Roboguru
SD

Berikut ini pertanyaan yang jawabannya tidak terdapat pada teks tersebut yaitu ...

Pertanyaan

Bacalah kutipan teks eksplanasi berikut ini dengan saksama untuk menjawab soal nomor 36 s.d. 38!


Tsunami

    Nama dari gelombang tsunami berasal dari bahasa Jepang yang secara harfiah bisa diartikan sebagai ombak besar di pesisir pantai. Gelombang tersebut sering terjadi di Jepang sehingga orang Jepang yang menamai pertama kali gelombang raksasa tersebut. Bencana tsunami yang melanda Aceh dan Jepang beberapa tahun belakangan ini masih menyisakan kengerian yang tidak kunjung reda karena dampak yang ditimbulkan sangatlah mengerikan. Gelombang tsunami adalah salah satu jenis bencana alam yang tidak dapat dicegah, tetapi bisa diketahui kedatangannya. Sebelum gelombang tersebut sampai di daratan, sirene tanda peringatan dini akan berbunyi sehingga seluruh masyarakat wajib untuk mencari tempat perlindungan yang aman, seperti tempat-tempat tinggi dan daerah yang jauh dari pesisir pantai.

    Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya gelombang tsunami, di antaranya adalah gempa bumi, letusan gunung berapi, longsor bawah laut, dan meteor. Namun, salah satu penyebab yang paling sering memicu terjadinya gelombang tsunami adalah gempa di bawah laut. Hampir 90% bencana tsunami disebabkan oleh gempa bumi bawah laut. Sementara itu, tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung berapi atau meteor jatuh sangat jarang terjadi. Tsunami yang disebabkan oleh letusan gunung berapi hanya akan terjadi di wilayah tertentu tempat gunung berapi aktif berada, seperti Gunung Krakatau.

    Gerakan gempa bumi bawah laut dengan gelombang vertikal akan menyebabkan dasar laut bergerak naik turun. Hal ini tentunya akan membuat air laut mengalami pergerakan seperti halnya jika kita menaruh air di dalam ember, lalu kita menggoyangkannya. Semakin kuat ember digoyang maka air di dalamnya akan bergerak semakin besar pula. Kadang-kadang gempa bumi dalam laut ini menyebabkan patahan lempeng bumi atau bahkan menyebabkan longsor bawah laut. Inilah yang membuat gelombang tsunami memiliki kekuatan yang besar dan berpotensi menjadi megatsunami atau tsunami dengan ketinggian lebih dari 200 m yang mampu menyapu daratan hingga sejauh lebih dari 5 km.

    Gelombang tsunami sebenarnya tidak terlalu tinggi jika masih berada di tengah laut, yakni tidak lebih dari 1 m. Namun, ketika gelombang ini mendekati daratan dengan kecepatan tinggi (500 - 1.000 km/jam) maka ketinggiannya akan bertambah dan kecepatannya akan semakin melambat (50 km/jam). Beberapa jenis gempa bumi bawah laut yang menyebabkan tsunami di antaranya adalah gempa bumi yang berpusat di tengah laut dangkal dengan kedalaman 0 - 30 km, gempa bumi dengan kekuatan minimal 6 skala Richter, dan gempa bumi dengan pola pergerakan naik-turun.

    Bencana tsunami sebenarnya tidak bisa atau belum bisa dicegah, tetapi telah ditemukan alat yang akan memperingatkan masyarakat ketika gelombang raksasa ini akan datang, yaitu alarm peringatan dini. Setidaknya, dengan adanya alarm ini maka masyarakat masih sempat menyelamatkan diri sehingga jatuhnya korban atas bencana ini bisa diminimalisasi. Cara kerja alat ini sangat rumit dan kompleks karena tidak hanya melibatkan satu alat, tetapi juga berbagai jenis alat, mulai dari seismograf, pencatat gempa, hingga satelit serta berbagai jenis alat komunikasi lainnya.

    Pertama, saat terjadi gempa maka getaran tersebut akan tercatat melalui seismograf. Informasi ini (kekuatan, lokasi, dan waktu kejadian) kemudian diteruskan ke server melalui satelit. Data tersebut selanjutnya akan masuk ke alat DDS untuk menghitung berbagai jenis kemungkinan yang akan menyebabkan tsunami atau tidak. Data ini juga akan diintegrasikan dengan peralatan lain, seperti GPS, BUOY, OBU, dan Tide Gauge untuk mengetahui terbentuk atau tidaknya gelombang tsunami. Bila gelombang ini benar-benar terbentuk, selanjutnya instansi terkait akan menginformasikan dalam berbagai jenis alat komunikasi dan tentunya alarm peringatan tsunami akan berbunyi.

    Gelombang tsunami ini tidak diketahui kapan akan terjadi. Jadi, seluruh masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai sudah harus jauh-jauh hari memiliki kesiapan jika sewaktu-waktu bencana ini datang. Kesiapan tersebut mulai dari pembuatan jalur evakuasi hingga menentukan titik kumpul yang aman untuk berlindung sementara waktu.

Sumber: https://gudangpelajaran.com/contoh-tekseksplanasi/, dengan pengubahanundefined 

Berikut ini pertanyaan yang jawabannya tidak terdapat pada teks tersebut yaitu ...undefined 

  1. Berapa meter tinggi gelombang tsunami jika masih berada di tengah laut?undefined 

  2. Mengapa cara kerja alarm peringatan dini sangat rumit dan kompleks?undefined 

  3. Siapakah penemu alarm peringatan dini tsunami?undefined 

  4. Bagaimana proses berbunyinya alarm peringatan tsunami?undefined 

  5. Apakah penyebab yang paling sering memicu terjadinya gelombang tsunami?undefined 

A. Acfreelance

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jawaban yang benar adalah pilihan C.undefined 

Pembahasan

Teks tersebut merupakan kutipan dari teks eksplanasi. Secara etimologi, eksplanasi berasal dari bahasa lnggris, yaitu explanation yang artinya penjelasan atau keterangan. Secara umum, teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan atau keterangan tentang suatu hal yang berhubungan dengan berbagai fenomena, baik fenomena alam maupun sosial yang terjadi di kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan yang jawabannya tidak terdapat pada teks tersebut yaitu:

Siapakah penemu alarm peringatan dini tsunami?

Karena teks tersebut hanya memiliki fokus tentang fungsi dan cara kerja alarm peringatan dini tsunami.

Berdasarkan kutipan berikut:

...telah ditemukan alat yang akan memperingatkan masyarakat ketika gelombang raksasa ini akan datang, yaitu alarm peringatan dini. Setidaknya, dengan adanya alarm ini maka masyarakat masih sempat menyelamatkan diri sehingga jatuhnya korban atas bencana ini bisa diminimalisasi. Cara kerja alat ini sangat rumit dan kompleks...

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah pilihan C.undefined 

56

0.0 (0 rating)

Pertanyaan serupa

Fenomena Cyber Bullying Cyber bullying adalah tindakan intimidasi, pelecehan, atau perlakuan kasar verbal secara terus menerus yang dilakukan di dunia maya (internet). Cyber bullying dilakukan kepada...

1rb+

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2022 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia