Wulida W

06 Mei 2024 02:34

Iklan

Iklan

Wulida W

06 Mei 2024 02:34

Pertanyaan

jelaskan hubungan antara perkembangan Islam dan jaringan perdagangan antar pulau di Nusantara

jelaskan hubungan antara perkembangan Islam dan jaringan perdagangan antar pulau di Nusantara


118

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Zemlya Z

06 Mei 2024 06:41

Jawaban terverifikasi

Hubungan antara perkembangan Islam dan jaringan perdagangan antar pulau di Nusantara sangat erat. Islam masuk dan berkembang di Nusantara terutama melalui jalur perdagangan yang sudah ada sejak abad pertama Masehi. Para pedagang dari Arab, India, dan Cina yang datang ke Nusantara tidak hanya membawa komoditas dagangan, tetapi juga membawa pengaruh budaya dan agama, termasuk Islam. Kawasan pesisir seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku menjadi pusat penyebaran Islam karena merupakan titik-titik penting dalam jaringan perdagangan tersebut. Pemukiman Islam muncul di kota-kota pelabuhan besar seperti Malaka, Aceh, Demak, Makassar, Banjarmasin, Ternate, dan Tidore, yang juga menjadi pusat-pusat perdagangan. Perdagangan antarpulau mempengaruhi integrasi bangsa Indonesia dengan menghubungkan penduduk pulau, menyebarkan Islam, dan membentuk kerajaan-kerajaan Islam. Islam juga membawa perubahan positif pada sistem ekonomi dan perdagangan di Nusantara, dengan para pedagang Muslim yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam berlayar dan berniaga, membangun jaringan perdagangan yang luas. Dengan demikian, jaringan perdagangan menjadi sarana penting bagi penyebaran Islam, dan sebaliknya, Islam menjadi salah satu faktor yang memacu perkembangan perdagangan antarpulau di Indonesia.


Iklan

Iklan

Salsabila M

Community

07 Mei 2024 03:28

Jawaban terverifikasi

<p>Perkembangan Islam di Nusantara sangat erat terkait dengan jaringan perdagangan antar pulau yang ada di wilayah tersebut. Berikut adalah beberapa hubungan antara perkembangan Islam dan jaringan perdagangan antar pulau di Nusantara:</p><p><strong>Penyebaran Islam melalui jalur perdagangan</strong>: Jaringan perdagangan antar pulau menjadi jalur utama bagi penyebaran Islam di Nusantara. Pedagang Muslim yang aktif berdagang antar pulau membawa bersama mereka ajaran Islam dan secara bertahap memperkenalkannya kepada penduduk setempat.</p><p><strong>Pusat perdagangan sebagai pusat penyebaran Islam</strong>: Kota-kota pelabuhan yang menjadi pusat perdagangan seperti Aceh, Malaka, Makassar, dan lain-lain, menjadi titik utama penyebaran Islam di Nusantara. Para pedagang Muslim yang berdagang di kota-kota ini membawa ajaran Islam dan memperkuat jaringan perdagangan serta hubungan antarwilayah.</p><p><strong>Integrasi agama dan budaya</strong>: Melalui perdagangan, terjadi pertukaran budaya dan agama antara pedagang Muslim dengan masyarakat setempat di pulau-pulau yang mereka kunjungi. Proses ini mempercepat proses akulturasi Islam ke dalam budaya lokal di Nusantara.</p><p><strong>Penguatan ekonomi dan politik komunitas Muslim</strong>: Perdagangan antar pulau juga memperkuat posisi ekonomi dan politik komunitas Muslim di wilayah Nusantara. Pusat-pusat perdagangan Islam menjadi pusat kekuatan politik dan ekonomi yang memengaruhi perkembangan wilayah-wilayah di sekitarnya.</p><p>Dengan demikian, jaringan perdagangan antar pulau di Nusantara telah memainkan peran yang sangat penting dalam penyebaran Islam dan membentuk landskap agama, budaya, politik, dan ekonomi di wilayah tersebut.</p>

Perkembangan Islam di Nusantara sangat erat terkait dengan jaringan perdagangan antar pulau yang ada di wilayah tersebut. Berikut adalah beberapa hubungan antara perkembangan Islam dan jaringan perdagangan antar pulau di Nusantara:

Penyebaran Islam melalui jalur perdagangan: Jaringan perdagangan antar pulau menjadi jalur utama bagi penyebaran Islam di Nusantara. Pedagang Muslim yang aktif berdagang antar pulau membawa bersama mereka ajaran Islam dan secara bertahap memperkenalkannya kepada penduduk setempat.

Pusat perdagangan sebagai pusat penyebaran Islam: Kota-kota pelabuhan yang menjadi pusat perdagangan seperti Aceh, Malaka, Makassar, dan lain-lain, menjadi titik utama penyebaran Islam di Nusantara. Para pedagang Muslim yang berdagang di kota-kota ini membawa ajaran Islam dan memperkuat jaringan perdagangan serta hubungan antarwilayah.

Integrasi agama dan budaya: Melalui perdagangan, terjadi pertukaran budaya dan agama antara pedagang Muslim dengan masyarakat setempat di pulau-pulau yang mereka kunjungi. Proses ini mempercepat proses akulturasi Islam ke dalam budaya lokal di Nusantara.

Penguatan ekonomi dan politik komunitas Muslim: Perdagangan antar pulau juga memperkuat posisi ekonomi dan politik komunitas Muslim di wilayah Nusantara. Pusat-pusat perdagangan Islam menjadi pusat kekuatan politik dan ekonomi yang memengaruhi perkembangan wilayah-wilayah di sekitarnya.

Dengan demikian, jaringan perdagangan antar pulau di Nusantara telah memainkan peran yang sangat penting dalam penyebaran Islam dan membentuk landskap agama, budaya, politik, dan ekonomi di wilayah tersebut.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Sikap keperwiraan yang patut diteladani dari sosok pendiri Daulah Ayyubiyah adalahsikap toleransi dengan pemeluk agama lain, saat Sultan Salahuddin Al-Ayyubiberhasil menguasaiBaitul Maqdis. Wujud tolerasi itu adalah

5

0.0

Jawaban terverifikasi