Aura A

Ditanya 2 hari yang lalu

Iklan

Aura A

Ditanya 2 hari yang lalu

Pertanyaan

Penduduk suatu kota berjumlah 500.000 jiwa dengan laju pertumbuhan 3% per tahun. Dalam 20 tahun diproyeksikan meningkat tajam. Evaluasi dampaknya adalah A. kebutuhan infrastruktur meningkat 3. tekanan terhadap sumber daya bertambah C. pertumbuhan eksponensial berdampak jangka panjang D. tidak memengaruhi tata ruang E. proyeksi penduduk penting untuk perencanaan

Penduduk suatu kota berjumlah 500.000 jiwa dengan laju pertumbuhan 3% per tahun. Dalam 20 tahun diproyeksikan meningkat tajam. Evaluasi dampaknya adalah

A. kebutuhan infrastruktur meningkat

3. tekanan terhadap sumber daya bertambah

C. pertumbuhan eksponensial berdampak jangka panjang

D. tidak memengaruhi tata ruang

E. proyeksi penduduk penting untuk perencanaan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

10

:

05

:

33

Klaim

0

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Anindya

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Dijawab 2 hari yang lalu

Jawaban terverifikasi

a/b/c/e Dengan laju 3% per tahun, populasi kota naik hampir dua kali lipat dalam 20 tahun (sekitar 903.000 jiwa), sehingga kebutuhan infrastruktur meningkat dan tekanan pada sumber daya (air, energi, lahan, layanan publik) bertambah; sifat pertumbuhan eksponensial menimbulkan dampak jangka panjang kumulatif, sehingga proyeksi penduduk menjadi krusial untuk perencanaan; pernyataan bahwa hal ini tidak memengaruhi tata ruang keliru karena pertumbuhan penduduk justru menuntut penyesuaian pola ruang dan zonasi. Penjelasan Matematis Populasi setelah t tahun dengan pertumbuhan r per tahun: P(t) = P0 × (1 + r)^t. Dengan P0 = 500.000 dan r = 0,03 untuk t = 20: P(20) = 500.000 × (1,03)^20. Nilai (1,03)^20 ≈ 1,806, sehingga P(20) ≈ 500.000 × 1,806 ≈ 903.000 jiwa. Angka 1,806 menunjukkan penggandaan mendekati dua kali dalam 20 tahun akibat pertumbuhan majemuk (eksponensial).


Iklan

Yusri H

Dijawab sehari yang lalu

<p><strong>Dinamika Penduduk</strong> dan <strong>Proyeksi Geografis</strong>.</p>

Dinamika Penduduk dan Proyeksi Geografis.

alt

Johannes C

Dijawab 4 jam yang lalu

<p>Jawabannya</p><p><i><strong>A.kebutuhan instrastruktur meningkat.</strong></i></p>

Jawabannya

A.kebutuhan instrastruktur meningkat.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Hasil sensus penduduk Tiongkok tahun 2010 menunjukkan jumlah populasi penduduk negara tersebut 1,34 milyar jiwa dan jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas meningkat pesat. Jumlah penduduk yang berusia lanjut kini mencapai 13,3% atau naik 3% sejak tahun 2000. Selain itu, sensus menunjukkan hampir separuh penduduk Tiongkok kini tinggal di perkotaan. Meski hasil sensus menunjukkan angka penduduk yang luar biasa besar namun pertumbuhan penduduk Tiongkok kini lebih lambat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari pertumbuhan jumlah penduduk laki-laki tahun 2010-2050, pada kisaran usia berapakah jumlah penduduk mengalami kenaikan?

1

3.3

Jawaban terverifikasi

PINGGIRAN MENAHAN MIGRASI KE JAKARTA Setelah libur perayaan lebaran usai, dipastikan Jakarta akan dibanjiri pendatang dari luar. Namun dalam kurun waktu enam tahun terakhir, beban Jakarta untuk menampung arus urbanisasi cenderung berkurang. Arus migrasi masuk cenderung turun meski sempat terjadi lonjakan pendatang sebulan setelah idul fitri. Dari data survei Penduduk Antarsensus (Supas) 1995 diketahui sebanyak 33 persen penduduk masuk ke wilayah Jakarta Timur dan 24 persen ke wilayah Jakarta Barat. Sisanya, para migran masuk ke wilayah pusat, utara, dan selatan dengan persentase masing-masing di awah 20 persen. Selama 1971-2000, Bdan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tren migrasi yang masuk ke Jakarta cenderung meningkat. Angka migrasi keluar pun meningkat. Kecenderungan penurunan pendatang baru terjadi pada tahun 2005. Tahun 1971, hasil sensus penduduk menunjukkan sekitar 1,8 juta penduduk masuk ke Jakarta. Pada saat yang bersamaan, hanya 132.000 penduduk yang bermigrasi keluar. Tahun 2000, pendatang meningkat dua kali lipat (sekitar 3,5 juta), sebaliknya 1,83 juta penduduk keluar dari Jakarta. Baru pada tahun 2005, hasil Supas menunjukkan bahwa angka migrasi masuk turun menjadi 3,3 juta jiwa dan migrasi keluar meningkat menjadi 2,05 juta jiwa. Penurunan pendatang selanjutnya juga tercatat oleh Disdukcapil DKI Jakarta. Selama 2008-2010, terjadi penurunan 30 persen penduduk yang datang ke Jakarta. Tahun 2008 masih terdapat sekitar 39.000 pendatang. Dua tahun berikutnya menjadi 30.000 pendatang. Penurunan arus migrasi masuk bukan berarti GULA Jakarta sudah berkurang manisnya. Pengaruh urbanisasi yang cukup deras sejak tahun 1971 sampai 2000 pada akhirnya juga ikut memengaruhi perkembangan daerah sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kepadatan ruang di Jakarta mengakibatkan sebagian kaum urban tinggal di wilayah pinggiran Jakarta untuk mencari tempat tiggal yang lebih layak dan luas. Selain itu, industri yang menjamur di daerah pinggiran Jakarta juga banyak menarik tenaga kerja secara khusus dan penduduk secara umum untuk bermigrasi di wilayah tersebut. Akibatnya, laju pertumbahan penduduk di wilayah penyangga Jakarta cenderung tinggi. Periode 1971-1980, laju pertumbuhan penduduk Jakarta sekitar 5,4 persen per tahun. Namun, periode 2000-2010, laju itu menurun tajam menjadi 1,42 persen. Berbeda dengan Jakarta, pertumbuhan penduduk di wilayah pinggiran Jakarta cenderung tinggi. Selama 2005-2010, angka pertumbuhan penduduk di wilayah administrasi di Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi berkisar antara 2 persen dan 5,5 persen. Disarikan dari internasional.kompas.com edisi 12 September 2011, diakses 6 Januari 2014, 05.30 WIB PERTANYAAN 1. Apa fenomena kependudukan yang kamu amati dari artikel di atas? 2. Dimana fenomena kependudukan dalam artikel tersebut terjadi? 3. Mengapa fenomena kependudukan dalam artikel tersebut terjadi? 4. Kapan fenomena kependudukan dalam artikel tersebut terjadi? 5. Siapa yang terlibat dalam fenomena kependudukan dalam artikel tersebut terjadi? 6. Bagaimana penyelesaian permasalahan fenomena kependudukan dalam artikel tersebut terjadi?

1

0.0

Jawaban terverifikasi