Renni N

18 November 2024 13:53

Iklan

Renni N

18 November 2024 13:53

Pertanyaan

cara menyelesaikan masalah dengan transformasi konflik

cara menyelesaikan masalah dengan transformasi konflik

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

01

:

07

:

12

Klaim

4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Cyess C

18 November 2024 15:36

Jawaban terverifikasi

<p>Transformasi konflik adalah pendekatan penyelesaian konflik yang berfokus pada mengubah dinamika dan struktur konflik secara mendasar, bukan sekadar menghentikan permusuhan atau mencapai kesepakatan sementara. Pendekatan ini bertujuan untuk mengatasi akar penyebab konflik, memperbaiki hubungan, dan menciptakan kondisi yang berkelanjutan untuk perdamaian dan keadilan. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam menyelesaikan masalah dengan transformasi konflik:</p><p><strong>1. Identifikasi Akar Masalah</strong><br>Cari tahu penyebab mendasar dari konflik tersebut, seperti ketidakadilan, ketidakseimbangan kekuasaan, atau kebutuhan yang tidak terpenuhi. Memahami sumber konflik membantu pihak yang terlibat untuk melihat bahwa masalah yang mereka hadapi lebih dari sekadar perbedaan pendapat.</p><p><br><strong>2. Membangun Pemahaman dan Empati</strong><br>Langkah ini melibatkan proses untuk memahami perspektif, emosi, dan kepentingan masing-masing pihak. Pihak-pihak yang terlibat didorong untuk mendengarkan dengan empati, sehingga mereka dapat melihat konflik dari sudut pandang orang lain. Ini dapat membantu mengurangi prasangka dan mendorong keterbukaan.</p><p><br><strong>3. Pemberdayaan Pihak yang Terlibat</strong><br>Transformasi konflik berusaha untuk memberikan kekuatan kepada semua pihak yang terlibat, terutama pihak yang mungkin merasa termarjinalkan atau kurang berdaya. Dengan memberdayakan pihak-pihak tersebut, mereka merasa lebih dihargai dan memiliki suara dalam mencari solusi yang berkeadilan.</p><p><br><strong>4. Menciptakan Visi Bersama</strong><br>Dalam proses transformasi, penting untuk memiliki visi bersama tentang bagaimana hubungan dan situasi yang ideal seharusnya terlihat. Visi ini harus mencerminkan keinginan untuk hidup berdampingan secara damai, dengan hubungan yang saling menghormati, dan dengan distribusi keadilan yang adil.</p><p><br><strong>5. Perubahan Sikap dan Struktur Sosial</strong><br>Transformasi konflik menekankan pentingnya mengubah tidak hanya sikap individu tetapi juga struktur sosial yang ada. Ini berarti mengidentifikasi pola kekuasaan, kebijakan, atau praktik-praktik yang mungkin memperparah konflik, dan bekerja untuk mengubahnya.</p><p><br><strong>6. Penyembuhan Luka Batin</strong><br>Konflik sering kali meninggalkan luka emosional yang mendalam. Proses transformasi konflik melibatkan penyembuhan luka batin melalui rekonsiliasi, permintaan maaf, atau bentuk lain dari penyelesaian emosional yang membantu pihak-pihak terkait untuk melupakan dendam masa lalu.</p><p><br><strong>7. Membangun Kesepakatan dan Langkah Tindakan</strong><br>Setelah melakukan proses di atas, langkah terakhir adalah menetapkan kesepakatan dan rencana tindakan yang memperkuat perubahan positif yang sudah dicapai. Kesepakatan ini harus memastikan komitmen untuk mempertahankan perdamaian dan mekanisme pemantauan untuk menjaga keberlanjutan.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Transformasi konflik adalah pendekatan penyelesaian konflik yang berfokus pada mengubah dinamika dan struktur konflik secara mendasar, bukan sekadar menghentikan permusuhan atau mencapai kesepakatan sementara. Pendekatan ini bertujuan untuk mengatasi akar penyebab konflik, memperbaiki hubungan, dan menciptakan kondisi yang berkelanjutan untuk perdamaian dan keadilan. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam menyelesaikan masalah dengan transformasi konflik:

1. Identifikasi Akar Masalah
Cari tahu penyebab mendasar dari konflik tersebut, seperti ketidakadilan, ketidakseimbangan kekuasaan, atau kebutuhan yang tidak terpenuhi. Memahami sumber konflik membantu pihak yang terlibat untuk melihat bahwa masalah yang mereka hadapi lebih dari sekadar perbedaan pendapat.


2. Membangun Pemahaman dan Empati
Langkah ini melibatkan proses untuk memahami perspektif, emosi, dan kepentingan masing-masing pihak. Pihak-pihak yang terlibat didorong untuk mendengarkan dengan empati, sehingga mereka dapat melihat konflik dari sudut pandang orang lain. Ini dapat membantu mengurangi prasangka dan mendorong keterbukaan.


3. Pemberdayaan Pihak yang Terlibat
Transformasi konflik berusaha untuk memberikan kekuatan kepada semua pihak yang terlibat, terutama pihak yang mungkin merasa termarjinalkan atau kurang berdaya. Dengan memberdayakan pihak-pihak tersebut, mereka merasa lebih dihargai dan memiliki suara dalam mencari solusi yang berkeadilan.


4. Menciptakan Visi Bersama
Dalam proses transformasi, penting untuk memiliki visi bersama tentang bagaimana hubungan dan situasi yang ideal seharusnya terlihat. Visi ini harus mencerminkan keinginan untuk hidup berdampingan secara damai, dengan hubungan yang saling menghormati, dan dengan distribusi keadilan yang adil.


5. Perubahan Sikap dan Struktur Sosial
Transformasi konflik menekankan pentingnya mengubah tidak hanya sikap individu tetapi juga struktur sosial yang ada. Ini berarti mengidentifikasi pola kekuasaan, kebijakan, atau praktik-praktik yang mungkin memperparah konflik, dan bekerja untuk mengubahnya.


6. Penyembuhan Luka Batin
Konflik sering kali meninggalkan luka emosional yang mendalam. Proses transformasi konflik melibatkan penyembuhan luka batin melalui rekonsiliasi, permintaan maaf, atau bentuk lain dari penyelesaian emosional yang membantu pihak-pihak terkait untuk melupakan dendam masa lalu.


7. Membangun Kesepakatan dan Langkah Tindakan
Setelah melakukan proses di atas, langkah terakhir adalah menetapkan kesepakatan dan rencana tindakan yang memperkuat perubahan positif yang sudah dicapai. Kesepakatan ini harus memastikan komitmen untuk mempertahankan perdamaian dan mekanisme pemantauan untuk menjaga keberlanjutan.

 

 


Iklan

Rendi R

Community

20 November 2024 13:09

Jawaban terverifikasi

<p><strong>Transformasi konflik</strong> adalah pendekatan untuk menangani konflik dengan cara mengubah akar penyebabnya dan menciptakan solusi yang berkelanjutan. Fokusnya adalah pada perubahan hubungan, struktur, dan dinamika sosial sehingga konflik tidak hanya diselesaikan sementara, tetapi juga mencegah konflik serupa terjadi di masa depan. Berikut adalah langkah-langkah utama untuk menyelesaikan masalah melalui transformasi konflik:</p><p>1. <strong>Identifikasi Akar Masalah Konflik</strong></p><ul><li>Pahami penyebab utama konflik, baik yang terlihat (isu langsung) maupun yang tersembunyi (struktur sosial, budaya, atau ekonomi yang tidak adil).</li><li>Libatkan semua pihak yang terkait untuk mengidentifikasi sumber masalah secara bersama-sama.</li></ul><p>2. <strong>Membangun Hubungan yang Positif</strong></p><ul><li>Promosikan dialog untuk meningkatkan saling pengertian antara pihak yang berkonflik.</li><li>Ciptakan kepercayaan melalui pendekatan yang jujur, terbuka, dan inklusif.</li><li>Dorong empati dengan membantu setiap pihak memahami perspektif pihak lain.</li></ul><p>3. <strong>Pendekatan Kolaboratif untuk Solusi</strong></p><ul><li>Fokus pada kepentingan bersama, bukan hanya posisi masing-masing pihak.</li><li>Fasilitasi diskusi untuk menemukan solusi kreatif yang saling menguntungkan (win-win solution).</li><li>Gunakan mediasi jika pihak yang berkonflik membutuhkan bantuan pihak ketiga yang netral.</li></ul><p>4. <strong>Transformasi Struktur Sosial</strong></p><ul><li>Perbaiki struktur yang tidak adil atau memicu ketegangan, seperti diskriminasi, kesenjangan ekonomi, atau kurangnya akses terhadap pendidikan dan kesehatan.</li><li>Ciptakan kebijakan atau peraturan baru yang mendukung inklusi dan kesetaraan.</li></ul><p>5. <strong>Meningkatkan Kesadaran dan Pendidikan</strong></p><ul><li>Tingkatkan pemahaman masyarakat tentang perdamaian dan cara mengelola konflik secara konstruktif.</li><li>Ajarkan keterampilan komunikasi non-kekerasan dan resolusi konflik kepada komunitas.</li></ul><p>6. <strong>Monitoring dan Evaluasi</strong></p><ul><li>Pantau perkembangan hubungan antara pihak-pihak yang berkonflik setelah solusi diterapkan.</li><li>Evaluasi apakah langkah-langkah yang diambil telah berhasil mengurangi atau menghilangkan sumber konflik.</li></ul><p>Contoh Praktis:</p><ul><li><strong>Konflik antar kelompok di masyarakat:</strong> Transformasi konflik dapat dilakukan dengan mengadakan dialog antar kelompok, memperbaiki akses terhadap sumber daya yang adil, serta membangun program bersama untuk meningkatkan kerja sama.</li><li><strong>Konflik dalam organisasi:</strong> Identifikasi masalah struktural dalam organisasi (misalnya, ketimpangan hierarki), adakan pelatihan manajemen konflik, dan buat kebijakan kerja yang lebih inklusif.</li></ul><p>Transformasi konflik bukan sekadar menghentikan konflik, tetapi juga menciptakan perubahan sosial yang mendukung perdamaian jangka panjang.</p>

Transformasi konflik adalah pendekatan untuk menangani konflik dengan cara mengubah akar penyebabnya dan menciptakan solusi yang berkelanjutan. Fokusnya adalah pada perubahan hubungan, struktur, dan dinamika sosial sehingga konflik tidak hanya diselesaikan sementara, tetapi juga mencegah konflik serupa terjadi di masa depan. Berikut adalah langkah-langkah utama untuk menyelesaikan masalah melalui transformasi konflik:

1. Identifikasi Akar Masalah Konflik

  • Pahami penyebab utama konflik, baik yang terlihat (isu langsung) maupun yang tersembunyi (struktur sosial, budaya, atau ekonomi yang tidak adil).
  • Libatkan semua pihak yang terkait untuk mengidentifikasi sumber masalah secara bersama-sama.

2. Membangun Hubungan yang Positif

  • Promosikan dialog untuk meningkatkan saling pengertian antara pihak yang berkonflik.
  • Ciptakan kepercayaan melalui pendekatan yang jujur, terbuka, dan inklusif.
  • Dorong empati dengan membantu setiap pihak memahami perspektif pihak lain.

3. Pendekatan Kolaboratif untuk Solusi

  • Fokus pada kepentingan bersama, bukan hanya posisi masing-masing pihak.
  • Fasilitasi diskusi untuk menemukan solusi kreatif yang saling menguntungkan (win-win solution).
  • Gunakan mediasi jika pihak yang berkonflik membutuhkan bantuan pihak ketiga yang netral.

4. Transformasi Struktur Sosial

  • Perbaiki struktur yang tidak adil atau memicu ketegangan, seperti diskriminasi, kesenjangan ekonomi, atau kurangnya akses terhadap pendidikan dan kesehatan.
  • Ciptakan kebijakan atau peraturan baru yang mendukung inklusi dan kesetaraan.

5. Meningkatkan Kesadaran dan Pendidikan

  • Tingkatkan pemahaman masyarakat tentang perdamaian dan cara mengelola konflik secara konstruktif.
  • Ajarkan keterampilan komunikasi non-kekerasan dan resolusi konflik kepada komunitas.

6. Monitoring dan Evaluasi

  • Pantau perkembangan hubungan antara pihak-pihak yang berkonflik setelah solusi diterapkan.
  • Evaluasi apakah langkah-langkah yang diambil telah berhasil mengurangi atau menghilangkan sumber konflik.

Contoh Praktis:

  • Konflik antar kelompok di masyarakat: Transformasi konflik dapat dilakukan dengan mengadakan dialog antar kelompok, memperbaiki akses terhadap sumber daya yang adil, serta membangun program bersama untuk meningkatkan kerja sama.
  • Konflik dalam organisasi: Identifikasi masalah struktural dalam organisasi (misalnya, ketimpangan hierarki), adakan pelatihan manajemen konflik, dan buat kebijakan kerja yang lebih inklusif.

Transformasi konflik bukan sekadar menghentikan konflik, tetapi juga menciptakan perubahan sosial yang mendukung perdamaian jangka panjang.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ada tiga cara penyelesaian konflik secara sederhana (pendekatan kultur atau budaya, diaspora, fan hubungan bilateral), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya dari 5 penyelesaian konflik secara internasional (negosiasi, mediasi dan jasa-jasa baik, konsiliasi, penyelidikan, dan penyelesaian di bawah naungan organisasi PBB), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya

18

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan