Pengguna yang berlangganan akan mendapatkan jawaban yang terverifikasi lebih cepat, lho
15 April 2026 11:03
Iklan
VA
Vica A
Pengguna yang berlangganan akan mendapatkan jawaban yang terverifikasi lebih cepat, lho
15 April 2026 11:03
Pertanyaan
Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter ....
a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio
b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio
c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio
d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio
e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto
Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka ....
a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas
b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas
c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas
d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas
e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal
Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara ....
a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx)
b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx
c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx
d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx
e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx
Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah ....
a. Mengatur jumlah pemberian kredit
b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang
c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio)
d. Mengatur tingkat bunga tabungan
e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum
Perhatikan beberapa pernyataan berikut.
1). Menaikkan tarif pajak.
2). Diversifikasi pajak.
3). Menaikkan suku bunga.
4). Politik pasar terbuka.
5). Mengadakan diskriminasi harga.
Yang termasuk kebijakan fiskal adalah ....
a. 1) dan 2)
b. 2) dan 3)
c. 3) dan 4)
d. 3) dan 5)
e. 4) dan 5)
Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah ....
a. Menaikkan suku bunga bank
b. Membeli surat berharga
c. Memberikan subsidi kepada masyarakat
d. Membatasi pengeluaran negara
e. Menaikkan pajak penghasilan
Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah ....
a. Output bertambah, suku bunga tetap
b. Output bertambah, suku bunga turun
c. Output bertambah, suku bunga naik
d. Output turun, suku bunga naik
e. Output turun, suku bunga turun
Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah ....
a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy)
b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation)
c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy
d. Fasilitas diskonto (Discount Rate)
e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output
Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan.
Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah ....
a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang
b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat
c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal
d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan
e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman
Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal.
Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah ....
a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya
b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal
c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai
d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi
e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri
Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara ....
a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah
b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah
c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah
d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah
e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum
Perhatikan pernyataan berikut.
1). Politik diskonto
2). Menaikkan pajak
3). Politik pasar terbuka
4). Menaikkan cash ratio
5). Meningkatkan impor
6). Meningkatkan pinjaman
Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah ....
a. 1), 2), dan 3)
b. 1), 3), dan 4)
c. 2), 4), dan 5)
d. 3), 4), dan 5)
e. 4), 5), dan 6)
Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah ....
a. Ekonomi mengalami deflasi
b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya
c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran
d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran
e. Ekonomi mengalami inflasi
Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar ....
a. Rp10,2 triliun
b. Rp12 triliun
c. Rp50 triliun
d. Rp102 triliun
e. Rp500 triliun
Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah ....
a. 50 juta
b. 500 juta
c. 1.000 juta
d. 5.000 juta
e. 50.000 juta
Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar ....
a. 5
b. 10
c. 15
d. 20
e. 25
Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka ....
a. Multiplier naik menjadi 10 kali
b. Multiplier turun menjadi 10 kali
c. Multiplier tetap
d. Multiplier naik menjadi 50 kali
e. Multiplier turun menjadi 5 kali
Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar ....
a. Rp1 Triliun
b. Rp2 Triliun
c. Rp3 Triliun
d. Rp4 Triliun
e. Rp5 Triliun
Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar ....
a. Rp15.000.000,-
b. Rp75.000.000,-
c. Rp175.000.000,-
d. Rp500.000.000,-
e. Rp675.000.000,-
Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy).
Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah ....
a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan
b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang
c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar
d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang
e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah
Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai ....
a. 0,5%
b. 1,0%
c. 1,5%
d. 2,0%
e. 2,5%
Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar ....
a. Rp3 Triliun
b. Rp4 Triliun
c. Rp5 Triliun
d. Rp6 Triliun
e. Rp8 Triliun
Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali ....
a. Operasi pasar terbuka
b. Menetapkan giro wajib minimum
c. Menjual saham
d. Kebijakan tingkat diskonto
e. Pengawasan kredit secara selektif
Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat?
a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun
b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik
c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap
d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik
e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun
Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar ....
a. Rp15.000.000,-
b. Rp75.000.000,-
c. Rp175.000.000,-
d. Rp500.000.000,-
e. Rp675.000.000,-
[]
1 c
2 e
3 b
4 e
5 a
6 b
7 c
8 e
9 d
10 c
11 a
12 b
13 c
14 e
15 d
16 d
17 b
18 d
19 b
20 b
21 d
22 d
23 c
24 b
25 b
[]
(1) Inflasi dikendalikan dengan kebijakan moneter kontraktif; menaikkan reserve requirement ratio (GWM) mengurangi kemampuan bank menyalurkan kredit dan menurunkan jumlah uang beredar, sehingga jawaban c. (2) Kebijakan moneter ekspansif berarti menambah jumlah uang beredar; dalam model uang modern penawaran uang digambarkan vertikal dan jika bertambah bergeser ke kanan, menurunkan suku bunga, sehingga e. (3) Fiskal kontraktif dilakukan dengan menurunkan G, mengurangi transfer (Tr), dan menaikkan pajak (Tx), sehingga b. (4) Politik diskonto adalah pengaturan tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum, jadi e. (5) Kebijakan fiskal menyangkut pajak dan belanja; menaikkan tarif pajak dan diversifikasi pajak adalah fiskal, sehingga a. (6) Investasi lesu dan daya beli lemah butuh rangsangan moneter ekspansif; membeli surat berharga menambah cadangan bank dan mendorong kredit, sehingga b. (7) Fiskal ekspansif menggeser IS ke kanan; bila moneter tidak ikut ekspansif (LM tetap), output naik dan suku bunga naik (crowding out), sehingga c. (8) Meningkatkan jumlah barang di pasar output bukan instrumen moneter tetapi berkaitan dengan sektor riil, jadi e. (9) Pelemahan rupiah diatasi dengan kebijakan moneter kontraktif: menginstruksikan bank umum menambah cadangan mengurangi kredit dan menahan permintaan valas, sehingga d. (10) Kenaikan harga kedelai impor diatasi dengan menambah pasokan domestik; subsidi kepada petani kedelai menurunkan biaya produksi dan menambah penawaran, jadi c. (11) Operasi pasar terbuka adalah membeli dan menjual surat berharga pemerintah untuk mengatur uang beredar, sehingga a. (12) Kebijakan moneter meliputi politik diskonto, operasi pasar terbuka, dan cash ratio (GWM), sehingga yang benar 1), 3), dan 4) = b. (13) Kondisi tanpa perlu kebijakan stabilisasi adalah saat tidak terjadi inflasi dan pengangguran berada di bawah (atau sekitar) tingkat target, yaitu c.
(14) Tambahan cadangan Rp10 triliun dengan GWM 2% berarti multiplier deposit = 1/0,02 = 50; jumlah uang beredar maksimum bertambah 10 × 50 = Rp500 triliun, jadi e. (15) Tambahan setoran Rp500 juta dengan GWM 10% memberikan multiplier 1/0,1 = 10; total penciptaan uang 500 juta × 10 = 5.000 juta, sehingga d. (16) Jika GWM 5%, multiplier deposit = 1/0,05 = 20, maka d. (17) Saat GWM naik dari 5% ke 10%, multiplier turun dari 1/0,05 = 20 menjadi 1/0,1 = 10; jadi multiplier turun menjadi 10 kali, b. (18) Hubungan defisit nominal (DN), defisit riil (DR), inflasi (π), dan utang (B) adalah DN = DR + πB; selisih DN − DR = 400 − 100 = 300 miliar = 0,075B, sehingga B = 300 / 0,075 = 4.000 miliar = Rp4 triliun, d. (19) Simpanan 100 juta, cadangan 35 juta, GWM 20% → cadangan wajib 0,2 × 100 = 20 juta, cadangan lebih 35 − 20 = 15 juta; multiplier 1/0,2 = 5; tambahan maksimum penawaran uang 15 × 5 = 75 juta, b. (20) Kebijakan menaikkan cash ratio mengurangi kemampuan kredit bank, mengurangi jumlah uang beredar dan menurunkan tekanan harga, sehingga b. (21) Dengan DN = 400 T, DR = 360 T, B = 2.000 T, berlaku DN − DR = πB → 40 = π × 2.000 → π = 40/2.000 = 0,02 = 2%, sehingga d. (22) Untuk DR = 200 miliar, DN = 800 miliar, inflasi π = 10%: 800 − 200 = 0,1B → 600 = 0,1B → B = 6.000 miliar = Rp6 triliun, d. (23) Bank sentral tidak menjalankan fungsi menjual saham; operasi pasar terbuka, penetapan GWM, diskonto, dan pengawasan kredit selektif adalah instrumennya, sehingga c. (24) Inflasi turun dari 10% ke 7% berarti harga-harga masih naik tetapi dengan laju yang lebih rendah; jadi tingkat inflasi turun sementara tingkat harga tetap naik, sehingga b. (25) Soal 25 identik dengan 19: cadangan lebih 15 juta dan multiplier 5 memberi tambahan penawaran uang maksimum 75 juta, sehingga b.
· 0.0 (0)
Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
Iklan
Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!