Faira A

18 Oktober 2026 01:03

Iklan

Faira A

18 Oktober 2026 01:03

Pertanyaan

jenis jenis majas

jenis jenis majas

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

20

:

34

:

57

Klaim

75

2


Iklan

SYUHADA M

19 Oktober 2026 15:49

<p><strong>1. Majas Perbandingan</strong></p><p>Majas yang membandingkan suatu hal dengan hal lain untuk memperjelas atau memperindah makna:</p><ul><li><strong>Personifikasi</strong>: Membandingkan benda mati seolah-olah memiliki sifat atau perilaku seperti manusia.<ul><li><i>Contoh</i>: Angin membelai-belai rambutku.</li></ul></li><li><strong>Metafora</strong>: Membandingkan dua hal yang berbeda secara langsung tanpa kata penghubung.<ul><li><i>Contoh</i>: Dia adalah anak emas keluarganya.&nbsp;</li></ul></li></ul><p><strong>2. Majas Sindiran</strong></p><p>Majas yang dipakai untuk menyindir atau mengejek suatu keadaan atau seseorang:</p><ul><li><strong>Ironi</strong>: Menyembunyikan fakta dengan mengatakan hal yang sebaliknya secara halus.<ul><li><i>Contoh</i>: Rajin sekali kamu, jam 10 pagi baru bangun.&nbsp;</li></ul></li><li><strong>Sinisme</strong>: Sindiran yang lebih kasar dan bersifat mencemooh terhadap suatu ide atau pemikiran.<ul><li><i>Contoh</i>: Percuma saja kamu sekolah tinggi kalau bicara saja tidak sopan.</li></ul></li><li><strong>Sarkasme</strong>: Sindiran yang sangat kasar dan langsung melukai perasaan.<ul><li><i>Contoh</i>: Dasar otak udang! Soal semudah ini saja tidak bisa.</li></ul></li></ul><p><strong>3. Majas Penegasan</strong></p><p>Majas yang digunakan untuk memberikan penekanan pada suatu ide atau kata agar lebih diperhatikan:</p><ul><li><strong>Pleonasme</strong>: Menggunakan keterangan tambahan yang sebenarnya sudah jelas dan tidak diperlukan.<ul><li><i>Contoh</i>: Saya naik ke atas.&nbsp;</li></ul></li><li><strong>Repetisi</strong>: Mengulang kata yang sama secara berulang kali dalam satu kalimat.<ul><li><i>Contoh</i>: Kamu harus percaya sama aku, kamu harus percaya sama aku.&nbsp;</li></ul></li><li><strong>Retorika</strong>: Kalimat tanya yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban karena sudah jelas maksudnya.<ul><li><i>Contoh</i>: Siapa yang tidak ingin hidup bahagia?</li></ul></li><li><strong>Aliterasi</strong>: Pengulangan huruf konsonan di awal kata secara berurutan.<ul><li><i>Contoh</i>: Baju baru berwarna biru.&nbsp;</li></ul></li></ul><p><strong>4. Majas Pertentangan</strong></p><p>Majas yang menggunakan kata-kata yang bertentangan satu sama lain untuk memberikan efek dramatis:</p><ul><li><strong>Litotes</strong>: Ungkapan yang mengecilkan atau merendahkan fakta demi kesopanan.<ul><li><i>Contoh</i>: Silakan mampir ke gubuk kami yang sederhana ini.</li></ul></li><li><strong>Paradoks</strong>: Menggabungkan dua hal yang tampak bertentangan, tetapi sebenarnya benar.<ul><li><i>Contoh</i>: Aku merasa kesepian di tengah keramaian kota.</li></ul></li><li><strong>Oksimoron</strong>: Dua kata yang berlawanan diletakkan berdampingan dalam satu frasa.<ul><li><i>Contoh</i>: Sunyi yang memekakkan telinga.&nbsp;</li></ul></li></ul>

1. Majas Perbandingan

Majas yang membandingkan suatu hal dengan hal lain untuk memperjelas atau memperindah makna:

  • Personifikasi: Membandingkan benda mati seolah-olah memiliki sifat atau perilaku seperti manusia.
    • Contoh: Angin membelai-belai rambutku.
  • Metafora: Membandingkan dua hal yang berbeda secara langsung tanpa kata penghubung.
    • Contoh: Dia adalah anak emas keluarganya. 

2. Majas Sindiran

Majas yang dipakai untuk menyindir atau mengejek suatu keadaan atau seseorang:

  • Ironi: Menyembunyikan fakta dengan mengatakan hal yang sebaliknya secara halus.
    • Contoh: Rajin sekali kamu, jam 10 pagi baru bangun. 
  • Sinisme: Sindiran yang lebih kasar dan bersifat mencemooh terhadap suatu ide atau pemikiran.
    • Contoh: Percuma saja kamu sekolah tinggi kalau bicara saja tidak sopan.
  • Sarkasme: Sindiran yang sangat kasar dan langsung melukai perasaan.
    • Contoh: Dasar otak udang! Soal semudah ini saja tidak bisa.

3. Majas Penegasan

Majas yang digunakan untuk memberikan penekanan pada suatu ide atau kata agar lebih diperhatikan:

  • Pleonasme: Menggunakan keterangan tambahan yang sebenarnya sudah jelas dan tidak diperlukan.
    • Contoh: Saya naik ke atas. 
  • Repetisi: Mengulang kata yang sama secara berulang kali dalam satu kalimat.
    • Contoh: Kamu harus percaya sama aku, kamu harus percaya sama aku. 
  • Retorika: Kalimat tanya yang sebenarnya tidak memerlukan jawaban karena sudah jelas maksudnya.
    • Contoh: Siapa yang tidak ingin hidup bahagia?
  • Aliterasi: Pengulangan huruf konsonan di awal kata secara berurutan.
    • Contoh: Baju baru berwarna biru. 

4. Majas Pertentangan

Majas yang menggunakan kata-kata yang bertentangan satu sama lain untuk memberikan efek dramatis:

  • Litotes: Ungkapan yang mengecilkan atau merendahkan fakta demi kesopanan.
    • Contoh: Silakan mampir ke gubuk kami yang sederhana ini.
  • Paradoks: Menggabungkan dua hal yang tampak bertentangan, tetapi sebenarnya benar.
    • Contoh: Aku merasa kesepian di tengah keramaian kota.
  • Oksimoron: Dua kata yang berlawanan diletakkan berdampingan dalam satu frasa.
    • Contoh: Sunyi yang memekakkan telinga. 

Iklan

Haura I

20 Oktober 2026 11:14

<p>Jenis-jenis majas, ada 4</p><p>A. Majas Perbandingan, dibagi lagi menjadi 4, yaitu:</p><p>1. Majas Personifikasi: benda mati yang seolah-olah memiliki sifat manusia, contoh: Daun-daun menari tertiup angin.&nbsp;</p><p>2. Majas Metafora: membandingkan sesuatu secara langsung tanpa kata pembanding. Majas ini memiliki konotasi (makna yang bukan sebenarnya), contoh: Ayahku adalah tulang punggung keluarga.</p><p>3. Majas Simile: membandingkan dengan kata pembanding, contoh: seperti, laksana, bagaikan, ibarat, bak</p><p>4. Majas Hiperbola: mengungkapkan sesuai secara berlebihan, contoh: Aku sudah menunggumu selama seribu tahun.</p><p>&nbsp;</p><p>B. Majas Pertentangan, dibagi lagi menjadi 3, yaitu:</p><p>1. Majas Litotes: merendahkan diri meskipun kenyataannya tidak demikian, contoh: Singgahlah sebentar di gubuk sederhana kami.&nbsp;</p><p>2. Majas Ironi: sindiran halus yang menyatakan sesuatu berlawanan dengan kenyataan, contoh: Rajin sekali kamu, datang di saat jam pelajaran hampir habis.&nbsp;</p><p>3. Majas Paradoks: menyatakan pertentangan yang tampak berlawanan, contoh: Di keramaian, aku merasa kesepian.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>C. Majas Sindiran, dibagi lagi menjadi 3, yaitu:</p><p>1. Majas Ironi</p><p>2. Majas Sinisme: sindiran langsung, contoh: Aku meragukan kepintaran mu itu.&nbsp;</p><p>3. Majas Sarkasme: sindiran yang sangat kasar atau menyakitkan, contoh: Dasar pemalas! Bagaimana kamu bisa mewujudkan impian dan cita-cita mu kalau kamu seperti ini.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>D. Majas Penegasan, dibagi lagi menjadi 3, yaitu:</p><p>1. Majas Repetisi: pengulangan kata, contoh: Belajar, belajar, dan terus belajar.&nbsp;</p><p>2. Majas Pleonasme: menggunakan kata yang tidak perlu, contoh: Dia naik ke atas panggung.&nbsp;</p><p>3. Majas Klimaks: menyusun dari tingkatan yang rendah menuju tingkatan yang tinggi, contoh: Anak-anak, remaja, dewasa, lansia.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>CMIIW :)..&nbsp;</p>

Jenis-jenis majas, ada 4

A. Majas Perbandingan, dibagi lagi menjadi 4, yaitu:

1. Majas Personifikasi: benda mati yang seolah-olah memiliki sifat manusia, contoh: Daun-daun menari tertiup angin. 

2. Majas Metafora: membandingkan sesuatu secara langsung tanpa kata pembanding. Majas ini memiliki konotasi (makna yang bukan sebenarnya), contoh: Ayahku adalah tulang punggung keluarga.

3. Majas Simile: membandingkan dengan kata pembanding, contoh: seperti, laksana, bagaikan, ibarat, bak

4. Majas Hiperbola: mengungkapkan sesuai secara berlebihan, contoh: Aku sudah menunggumu selama seribu tahun.

 

B. Majas Pertentangan, dibagi lagi menjadi 3, yaitu:

1. Majas Litotes: merendahkan diri meskipun kenyataannya tidak demikian, contoh: Singgahlah sebentar di gubuk sederhana kami. 

2. Majas Ironi: sindiran halus yang menyatakan sesuatu berlawanan dengan kenyataan, contoh: Rajin sekali kamu, datang di saat jam pelajaran hampir habis. 

3. Majas Paradoks: menyatakan pertentangan yang tampak berlawanan, contoh: Di keramaian, aku merasa kesepian. 

 

C. Majas Sindiran, dibagi lagi menjadi 3, yaitu:

1. Majas Ironi

2. Majas Sinisme: sindiran langsung, contoh: Aku meragukan kepintaran mu itu. 

3. Majas Sarkasme: sindiran yang sangat kasar atau menyakitkan, contoh: Dasar pemalas! Bagaimana kamu bisa mewujudkan impian dan cita-cita mu kalau kamu seperti ini. 

 

D. Majas Penegasan, dibagi lagi menjadi 3, yaitu:

1. Majas Repetisi: pengulangan kata, contoh: Belajar, belajar, dan terus belajar. 

2. Majas Pleonasme: menggunakan kata yang tidak perlu, contoh: Dia naik ke atas panggung. 

3. Majas Klimaks: menyusun dari tingkatan yang rendah menuju tingkatan yang tinggi, contoh: Anak-anak, remaja, dewasa, lansia. 

 

CMIIW :).. 


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

tolong jawaban + caranya untuk besok

12

5.0

Jawaban terverifikasi