belanda yang berusaha menguasai kembali Indonesia baik secara diplomasi atau pertempuran. beberapa pertempuran fisik yang terjadi mulai dari peristiwa 10 November, Bandung Lautan Api, pertempuran Ambarawa, dan sebagainya. Perjuangan diplomasi seperti: perjanjian Linggarjati, Renville, Roem Royen, hingga KMB. Sedangkan, Perjuangan diplomasi seperti: perjanjian Linggarjati, Renville, Roem Royen, hingga Konferensi Meja Bundar. Pasca KMB, Indonesia berhasil memperoleh kedaulatannya, Belanda mengakui wilayah Indonesia kecuali Irian Barat. Dalam rangka perjuangan pengembalian Irian Barat gtersebut Soekarno melakukan beberapa kali perundingan namun diingkari oleh Belanda. Oleh karena itu, Soekarno mengubah strategi dengan melakukan operasi Trikora. Bahkan, pertempuran yang terjadi di Laut Aru sebagai bagian dari operasi Trikora menewaskan Yos Sudarso.

Dengan demikian, kebijakan Soekarno ini menunjukkan ketegasan politik luar negeri Indonesia untuk memperjuangkan kedaulatan NKRI secara utuh, yang dapat dilihat pada upaya pengembalian Irian Barat.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved