Iklan

Pertanyaan

Apakah reaksi berikut merupakan reaksi oksidasi, reaksi reduksi, reaksi reduksi-oksidasi, autoredoks atau bukan reaksi reduksi-oksidasi? HCl + NaOH → NaCl + H 2 ​ O

Apakah reaksi berikut merupakan reaksi oksidasi, reaksi reduksi, reaksi reduksi-oksidasi, autoredoks atau bukan reaksi reduksi-oksidasi?

 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

10

:

15

:

18

Klaim

Iklan

S. Lubis

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jawaban yang benaradalah bukan reaksi reduksi-oksidasi.

jawaban yang benar adalah bukan reaksi reduksi-oksidasi.

Pembahasan

Pembahasan
lock

Reaksi redoks merupakan reaksi yang berlangsung secara bersamaan antara reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Kenaikan atau penurunan bilangan oksidasi digunakan sebagai dasar untuk menentukan jenis reaksi reduksi atau oksidasi. Apabila dalam suatu reaksi reduksi-oksidasi, unsur yang sama mengalami reduksi dan oksidasi, maka reaksi tersebut disebut reaksi autoredoks. Apabila suatu reaksi ditandai dengan adanya penurunan bilangan oksidasi, reaksi tersebut dinamakan reaksi reduksi. Sedangkan apabila suatu reaksi ditandai dengan adanya kenaikan bilangan oksidasi,reaksi tersebut dinamakan reaksi oksidasi. Adapun aturan penentuan biloks yang digunakan adalah Biloka atom H pada senyawa umumnya +1 kecuali pada senyawa hidrida memiliki biloks -1 Biloks atom O pada senyawa peroksida yaitu -1 dan pada senyawa nonperoksida yaitu -2 Biloks unsur golongan IA, IIA, IIIA sesuai dengan golongannya Jumlah biloks senyawa tidak bermuatan yaitu 0 Berdasarkanbilangan oksidasi unsurdiatas diketahui tidak terjadinya kenaikan maupun penurunan biloks, artinya tidak terjadi reaksi reduksi dan oksidasi. Jadi, jawaban yang benaradalah bukan reaksi reduksi-oksidasi.

Reaksi redoks merupakan reaksi yang berlangsung secara bersamaan antara reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Kenaikan atau penurunan bilangan oksidasi digunakan sebagai dasar untuk menentukan jenis reaksi reduksi atau oksidasi. Apabila dalam suatu reaksi reduksi-oksidasi, unsur yang sama mengalami reduksi dan oksidasi, maka reaksi tersebut disebut reaksi autoredoks. Apabila suatu reaksi ditandai dengan adanya penurunan bilangan oksidasi, reaksi tersebut dinamakan reaksi reduksi. Sedangkan apabila suatu reaksi ditandai dengan adanya kenaikan bilangan oksidasi, reaksi tersebut dinamakan reaksi oksidasi. Adapun aturan penentuan biloks yang digunakan adalah

  1. Biloka atom H pada senyawa umumnya +1 kecuali pada senyawa hidrida memiliki biloks -1
  2. Biloks atom O pada senyawa peroksida yaitu -1 dan pada senyawa nonperoksida yaitu -2
  3. Biloks unsur golongan IA, IIA, IIIA sesuai dengan golongannya
  4. Jumlah biloks senyawa tidak bermuatan yaitu 0

begin mathsize 14px style H with plus 1 below Cl with negative sign 1 below space plus space Na with plus 1 below O with negative sign 2 below H with plus 1 below space rightwards arrow space Na with plus 1 below Cl with negative sign 1 below space plus space stack H subscript 2 with plus 1 below O with negative sign 2 below end style

Berdasarkan bilangan oksidasi unsur diatas diketahui tidak terjadinya kenaikan maupun penurunan biloks, artinya tidak terjadi reaksi reduksi dan oksidasi.

Jadi, jawaban yang benar adalah bukan reaksi reduksi-oksidasi.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Tentukan apakah reaksi-reaksi berikut termasuk redoks atau bukan! K 2 ​ CrO 4 ​ + H 2 ​ SO 4 ​ → K 2 ​ Cr 2 ​ O 7 ​ + K 2 ​ SO 4 ​ + H 2 ​ O

1

4.3

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia