Anonim A

Ditanya 16 jam yang lalu

Iklan

Anonim A

Ditanya 16 jam yang lalu

Pertanyaan

Reaksi: C(s)+ H₂O(g)→CO(g)+H₂(g) Data: 1. Hukum Hess. COCO, Delta*H = - 394kJ CO+1/2O, CO JH = - 283kJ H₂+1/2O, H₂O(g) Delta*H = - 242kJ 2. ΔΗΓ CO-111 kJ/mol H₂O(g)-242 kJ/mol 3. Energi ikat C = O = 1072 H - H = 436 O - H = 463 Pertanyaan: Tentukan perubahan entalpi (AH) reaksi tersebut dengan: 1. Hukum Hess 2. Data entalpi pembentukan 3. Energi ikat rata-rata Diketahui Penyelesaian Tahap1 1 = c + Q -> alpha_{0} Delta*H = - 394kJ Tahap->CO+TH+6₂ Delta*H = 283kJ Tahap 3=H2O -> H2 + N AH=1242 KJ C + H2O-CO+H₂ ΔΗΔΗ, Η ΔΗ₂ +ΔΗ₃ =+ 131 ks = - 394 + 283 + 242 Ο ΔΗ: ΣΔΗΓΟ ΚΑΛΑΛ - ΣΔΗ" kiri [IAHI CO + 1 AHP HE] - [I DHF° C + 1 AHP H20] = [1(- 111) + 1(0)] - [1(0) + 1(- 242)] = -111-(-242) = -111 +242 = 131 kJ/mol tolong bantu yang soal energi ikat rata-rata

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

09

:

48

:

31

Klaim

0

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Anindya

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Dijawab 8 jam yang lalu

Jawaban terverifikasi

[] -582 kJ/mol [] Untuk metode energi ikat rata-rata digunakan prinsip bahwa perubahan entalpi reaksi kira-kira sama dengan energi yang diperlukan untuk memutus ikatan pada pereaksi dikurangi energi yang dilepas saat membentuk ikatan pada produk, yaitu ΔH ≈ Σ(energi ikatan yang diputus) − Σ(energi ikatan yang terbentuk); pada reaksi C(s) + H₂O(g) → CO(g) + H₂(g), atom C(s) tidak memiliki ikatan yang perlu diputus sehingga hanya molekul H₂O yang menyumbang ikatan yang diputus, yaitu dua ikatan O–H, sedangkan pada sisi produk terbentuk satu ikatan rangkap tiga C≡O dalam molekul CO dan satu ikatan H–H dalam molekul H₂; dengan memasukkan energi ikat rata-rata yang diberikan (O–H = 463 kJ/mol, H–H = 436 kJ/mol, C≡O = 1072 kJ/mol) diperoleh hasil ΔH ≈ -582 kJ/mol yang relatif berbeda jauh dari nilai berdasarkan Hukum Hess (+131 kJ) karena energi ikat rata-rata merupakan nilai pendekatan (rata‑rata berbagai senyawa) dan tidak secara tepat menggambarkan perubahan dari karbon padat (C(s)) menjadi CO(g), sehingga metode energi ikat memang hanya memberikan estimasi kasar, bukan nilai eksak seperti metode entalpi pembentukan atau Hukum Hess. Penjelasan perhitungan matematis: Ditentukan dulu ikatan yang diputus pada pereaksi: dalam H₂O(g) terdapat dua ikatan O–H, sehingga energi total untuk memutusnya adalah 2 × 463 kJ/mol = 926 kJ/mol, sedangkan C(s) dianggap tidak menyumbang energi ikat karena berada dalam bentuk padat unsur. Pada produk terbentuk satu ikatan C≡O dalam CO dan satu ikatan H–H dalam H₂, sehingga energi total ikatan yang terbentuk adalah 1072 kJ/mol + 436 kJ/mol = 1508 kJ/mol. Dengan menggunakan rumus ΔH ≈ Σ(energi ikatan yang diputus) − Σ(energi ikatan yang terbentuk), diperoleh ΔH ≈ 926 kJ/mol − 1508 kJ/mol = -582 kJ/mol, tanda negatif menunjukkan bahwa secara pendekatan reaksi ini bersifat eksoterm jika hanya dilihat dari data energi ikat rata-rata yang diberikan.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Indonesia terus melakukan upaya pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), salah satunya meluncurkan program bioetanol tebu untuk ketahanan energi. Bahan bakar E10 dapat mengurangi emisi CO 2 yang mengandung etanol dan oktana dibakar, seperti pada reaksi berikut C 2 H 5 OH + O 2 → CO 2 + H 2 O C 8 H 18 + O 2 → CO 2 + H 2 O Jika 1 gram etanol dan 9 gram oktana di bakar, massa CO 2 yang dihasilkan diukur pada suhu 25 0 C, 1 atm adalah

2

0.0

Jawaban terverifikasi