Resi R

27 Agustus 2024 05:47

Iklan

Resi R

27 Agustus 2024 05:47

Pertanyaan

nilai dasar instrumental dan nilai praksis dari sila pertama sampai ke 5

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

21

:

57

:

23

Klaim

7

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Olivia C

27 Agustus 2024 07:46

Jawaban terverifikasi

<p>Hai kak, semoga jawabannya bisa membantu ya...<br><br>Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki tiga tingkatan nilai: nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis. Pemahaman tentang ketiga tingkatan ini penting untuk memahami esensi dan penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah uraian mengenai nilai dasar, instrumental, dan praksis dari setiap sila Pancasila:<br><br>Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa<br><br>Nilai Dasar: Sila pertama menegaskan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan spiritual bangsa Indonesia. Nilai ini bersifat mutlak dan tidak perlu dipertanyakan lagi.<br><br>Nilai Instrumental: Sila pertama diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti:<br><br>- Kebebasan beragama dan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing&nbsp;<br>- Menghormati kepercayaan dan keyakinan orang lain&nbsp;<br>- Tidak mengganggu proses ibadah agama lain&nbsp;<br>- Menghormati dan menghargai nilai-nilai keagamaan<br>- Membangun toleransi antar umat beragama<br>- Menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari<br><br>Nilai Praksis: Sila pertama diterapkan dalam kehidupan nyata melalui:<br><br>- Menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing<br>- Menghormati dan menghargai perbedaan keyakinan<br>- Membangun kerukunan antar umat beragama<br>- Berperan aktif dalam kegiatan keagamaan<br>- Menghindari tindakan yang dapat memicu konflik antar agama<br><br>Sila Kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab<br><br>Nilai Dasar: Sila kedua menekankan martabat dan harkat manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Nilai ini berlandaskan pada rasa kemanusiaan dan keadilan.<br><br>Nilai Instrumental: Sila kedua diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti:<br><br>- Menghormati hak asasi manusia<br>- Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan<br>- Menjalankan kewajiban sebagai warga negara<br>- Membangun sikap toleransi dan empati<br>- Menghormati dan menghargai perbedaan<br>- Melawan segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan<br><br>Nilai Praksis: Sila kedua diterapkan dalam kehidupan nyata melalui:<br><br>- Menolong orang yang membutuhkan bantuan<br>- Bersikap adil dan bijaksana<br>- Menghormati hak dan martabat orang lain<br>- Menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika<br>- Berperan aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan<br>- Menghindari tindakan yang merugikan orang lain<br><br>Sila Ketiga: Persatuan Indonesia<br><br>Nilai Dasar: Sila ketiga menekankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan dan mencapai tujuan bersama. Nilai ini berlandaskan pada rasa persaudaraan dan kebersamaan.<br><br>Nilai Instrumental: Sila ketiga diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti:<br><br>- Menghormati dan menghargai perbedaan suku, ras, dan agama<br>- Membangun rasa persatuan dan kesatuan bangsa<br>- Menghindari perpecahan dan konflik<br>- Mempromosikan semangat nasionalisme dan patriotisme<br>- Menjaga keutuhan wilayah negara Indonesia<br><br>Nilai Praksis: Sila ketiga diterapkan dalam kehidupan nyata melalui:<br><br>- Menghormati dan menghargai budaya daerah<br>- Berpartisipasi dalam kegiatan yang mempersatukan bangsa<br>- Menghindari tindakan yang dapat memecah belah bangsa<br>- Menjaga persatuan dan kesatuan dalam keluarga, masyarakat, dan negara<br>- Menghindari diskriminasi dan perlakuan tidak adil berdasarkan suku, ras, atau agama<br><br>Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan<br><br>Nilai Dasar: Sila keempat menekankan kedaulatan rakyat sebagai sumber segala kekuasaan yang dijalankan melalui mekanisme musyawarah mufakat dan perwakilan. Nilai ini berlandaskan pada prinsip demokrasi dan keadilan.<br><br>Nilai Instrumental: Sila keempat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti:<br><br>- Menghormati dan menghargai pendapat orang lain<br>- Berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi<br>- Menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara<br>- Menghormati dan menjalankan hasil musyawarah mufakat<br>- Memilih pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab<br><br>Nilai Praksis: Sila keempat diterapkan dalam kehidupan nyata melalui:<br><br>- Berpartisipasi dalam pemilihan umum<br>- Menjadi anggota partai politik atau organisasi masyarakat<br>- Menyampaikan aspirasi dan pendapat secara bertanggung jawab<br>- Menjalankan keputusan yang dihasilkan melalui musyawarah mufakat<br>- Menghormati dan menghargai perbedaan pendapat<br><br>Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia<br><br>Nilai Dasar: Sila kelima menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai tujuan akhir dari pembangunan bangsa. Nilai ini berlandaskan pada prinsip keadilan dan kesejahteraan.<br><br>Nilai Instrumental: Sila kelima diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti:<br><br>- Menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya<br>- Menghindari kesenjangan sosial dan ekonomi<br>- Membangun masyarakat yang adil dan sejahtera<br>- Melindungi kaum lemah dan marginal<br>- Membangun sistem ekonomi yang berkeadilan<br><br>Nilai Praksis: Sila kelima diterapkan dalam kehidupan nyata melalui:<br><br>- Menjalankan profesi dengan jujur dan bertanggung jawab<br>- Membayar pajak dengan benar<br>- Membantu orang yang membutuhkan<br>- Menghindari tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme<br>- Berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan<br><br>Kesimpulan<br><br>Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki nilai dasar, instrumental, dan praksis yang saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan yang utuh. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari akan menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.<br><br>Penting untuk diingat bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap warga negara. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat membangun bangsa Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.<br><br>Catatan:<br>maaf kalo ada salah ya kak</p>

Hai kak, semoga jawabannya bisa membantu ya...

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki tiga tingkatan nilai: nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis. Pemahaman tentang ketiga tingkatan ini penting untuk memahami esensi dan penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah uraian mengenai nilai dasar, instrumental, dan praksis dari setiap sila Pancasila:

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Nilai Dasar: Sila pertama menegaskan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan spiritual bangsa Indonesia. Nilai ini bersifat mutlak dan tidak perlu dipertanyakan lagi.

Nilai Instrumental: Sila pertama diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti:

- Kebebasan beragama dan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing 
- Menghormati kepercayaan dan keyakinan orang lain 
- Tidak mengganggu proses ibadah agama lain 
- Menghormati dan menghargai nilai-nilai keagamaan
- Membangun toleransi antar umat beragama
- Menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari

Nilai Praksis: Sila pertama diterapkan dalam kehidupan nyata melalui:

- Menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing
- Menghormati dan menghargai perbedaan keyakinan
- Membangun kerukunan antar umat beragama
- Berperan aktif dalam kegiatan keagamaan
- Menghindari tindakan yang dapat memicu konflik antar agama

Sila Kedua: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Nilai Dasar: Sila kedua menekankan martabat dan harkat manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Nilai ini berlandaskan pada rasa kemanusiaan dan keadilan.

Nilai Instrumental: Sila kedua diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti:

- Menghormati hak asasi manusia
- Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan
- Menjalankan kewajiban sebagai warga negara
- Membangun sikap toleransi dan empati
- Menghormati dan menghargai perbedaan
- Melawan segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan

Nilai Praksis: Sila kedua diterapkan dalam kehidupan nyata melalui:

- Menolong orang yang membutuhkan bantuan
- Bersikap adil dan bijaksana
- Menghormati hak dan martabat orang lain
- Menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika
- Berperan aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan
- Menghindari tindakan yang merugikan orang lain

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Nilai Dasar: Sila ketiga menekankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan dan mencapai tujuan bersama. Nilai ini berlandaskan pada rasa persaudaraan dan kebersamaan.

Nilai Instrumental: Sila ketiga diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti:

- Menghormati dan menghargai perbedaan suku, ras, dan agama
- Membangun rasa persatuan dan kesatuan bangsa
- Menghindari perpecahan dan konflik
- Mempromosikan semangat nasionalisme dan patriotisme
- Menjaga keutuhan wilayah negara Indonesia

Nilai Praksis: Sila ketiga diterapkan dalam kehidupan nyata melalui:

- Menghormati dan menghargai budaya daerah
- Berpartisipasi dalam kegiatan yang mempersatukan bangsa
- Menghindari tindakan yang dapat memecah belah bangsa
- Menjaga persatuan dan kesatuan dalam keluarga, masyarakat, dan negara
- Menghindari diskriminasi dan perlakuan tidak adil berdasarkan suku, ras, atau agama

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Nilai Dasar: Sila keempat menekankan kedaulatan rakyat sebagai sumber segala kekuasaan yang dijalankan melalui mekanisme musyawarah mufakat dan perwakilan. Nilai ini berlandaskan pada prinsip demokrasi dan keadilan.

Nilai Instrumental: Sila keempat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti:

- Menghormati dan menghargai pendapat orang lain
- Berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi
- Menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara
- Menghormati dan menjalankan hasil musyawarah mufakat
- Memilih pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab

Nilai Praksis: Sila keempat diterapkan dalam kehidupan nyata melalui:

- Berpartisipasi dalam pemilihan umum
- Menjadi anggota partai politik atau organisasi masyarakat
- Menyampaikan aspirasi dan pendapat secara bertanggung jawab
- Menjalankan keputusan yang dihasilkan melalui musyawarah mufakat
- Menghormati dan menghargai perbedaan pendapat

Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Nilai Dasar: Sila kelima menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai tujuan akhir dari pembangunan bangsa. Nilai ini berlandaskan pada prinsip keadilan dan kesejahteraan.

Nilai Instrumental: Sila kelima diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti:

- Menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya
- Menghindari kesenjangan sosial dan ekonomi
- Membangun masyarakat yang adil dan sejahtera
- Melindungi kaum lemah dan marginal
- Membangun sistem ekonomi yang berkeadilan

Nilai Praksis: Sila kelima diterapkan dalam kehidupan nyata melalui:

- Menjalankan profesi dengan jujur dan bertanggung jawab
- Membayar pajak dengan benar
- Membantu orang yang membutuhkan
- Menghindari tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme
- Berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan

Kesimpulan

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki nilai dasar, instrumental, dan praksis yang saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan yang utuh. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari akan menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Penting untuk diingat bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap warga negara. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, kita dapat membangun bangsa Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Catatan:
maaf kalo ada salah ya kak


Resi R

29 Agustus 2024 04:10

trimakasih.

Iklan

Rendi R

Community

24 September 2024 13:40

Jawaban terverifikasi

<p>Berikut penjelasan mengenai <strong>nilai dasar</strong>, <strong>nilai instrumental</strong>, dan <strong>nilai praksis</strong> dari sila pertama sampai sila kelima Pancasila:</p><p>1. <strong>Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa</strong></p><ul><li><strong>Nilai Dasar</strong>: Pengakuan akan adanya Tuhan sebagai pencipta dan pengatur kehidupan.</li><li><strong>Nilai Instrumental</strong>: Aturan-aturan atau hukum yang mengatur kebebasan beragama, seperti kebebasan untuk memeluk agama, undang-undang yang menjamin hak beribadah, dan perlindungan terhadap tempat ibadah.</li><li><strong>Nilai Praksis</strong>: Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut, menghormati perbedaan agama, serta menjaga toleransi antar umat beragama.</li></ul><p>2. <strong>Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab</strong></p><ul><li><strong>Nilai Dasar</strong>: Pengakuan akan harkat dan martabat manusia, serta perlakuan adil dan beradab terhadap sesama.</li><li><strong>Nilai Instrumental</strong>: Undang-undang yang mengatur perlindungan HAM, peraturan terkait anti kekerasan, perlindungan terhadap martabat manusia, dan larangan diskriminasi.</li><li><strong>Nilai Praksis</strong>: Memperlakukan sesama manusia dengan adil, menghormati hak asasi manusia, menolak segala bentuk kekerasan, dan berperilaku beradab.</li></ul><p>3. <strong>Sila Ketiga: Persatuan Indonesia</strong></p><ul><li><strong>Nilai Dasar</strong>: Cinta tanah air dan menjaga keutuhan NKRI.</li><li><strong>Nilai Instrumental</strong>: Kebijakan yang mendorong persatuan bangsa, seperti undang-undang kewarganegaraan, pendidikan nasional yang memupuk rasa kebangsaan, serta aturan yang melarang separatisme.</li><li><strong>Nilai Praksis</strong>: Menjaga kerukunan antar suku, ras, agama, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok.</li></ul><p>4. <strong>Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan</strong></p><ul><li><strong>Nilai Dasar</strong>: Pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mufakat.</li><li><strong>Nilai Instrumental</strong>: Peraturan terkait sistem demokrasi, pemilu, serta mekanisme perwakilan dalam pemerintahan dan pengambilan keputusan publik.</li><li><strong>Nilai Praksis</strong>: Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan, aktif berpartisipasi dalam demokrasi, dan menghargai keputusan bersama.</li></ul><p>5. <strong>Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia</strong></p><ul><li><strong>Nilai Dasar</strong>: Keadilan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.</li><li><strong>Nilai Instrumental</strong>: Kebijakan yang mendukung keadilan sosial, seperti undang-undang ketenagakerjaan, peraturan terkait redistribusi kekayaan, dan kebijakan sosial untuk mengurangi kemiskinan.</li><li><strong>Nilai Praksis</strong>: Berperilaku adil dalam kehidupan sehari-hari, membantu sesama, dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan sosial.</li></ul><p>Kesimpulan:</p><ul><li><strong>Nilai Dasar</strong>: Nilai yang bersifat mendasar dan universal, terkait dengan tujuan utama dari setiap sila.</li><li><strong>Nilai Instrumental</strong>: Wujud konkret dalam bentuk peraturan, kebijakan, atau lembaga yang merefleksikan nilai dasar dari setiap sila.</li><li><strong>Nilai Praksis</strong>: Penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui perilaku, sikap, dan tindakan yang sesuai dengan nilai dasar dan instrumental.</li></ul><p>Setiap sila Pancasila memiliki keterkaitan antara nilai dasar, instrumental, dan praksis yang saling melengkapi dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.</p>

Berikut penjelasan mengenai nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis dari sila pertama sampai sila kelima Pancasila:

1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

  • Nilai Dasar: Pengakuan akan adanya Tuhan sebagai pencipta dan pengatur kehidupan.
  • Nilai Instrumental: Aturan-aturan atau hukum yang mengatur kebebasan beragama, seperti kebebasan untuk memeluk agama, undang-undang yang menjamin hak beribadah, dan perlindungan terhadap tempat ibadah.
  • Nilai Praksis: Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut, menghormati perbedaan agama, serta menjaga toleransi antar umat beragama.

2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  • Nilai Dasar: Pengakuan akan harkat dan martabat manusia, serta perlakuan adil dan beradab terhadap sesama.
  • Nilai Instrumental: Undang-undang yang mengatur perlindungan HAM, peraturan terkait anti kekerasan, perlindungan terhadap martabat manusia, dan larangan diskriminasi.
  • Nilai Praksis: Memperlakukan sesama manusia dengan adil, menghormati hak asasi manusia, menolak segala bentuk kekerasan, dan berperilaku beradab.

3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

  • Nilai Dasar: Cinta tanah air dan menjaga keutuhan NKRI.
  • Nilai Instrumental: Kebijakan yang mendorong persatuan bangsa, seperti undang-undang kewarganegaraan, pendidikan nasional yang memupuk rasa kebangsaan, serta aturan yang melarang separatisme.
  • Nilai Praksis: Menjaga kerukunan antar suku, ras, agama, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

  • Nilai Dasar: Pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mufakat.
  • Nilai Instrumental: Peraturan terkait sistem demokrasi, pemilu, serta mekanisme perwakilan dalam pemerintahan dan pengambilan keputusan publik.
  • Nilai Praksis: Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan, aktif berpartisipasi dalam demokrasi, dan menghargai keputusan bersama.

5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Nilai Dasar: Keadilan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.
  • Nilai Instrumental: Kebijakan yang mendukung keadilan sosial, seperti undang-undang ketenagakerjaan, peraturan terkait redistribusi kekayaan, dan kebijakan sosial untuk mengurangi kemiskinan.
  • Nilai Praksis: Berperilaku adil dalam kehidupan sehari-hari, membantu sesama, dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan sosial.

Kesimpulan:

  • Nilai Dasar: Nilai yang bersifat mendasar dan universal, terkait dengan tujuan utama dari setiap sila.
  • Nilai Instrumental: Wujud konkret dalam bentuk peraturan, kebijakan, atau lembaga yang merefleksikan nilai dasar dari setiap sila.
  • Nilai Praksis: Penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui perilaku, sikap, dan tindakan yang sesuai dengan nilai dasar dan instrumental.

Setiap sila Pancasila memiliki keterkaitan antara nilai dasar, instrumental, dan praksis yang saling melengkapi dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ada tiga cara penyelesaian konflik secara sederhana (pendekatan kultur atau budaya, diaspora, fan hubungan bilateral), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya dari 5 penyelesaian konflik secara internasional (negosiasi, mediasi dan jasa-jasa baik, konsiliasi, penyelidikan, dan penyelesaian di bawah naungan organisasi PBB), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya

17

0.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

31

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi