Urutkan
Maria U
06 November 2022 14:57
2
Maria U
06 November 2022 14:56
1
Novia S
05 November 2022 13:09
1
Novia S
05 November 2022 12:03
2
04 November 2022 16:33
5
Yumi Y
04 November 2022 13:12
11
Di bawah ini yang tidak disampaikan dalam argumentasi adalah ....
1
4.0
Bacalah paragraf berikut!
1) Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, meminta industri moda angkutan udara memperhatikan kelangsongan industri pariwisata dan perhotelan dalam perumusan harga tiket. 2) Menurutnya, industri hotel dan restoran termasuk bagian dari rantai industri pariwisata yang di dalamnya termasuk industri angkutan udara. 3) Akibat kebijakan kenaikan harga tiket beberapa waktu lalu menyebabkan okupansi hotel turun hingga 40% di beberapa tujuan wisata. 4) Selain itu, secara nasional okupansi hotel juga turun 5—10% menjadi 50—55% dibandingkan tahun lalu 60—65%. 5) Jumlah kamar hotel berbintang pada tahun lalu mencapai 350 ribu kamar dan nonbintang 310 ribu kamar. 6) Hal itu naik 25 ribu kamar atau 7,7% dibanding 2017.
Disadur dari: http://mediaindonesia.com/Fead/detail/216279industri-perhotelan-terpukul-tiket-pesawat. diunduh 10 Februari 2019
Opini dalam kutipan teks tersebut terdapat pada angka ....
1
5.0
Perhatikan tajuk rencana berikut!
Keberadaan infrastruktur suatu daerah bertalian erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah itu. Jika infrastrukturnya mumpuni, daerah tersebut akan menjadi magnet luar bisa kuat untuk mendatangkan investasi. Sementara itu, daerah dengan kondisi infrastruktur yang buruk akan kesulitan mendatangkan modal segar investasi. Alih-alih menghadirkan investasi baru, pemodal lama dapat berhenti dan tidak lagi lanjut berinvestasi. Konsekuensi dari infrastruktur yag buruk adalah perekonomian yang tidak tumbuh dengan baik. Dampaknya, upaya peningkatan kesejateraan dan kemakmuran bagi masyarakat daerah tersebut akan makin sulit.
Kita patut mengapresiasi upaya Pemerintah saat ini yang membangun berbagai infrastruktur vital di Lampung. Kita berharap keberadaan berbagai proyek strategis nasional dapat menjadi daya pikat datangnya investasi. Pertumbuhan ekonomi di Lampung tiga tahun terakhiri termasuk kategori baik. Badan Pusat Statistik (BPS) ampung menyebutkan pada tahun 2016 pertumbuh ekonomi Lampung pada skala 5,14 meningkat pada 2017, yaitu 6,16 dan 2018 mencapai 5,25. Hasil itu patut dibanggakan karena angkanya di atas rata-rata nasional sebesar 5,17% dan Sumatra 4,46%. Capaian membuat laju produk domestik regional bruto (PDB) Bumi Ruwa Jurai terbaik kedua di Sumatra dibawah Sumatra Selatan (6,04%).
Amat rasional jika kita berharap pada tahun 20i9 ini laju pertumbuhan ekonomi Lampung dapat jauh lebih baik dari tahun lalu. Pada tahun ini beberapa infrastruktur vital yang dibangun Pemerintah Pusat dapat mulai beroperasi. Tahun ini dapat dipastikan Jalan Tol Trans—Sumatra (JTTS) dari Bakaueni—Terbanggibesar (140,9 km); Terbanggibesar-pematangpanggang (100 km) beroperasi. Aktivitas ini tentu akan memicu mobilitas barang dan jasa meningkat pesat. Divisi Pengembangan Bisnis dan Investasi Hutama Karya selaku pengelola tol menargetkan 700 pengembangan wilayah rest area JTTS diperuntukkan dan diisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang ingin membuka usaha.
Selanjutnya, tugas pemerintah daerah di Provinsi Lampung terutama yang dilintasi atau berdekatan dengan jalur tol untuk bersiap diri membangun pusat-pusat ekonomi kreatif, kuliner, hingga pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Tidak kalah penting adalah memperkuat sektor pertanian Lampung yang selama ini menjadi salah satu pilar penopang ekonomi Lampung. Keberadaan tol juga membuka peluang komoditas pertanian Lampung merambah pasar di luar Lampung.
Jangan sampai pascaberoperasinya JTTS, dampak dari manisnya infrastruktur tol itu hanya dinikmati segelintir orang. Lebih celaka Iagi jika Lampung hanya menjadi wilayah perlintasan dan masyarakatnya hanya menjadi penonton saja. Oleh karena itu, patut kita ingatkan sekali Iagi bahwa keberadaan JTTS bukanlah akhir atau puncak dari pembangunan Lampung. ToI seharusnya menjadi titik tumpuan baru agar pertumbuhan ekonomi Lampung dapat melesat lebih tinggi dari periode sebelumnya.
Disadur dari: http://www.lampost.co/bita-infrastruktur-untukpertumbuhan.html, diunduh Februari 2019
Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf ketiga tajuk rencana tersebut adalah ....
1
5.0
Perhatikan tajuk rencana berikut!
Keberadaan infrastruktur suatu daerah bertalian erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah itu. Jika infrastrukturnya mumpuni, daerah tersebut akan menjadi magnet luar bisa kuat untuk mendatangkan investasi. Sementara itu, daerah dengan kondisi infrastruktur yang buruk akan kesulitan mendatangkan modal segar investasi. Alih-alih menghadirkan investasi baru, pemodal lama dapat berhenti dan tidak lagi lanjut berinvestasi. Konsekuensi dari infrastruktur yag buruk adalah perekonomian yang tidak tumbuh dengan baik. Dampaknya, upaya peningkatan kesejateraan dan kemakmuran bagi masyarakat daerah tersebut akan makin sulit.
Kita patut mengapresiasi upaya Pemerintah saat ini yang membangun berbagai infrastruktur vital di Lampung. Kita berharap keberadaan berbagai proyek strategis nasional dapat menjadi daya pikat datangnya investasi. Pertumbuhan ekonomi di Lampung tiga tahun terakhiri termasuk kategori baik. Badan Pusat Statistik (BPS) ampung menyebutkan pada tahun 2016 pertumbuh ekonomi Lampung pada skala 5,14 meningkat pada 2017, yaitu 6,16 dan 2018 mencapai 5,25. Hasil itu patut dibanggakan karena angkanya di atas rata-rata nasional sebesar 5,17% dan Sumatra 4,46%. Capaian membuat laju produk domestik regional bruto (PDB) Bumi Ruwa Jurai terbaik kedua di Sumatra dibawah Sumatra Selatan (6,04%).
Amat rasional jika kita berharap pada tahun 20i9 ini laju pertumbuhan ekonomi Lampung dapat jauh lebih baik dari tahun lalu. Pada tahun ini beberapa infrastruktur vital yang dibangun Pemerintah Pusat dapat mulai beroperasi. Tahun ini dapat dipastikan Jalan Tol Trans—Sumatra (JTTS) dari Bakaueni—Terbanggibesar (140,9 km); Terbanggibesar-pematangpanggang (100 km) beroperasi. Aktivitas ini tentu akan memicu mobilitas barang dan jasa meningkat pesat. Divisi Pengembangan Bisnis dan Investasi Hutama Karya selaku pengelola tol menargetkan 700 pengembangan wilayah rest area JTTS diperuntukkan dan diisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang ingin membuka usaha.
Selanjutnya, tugas pemerintah daerah di Provinsi Lampung terutama yang dilintasi atau berdekatan dengan jalur tol untuk bersiap diri membangun pusat-pusat ekonomi kreatif, kuliner, hingga pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Tidak kalah penting adalah memperkuat sektor pertanian Lampung yang selama ini menjadi salah satu pilar penopang ekonomi Lampung. Keberadaan tol juga membuka peluang komoditas pertanian Lampung merambah pasar di luar Lampung.
Jangan sampai pascaberoperasinya JTTS, dampak dari manisnya infrastruktur tol itu hanya dinikmati segelintir orang. Lebih celaka Iagi jika Lampung hanya menjadi wilayah perlintasan dan masyarakatnya hanya menjadi penonton saja. Oleh karena itu, patut kita ingatkan sekali Iagi bahwa keberadaan JTTS bukanlah akhir atau puncak dari pembangunan Lampung. ToI seharusnya menjadi titik tumpuan baru agar pertumbuhan ekonomi Lampung dapat melesat lebih tinggi dari periode sebelumnya.
Disadur dari: http://www.lampost.co/bita-infrastruktur-untukpertumbuhan.html, diunduh Februari 2019
Ide pokok paragraf kedua tajuk rencana tersebut adalah ....
2
3.5
Struktur bagian isi terdapat pada kalimat ….
2
3.0
Tulisan di majalah atau koran disebut ....
1
5.0
Makna istilah globalisasi pada kutipan teks eksposisi tersebut adalah ....
1
5.0
Gagasan utama paragraf keempat dalam teks eksposisi tersebut adalah ....
6
5.0
Berikut ini termasuk bagian yang ada dalam teks anekdot, kecuali….
1
3.4
Jelaskan kriteria teks cerita sejarah fiksi!
1
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia