Muhammad N

22 Januari 2024 12:32

Iklan

Muhammad N

22 Januari 2024 12:32

Pertanyaan

Perusahaan mebel PT Jaya Abadi selalu menjual barang dagangnya secara kredit dengan terms 2/10, n/60 kepada semua konsumennya. Untuk pencatatan transaksinya, PT Jaya Abadi menaggunakan sistem persediaan perpetual. PT Jaya Abadi selalu menentukan harga jualnya sebesar 150% dari harga perolehan. Berikut ini adalah transaksi yang terjadi selama bulan Juli 2021. 1. Membeli persediaan mebel sebanyak Rp100.000.000 5. Perusahaan membayar ongkos angkut pembelian sebesar Rp100.000 7. Perusahaan menjual mebel kepada Jono senilai Rp30.000.000 secara kredit 9. Perusahaan mengembalikan mebel yang rusak yang dibeli pada tanggal 1 Juli sebesar Rp20.000.000 10. Perusahaan membayar ongkos angkut penjualan mebel kepada Jono senilai Rp50.000 12. Perusahaan menjual mebel kepada Aska dengan nilai penjualan senilai Rp22.500.000 15. Perusahaan menerima pembayaran hutang dari Jono 17. Perusahaan melunasi utang dagang atas transaksi tanggal 1 Juli 2021 19. Perusahaan menerima pembayaran dari Aska atas transaksi tanggal 12 Juli 2021 25. Perusahaan menjual mebel kepada Rizki senilai Rp60.000.000 Diminta: Buatlah Jurnal hingga Buku Besar pembantu atau transaksi tersebut!

Perusahaan mebel PT Jaya Abadi selalu menjual barang dagangnya secara kredit dengan terms 2/10, n/60 kepada semua konsumennya. Untuk pencatatan transaksinya, PT Jaya Abadi menaggunakan sistem persediaan perpetual. PT Jaya Abadi selalu menentukan harga jualnya sebesar 150% dari harga perolehan. Berikut ini adalah transaksi yang terjadi selama bulan Juli 2021.

1.      Membeli persediaan mebel sebanyak Rp100.000.000

5.      Perusahaan membayar ongkos angkut pembelian sebesar Rp100.000

7.      Perusahaan menjual mebel kepada Jono senilai Rp30.000.000 secara kredit

9.      Perusahaan mengembalikan mebel yang rusak yang dibeli pada tanggal 1 Juli sebesar Rp20.000.000

10.  Perusahaan membayar ongkos angkut penjualan mebel kepada Jono senilai Rp50.000

12.  Perusahaan menjual mebel kepada Aska dengan nilai penjualan senilai Rp22.500.000

15.  Perusahaan menerima pembayaran hutang dari Jono

17.  Perusahaan melunasi utang dagang atas transaksi tanggal 1 Juli 2021

19.  Perusahaan menerima pembayaran dari Aska atas transaksi tanggal 12 Juli 2021

25.  Perusahaan menjual mebel kepada Rizki senilai Rp60.000.000

 

Diminta:

Buatlah Jurnal hingga Buku Besar pembantu atau transaksi tersebut!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

21

:

30

:

07

Klaim

1

1


Iklan

Nanda R

Community

03 Agustus 2024 02:49

<p>Untuk membuat jurnal hingga buku besar pembantu, kita akan mengikuti urutan transaksi yang telah diberikan. PT Jaya Abadi menggunakan sistem persediaan perpetual dan menjual barang dagangan secara kredit dengan terms 2/10, n/60, serta menentukan harga jualnya sebesar 150% dari harga perolehan.</p><p>### Jurnal untuk Transaksi di Bulan Juli 2021</p><p>1. **1 Juli: Membeli persediaan mebel sebanyak Rp100.000.000**</p><p>```<br>Debit: Persediaan Barang Dagang &nbsp; &nbsp; Rp100.000.000<br>Kredit: Utang Dagang &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp100.000.000<br>```</p><p>2. **5 Juli: Perusahaan membayar ongkos angkut pembelian sebesar Rp100.000**</p><p>```<br>Debit: Persediaan Barang Dagang &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rp100.000<br>Kredit: Kas &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp100.000<br>```</p><p>3. **7 Juli: Perusahaan menjual mebel kepada Jono senilai Rp30.000.000 secara kredit**</p><p>Harga perolehan mebel = \( \frac{30.000.000}{1.5} = Rp20.000.000 \)</p><p>```<br>Debit: Piutang Usaha &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rp30.000.000<br>Kredit: Penjualan &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp30.000.000</p><p>Debit: Harga Pokok Penjualan &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rp20.000.000<br>Kredit: Persediaan Barang Dagang &nbsp; &nbsp; Rp20.000.000<br>```</p><p>4. **9 Juli: Perusahaan mengembalikan mebel yang rusak yang dibeli pada tanggal 1 Juli sebesar Rp20.000.000**</p><p>```<br>Debit: Utang Dagang &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp20.000.000<br>Kredit: Persediaan Barang Dagang &nbsp; &nbsp; Rp20.000.000<br>```</p><p>5. **10 Juli: Perusahaan membayar ongkos angkut penjualan mebel kepada Jono senilai Rp50.000**</p><p>```<br>Debit: Be-ban Pengiriman Barang &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rp50.000<br>Kredit: Kas &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp50.000<br>```</p><p>6. **12 Juli: Perusahaan menjual mebel kepada Aska dengan nilai penjualan senilai Rp22.500.000**</p><p>Harga perolehan mebel = \( \frac{22.500.000}{1.5} = Rp15.000.000 \)</p><p>```<br>Debit: Piutang Usaha &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rp22.500.000<br>Kredit: Penjualan &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp22.500.000</p><p>Debit: Harga Pokok Penjualan &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rp15.000.000<br>Kredit: Persediaan Barang Dagang &nbsp; &nbsp; Rp15.000.000<br>```</p><p>7. **15 Juli: Perusahaan menerima pembayaran hutang dari Jono**</p><p>Jono membayar dalam 10 hari, sehingga mendapatkan diskon 2%. Nilai diskon = \( 2\% \times Rp30.000.000 = Rp600.000 \)</p><p>```<br>Debit: Kas &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rp29.400.000<br>Debit: Potongan Penjualan &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp600.000<br>Kredit: Piutang Usaha &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp30.000.000<br>```</p><p>8. **17 Juli: Perusahaan melunasi utang dagang atas transaksi tanggal 1 Juli 2021**</p><p>PT Jaya Abadi membayar dalam 17 hari, sehingga mendapatkan diskon 2%. Nilai diskon = \( 2\% \times Rp80.000.000 = Rp1.600.000 \) (dikurangi pengembalian sebesar Rp20.000.000)</p><p>```<br>Debit: Utang Dagang &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp80.000.000<br>Kredit: Persediaan Barang Dagang &nbsp; &nbsp; Rp1.600.000<br>Kredit: Kas &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp78.400.000<br>```</p><p>9. **19 Juli: Perusahaan menerima pembayaran dari Aska atas transaksi tanggal 12 Juli 2021**</p><p>Aska membayar dalam 10 hari, sehingga mendapatkan diskon 2%. Nilai diskon = \( 2\% \times Rp22.500.000 = Rp450.000 \)</p><p>```<br>Debit: Kas &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rp22.050.000<br>Debit: Potongan Penjualan &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp450.000<br>Kredit: Piutang Usaha &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp22.500.000<br>```</p><p>10. **25 Juli: Perusahaan menjual mebel kepada Rizki senilai Rp60.000.000**</p><p>Harga perolehan mebel = \( \frac{60.000.000}{1.5} = Rp40.000.000 \)</p><p>```<br>Debit: Piutang Usaha &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rp60.000.000<br>Kredit: Penjualan &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Rp60.000.000</p><p>Debit: Harga Pokok Penjualan &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Rp40.000.000<br>Kredit: Persediaan Barang Dagang &nbsp; &nbsp; Rp40.000.000<br>```</p><p>### Buku Besar Pembantu</p><p>**Buku Besar Pembantu Piutang Usaha:**</p><p>**Jono:**</p><p>| Tanggal | Keterangan &nbsp; &nbsp; | Debit &nbsp; &nbsp; &nbsp; | Kredit &nbsp; &nbsp;| Saldo &nbsp; &nbsp; |<br>|---------|----------------|-------------|-----------|-----------|<br>| 07 Juli | Penjualan &nbsp; &nbsp; &nbsp;| Rp30.000.000| &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; | Rp30.000.000|<br>| 15 Juli | Pelunasan Piutang | &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; | Rp30.000.000| &nbsp;Rp0 &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; |</p><p>**Aska:**</p><p>| Tanggal | Keterangan &nbsp; &nbsp; | Debit &nbsp; &nbsp; &nbsp; | Kredit &nbsp; &nbsp;| Saldo &nbsp; &nbsp; |<br>|---------|----------------|-------------|-----------|-----------|<br>| 12 Juli | Penjualan &nbsp; &nbsp; &nbsp;| Rp22.500.000| &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; | Rp22.500.000|<br>| 19 Juli | Pelunasan Piutang | &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; | Rp22.500.000| &nbsp;Rp0 &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; |</p><p>**Rizki:**</p><p>| Tanggal | Keterangan &nbsp; &nbsp; | Debit &nbsp; &nbsp; &nbsp; | Kredit &nbsp; &nbsp;| Saldo &nbsp; &nbsp; |<br>|---------|----------------|-------------|-----------|-----------|<br>| 25 Juli | Penjualan &nbsp; &nbsp; &nbsp;| Rp60.000.000| &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; | Rp60.000.000|</p><p>**Buku Besar Pembantu Utang Dagang:**</p><p>**Pembelian:**</p><p>| Tanggal | Keterangan &nbsp; &nbsp; | Debit &nbsp; &nbsp; &nbsp; | Kredit &nbsp; &nbsp;| Saldo &nbsp; &nbsp; |<br>|---------|----------------|-------------|-----------|-----------|<br>| 01 Juli | Pembelian &nbsp; &nbsp; &nbsp;| &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; | Rp100.000.000| Rp100.000.000|<br>| 09 Juli | Retur Pembelian| Rp20.000.000| &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; | Rp80.000.000|<br>| 17 Juli | Pelunasan Utang| Rp80.000.000| &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; | Rp0 &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;|</p><p>Dengan jurnal dan buku besar pembantu ini, PT Jaya Abadi dapat memantau dan mencatat transaksi secara akurat, memastikan laporan keuangan yang lebih andal dan transparan.</p>

Untuk membuat jurnal hingga buku besar pembantu, kita akan mengikuti urutan transaksi yang telah diberikan. PT Jaya Abadi menggunakan sistem persediaan perpetual dan menjual barang dagangan secara kredit dengan terms 2/10, n/60, serta menentukan harga jualnya sebesar 150% dari harga perolehan.

### Jurnal untuk Transaksi di Bulan Juli 2021

1. **1 Juli: Membeli persediaan mebel sebanyak Rp100.000.000**

```
Debit: Persediaan Barang Dagang     Rp100.000.000
Kredit: Utang Dagang                Rp100.000.000
```

2. **5 Juli: Perusahaan membayar ongkos angkut pembelian sebesar Rp100.000**

```
Debit: Persediaan Barang Dagang       Rp100.000
Kredit: Kas                            Rp100.000
```

3. **7 Juli: Perusahaan menjual mebel kepada Jono senilai Rp30.000.000 secara kredit**

Harga perolehan mebel = \( \frac{30.000.000}{1.5} = Rp20.000.000 \)

```
Debit: Piutang Usaha                 Rp30.000.000
Kredit: Penjualan                    Rp30.000.000

Debit: Harga Pokok Penjualan         Rp20.000.000
Kredit: Persediaan Barang Dagang     Rp20.000.000
```

4. **9 Juli: Perusahaan mengembalikan mebel yang rusak yang dibeli pada tanggal 1 Juli sebesar Rp20.000.000**

```
Debit: Utang Dagang                  Rp20.000.000
Kredit: Persediaan Barang Dagang     Rp20.000.000
```

5. **10 Juli: Perusahaan membayar ongkos angkut penjualan mebel kepada Jono senilai Rp50.000**

```
Debit: Be-ban Pengiriman Barang       Rp50.000
Kredit: Kas                          Rp50.000
```

6. **12 Juli: Perusahaan menjual mebel kepada Aska dengan nilai penjualan senilai Rp22.500.000**

Harga perolehan mebel = \( \frac{22.500.000}{1.5} = Rp15.000.000 \)

```
Debit: Piutang Usaha                 Rp22.500.000
Kredit: Penjualan                    Rp22.500.000

Debit: Harga Pokok Penjualan         Rp15.000.000
Kredit: Persediaan Barang Dagang     Rp15.000.000
```

7. **15 Juli: Perusahaan menerima pembayaran hutang dari Jono**

Jono membayar dalam 10 hari, sehingga mendapatkan diskon 2%. Nilai diskon = \( 2\% \times Rp30.000.000 = Rp600.000 \)

```
Debit: Kas                           Rp29.400.000
Debit: Potongan Penjualan            Rp600.000
Kredit: Piutang Usaha                Rp30.000.000
```

8. **17 Juli: Perusahaan melunasi utang dagang atas transaksi tanggal 1 Juli 2021**

PT Jaya Abadi membayar dalam 17 hari, sehingga mendapatkan diskon 2%. Nilai diskon = \( 2\% \times Rp80.000.000 = Rp1.600.000 \) (dikurangi pengembalian sebesar Rp20.000.000)

```
Debit: Utang Dagang                  Rp80.000.000
Kredit: Persediaan Barang Dagang     Rp1.600.000
Kredit: Kas                          Rp78.400.000
```

9. **19 Juli: Perusahaan menerima pembayaran dari Aska atas transaksi tanggal 12 Juli 2021**

Aska membayar dalam 10 hari, sehingga mendapatkan diskon 2%. Nilai diskon = \( 2\% \times Rp22.500.000 = Rp450.000 \)

```
Debit: Kas                           Rp22.050.000
Debit: Potongan Penjualan            Rp450.000
Kredit: Piutang Usaha                Rp22.500.000
```

10. **25 Juli: Perusahaan menjual mebel kepada Rizki senilai Rp60.000.000**

Harga perolehan mebel = \( \frac{60.000.000}{1.5} = Rp40.000.000 \)

```
Debit: Piutang Usaha                 Rp60.000.000
Kredit: Penjualan                    Rp60.000.000

Debit: Harga Pokok Penjualan         Rp40.000.000
Kredit: Persediaan Barang Dagang     Rp40.000.000
```

### Buku Besar Pembantu

**Buku Besar Pembantu Piutang Usaha:**

**Jono:**

| Tanggal | Keterangan     | Debit       | Kredit    | Saldo     |
|---------|----------------|-------------|-----------|-----------|
| 07 Juli | Penjualan      | Rp30.000.000|           | Rp30.000.000|
| 15 Juli | Pelunasan Piutang |           | Rp30.000.000|  Rp0         |

**Aska:**

| Tanggal | Keterangan     | Debit       | Kredit    | Saldo     |
|---------|----------------|-------------|-----------|-----------|
| 12 Juli | Penjualan      | Rp22.500.000|           | Rp22.500.000|
| 19 Juli | Pelunasan Piutang |           | Rp22.500.000|  Rp0         |

**Rizki:**

| Tanggal | Keterangan     | Debit       | Kredit    | Saldo     |
|---------|----------------|-------------|-----------|-----------|
| 25 Juli | Penjualan      | Rp60.000.000|           | Rp60.000.000|

**Buku Besar Pembantu Utang Dagang:**

**Pembelian:**

| Tanggal | Keterangan     | Debit       | Kredit    | Saldo     |
|---------|----------------|-------------|-----------|-----------|
| 01 Juli | Pembelian      |             | Rp100.000.000| Rp100.000.000|
| 09 Juli | Retur Pembelian| Rp20.000.000|           | Rp80.000.000|
| 17 Juli | Pelunasan Utang| Rp80.000.000|           | Rp0          |

Dengan jurnal dan buku besar pembantu ini, PT Jaya Abadi dapat memantau dan mencatat transaksi secara akurat, memastikan laporan keuangan yang lebih andal dan transparan.


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

15

0.0

Jawaban terverifikasi