Urutkan
Riania A
02 Agustus 2023 14:29

4
Thabitamd T
02 Agustus 2023 11:57
1
Anisa A
02 Agustus 2023 11:17

1
Wulan L
02 Agustus 2023 10:21
1
Arva R
02 Agustus 2023 07:09
1
Cinta A
02 Agustus 2023 03:41
2
Aliya R
01 Agustus 2023 13:50
6
Bacalah kutipan puisi berlkut!
Sebuah jaket berlumur darah
kita semua menatapmu
telah berbagi duka yang agung
dalam kepedihan bertahun-tahun
(Taufiq Ismail)
Kalimat prosa yang sesuai dengan isi puisi tersebut adalah ...
5
4.4
Kalimat-kalimat berikut ini yang bukan merupakan kalimat ambigu, adalah ….
1
4.3
Cermati petunjuk kerja berikut!
Petunjuk mengoperasikan komputer:
Urutan yang tepat untuk teks petunjuk kerja tersebut adalah ....
1
4.8
Penggalan teks resensi tersebut mengungkapkan ....
1
4.0
Penulisan nama dan gelar yang tepat adalah....
1
4.7
Setelah membaca kedua penggalan teks cerpen di atas, perbandingan kaidah kebahasaan berupa majas atau gaya bahasa yang terdapat dalam kutipan cerpen di atas adalah ...
3
4.6
Cermatilah penggalan novel berikut ini!
Kemudian Pak Balam menutup matanya kembali, dan memandang mencari muka Wak Katok, dan ketika padangan mereka bertaut, Pak Balam berkata kepada Wak Katok, "Akuilah dosa-dosamu, Wak Katok, dan sujudlah ke hadirat Tuhan, mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun, akuilah dosa-dosamu, juga kalian, supaya kalian dapat selamat keluar dari rimba ini, terjauh dari rimba ini, terjauh dari bahaya yang dibawa harimau... biarlah aku yang jadi korban..." (Harimau-harimau, Muctar Lubis)
Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ...
3
4.5
Bacalah penggalan cerpen di bawah ini!
Waktu Holil anak Haji Zainuri sunat, aku masih amat kecil. Di kotaku belum ada listrik. Apalagi radio dan bioskop. Hiburan satu-satunya bagi anak-anak kecil di waktu sore ialah orang memasang lampu petromaks yang dikerek di setiap perempatan jalan dan memburu-buru gangsir atau laron bilamana musimnya tiba. (Cerpen "Sunat" oleh Jajak M.D.)
Nilai paling dominan yang ditunjukkan dari kutipan cerpen di atas yaitu ...
6
4.8
Kutipan artikel berikut untuk soal nomor 1—5.
Mencipta Lebih Banyak Unicorn
Istilah unicorn tiba-tiba populer. Sebagian besar masyarakat belum tahu istilah unicorn. Istilah ini merujuk pada perusahaan rintisan (startup) yang telah memiliki aset di atas satu miliar dolar AS; Jadi, tidak banyak perusahaan yang bisa menyandang status unicorn. Di dunia ada sembilan unicorn, empat di antaranya di Indonesia yaitu GO-JEK, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.
Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan akan menciptakan lebih banyak unicorn. Namun, ambisi tersebut tidak mudah. Di Indonesia masih kekurangan wirausaha, apalagi kategori unicorn. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2018, hanya terdapat 3,1 persen wirausaha di Indonesia. Walaupun melebihi standar intemasional, yaitu 2 persen, angka ini masih jauh di bawah Malaysia (5 persen) dan Singapura (7 persen).
Ada beberapa faktor yang memengaruhi jumlah wirausaha di Indonesia yang belum banyak. Salah satu faktor tersebut adalah sulitnya memulai usaha. Dalam Indeks Kemudahan Berbisnis Bank Dunia, Indonesia menempati posisi ke-72 dari 190 negara pada tahun 2018.
Untuk menciptakan unicorn baru diperlukan beberapa faktor. Faktor tersebut adalah sumber daya manusia (SDM). Selain SDM, faktor lain yang memengaruhi penciptaan unicorn baru adalah infrastruktur telekomunikasi (tol langit) yang melengkapi tol darat dan laut. Tol langit adalah pembangunan serat optik sepanjang 36.000 kilometer. Pembangunan serat optik kemudian dibagi-bagi dalam lingkar-lingkar kecil per wilayah yang kemudian dikenal dengan nama Palapa Ring (PR).
Menciptakan unicorn tidaklah mudah. Unicorn membutuhkan jumlah wirausaha yang banyak. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia menciptakan sumber daya manusia dan melengkapi infrastruktur telekomunikasi agar tercipta unicorn baru.
Disadur dari: http://www.koran-jakarta,com/mencipta-lebih-banyak-unicorn/, diunduh 26 Februari 2019
lde pokok paragraf pertama adalah ...
1
4.2
Perhatikan teks berikut!
Dengan diantar oleh Pak Lurah dan banyak di antaranya penduduk, mereka berkumpul di pinggir desa. Di sana, dalam upacara singkat, Acep diturunkan ke liang kubur. Kemudian, semua mata tertuju kepada sosok tubuh Sersan Kasim yang berjongkok di hadapan pusara kecil yang baru ditimbun, Kepalanya terkulai, menunduk.
(Sungai, Nugroho Notosutanto)
Peristiwa yang dialami tokoh utama dalam cerpen tersebut menggambarkan ....
6
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia