Urutkan
Kembang Jepun yang pemah dimuat sebagai cerita bersambung di Surabaya Pos tahun 1990- 1991 merupakan epik panjang. Simpul yang disodorkan pengarang melalui ceritanya adalah tentang kemurnian cinta yang pada zaman modem, orang tidak atau sedikit yang menghargai cinta.
Kutipan resensi tersebut berisi tentang....
2
0.0
Sejauh ini, para pengamat sastra Indonesia selalu menempatkan novel Belenggu sebagai novel terpenting sebelum perang. Sejak kemunculan yang pertama, pada tahun 1940, novel ini banyak memperoleh berbagai tanggapan dan pujian. Semula, novel ini ditolak oleh penerbit Balai Pustaka karena isinya dianggap tidak sesuai dengan kebijakan Balai Pustaka. Baru pada tahun 1940, penerbit Dian Rakyat, milik Sutan Takdir Alisjahbana, menerbitkan novel ini dan ternyata mendapat sambutan yang baik dari berbagai kalangan. Novel ini juga dipandang sebagai novel pertama Indonesia yang menampilkan gaya arus kesadaran.
Uraian resensi tersebut menampilkan bagian ....
1
5.0
Bacalah teks berikut!
Terumbu karang adalah ekosistem bawah laut yang terdiri atas sekelompok binatang karang yang membentuk struktur kalsium karbonat, semacam batu kapur. Binatang karang terlihat seperti tanaman, padahal sebenarnya karang merupakan sekumpulan hewan-hewan kecil yang bernama polip. Terdapat dua macam karang, yakni karang keras dan karang lunak. Karang keras hidup bersimbiosis dengan alga bernama zooxanthellae. Karang jenis ini hidup di perairan dangkal. Di perairan dangkal sinar matahari bisa menembus dengan baik karena zooxanthellae memperoleh energi dengan proses fotosintesis . Karang keras membentuk struktur terumbu dan memiliki tubuh yang keras seperti batu. Karang lunak tidak bersimbiosis dengan alga, bentuknya seperti tanaman. Karang jenis ini bisa hidup di perairan dangkal maupun perairan yang lebih dalam.
Polip merupakan, binatang kecil yang menyerupai karung. Di bibir tubuhnya memiliki tentakel untuk menarik dan menangkap mangsa. Makanan polip adalah plankton yang terbawa arus laut. Polip menyerap kalsium karbonat dari air laut dan mengeluarkannya dalam bentuk struktur kapur yang keras untuk melindungi tubuhnya yang lunak.
Ekosistem terumbu karang merupakan habitat hidup sejumlah spesies binatang laut, tempat pemijahan, peneluran, dan pembesaran anak-anak ikan. Dalam ekosistem ini terdapat banyak makanan bagi ikan-ikan kecil dan ikan-ikan kecil tersebut merupakan mangsa bagi predator yang lebih besar. Ekosistem ini menjadi habitat hidup berbagai satwa laut. Terumbu karang bersama-sama hutan mangrove merupakan ekosistem penting yang menjadi gudang keanekaragaman hayati di laut. Dari sisi keanekaragaman hayati, terumbu karang disebut-sebut sebagai hutan tropis di lautan.
(Disadur dari: https ://jurnalbumi.com/knol/terumbu-karang/, diunduh 12 September 2018)
Simpulan yang sesuai dengan teks laporan hasil observasi tersebut adalah....
3
3.0
Bacalah teks berikut!
Garis pantai merupakan garis yang membagi daratan dari lautan. Garis pantai merupakan lingkungan geologi yang unik komposisinya dan mengalami proses fisik yang memengaruhi pembentukan pantai. Dari beberapa jenis pantai, yaitu pantai berpasir, kerikil, dan berlumpur, yang termasuk jenis pantai labil adalah pantai yang berpasir dan berlumpur. Faktor yang memengaruhi perubahan garis pantai tersebut adalah pengaruh gelombang, arus, pasang surut, dan angin yang menghantam pantai tersebut secara terus-menerus. Hantaman angin yang terus menerus tersebut pada akhirnya menyebabkan perubahan profil pantai.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan garis pantai, antara lain gelombang, sifat bagian daratan yang mendapat pengaruh proses-proses marin, perubaban relatif ketinggian muka laut, sebab alami yang lain, dan pengaruh manusia. Gelombang laut merupakan faktor utama pengikis daratan pantai. Namun, pengikisan garis pantai juga dipengaruhi oleh jenis batuan dan daya tahan batuan, struktur batuan, stabilitas pantai, kedalaman laut di depan pantai, serta sedikit dan besarnya materi-materi pengikis gelombang.
Secara alami, pantai berfungsi sebagai pertahanan alami (natural coastal defence) terhadap hempasan gelombang. Akumulasi sedimen di pantai menyerap dan memantulkan energi yang berasal dari gelombang. Apabila seluruh energi gelombang terserap, pantai dalam kondisi seimbang. Sebaliknya, jika pantai berada pada kondisi tidak seimbang, muncul proses eroasi dan akresi pantai yang selanjutnya menyebabkan kerusakan garis pantai.
(Disadur dari: Nurin Hidayati, Dinamika Pantai, Malang, UB Press, 2017)
Kalimat simpleks yang terdapat dalam teks laporan hasil observasi tersebut adalah….
10
0.0
Bacalah bacaan berikut!
1) Ikan blue marlin merupakan ikan besar yang cepat dan terkenal di dunia. 2) Sesuai dengan namanya, tubuh ikan ini berwarna biru dan putih keperakan. 3) Tombak pada ikan ini membuatnya mudah dikenali di lautan yang luas. 4) lkan blue marlin betina dapat tumbuh hingga 14 kaki atau sekitar 4,3 meter. 5) Berat ikan blue marlin bisa mencapai 900 kg.
Kalimat definisi dalam teks laporan hasil observasi tersebut ditunjukkan oleh angka....
1
3.0
Jelaskan tahapan alur yang lengkap dalam pembuatan teks cerita sejarah!
2
1.0
Jelaskan tujuan membaca intensif!
2
0.0
Jelaskan pemakaian sudut pandang orang ketiga dalam teks cerita sejarah!
1
0.0
Bacalah teks berikut!
Abrasi Pantai
Abrasi merupakan istilah untuk menggambarkan pengikisan daerah pantai yang terjadi karena gelombang dan arus laut destruktif. Pengikisan tersebut menyebabkan berkurangnya daerah pantai mulai dari yang paling dekat dengan air laut karena menjadi sasaran pertama pengikisan. Jika dibiarkan, abrasi akan terus menggerogoti bagian pantai sehingga air laut akan menggenangi daerah permukiman ataupun objek wisata pantai.
Abrasi pantai disebabkan oleb beberapa faktor, di antaranya adalah pasang surut air laut, angin di atas lautan yang menghasilkan gelombang, serta arus laut yang berkekuatan merusak. Proses abrasi yang paling dominan disebabkan oleh kinerja gelombang laut. Abrasi sebenarnya sudah dimulai di daerah pinggiran muara sungai pada saat terjadi pasang-surut muka laut. Kemudian, abrasi terjadi semakin besar menuju daerah muara sungai, daerah teluk, dan daerah tebing yang curam.
Abrasi boleh dikatakan sebagai suatu kejadian alam yang bersifat merusak. Sifat merusak ini akan meningkat apabila telah terjadi campur tangan manusia. Campur tangan manusia dapat terlihat secara langsung dan tidak langsung dalam fenomena abrasi pantai. Campur tangan tersebut misalnya mengubah pemanfaatan lahan yang semua merupakan hutan menjadi lahan perkebunan, melakukan penambangan dengan sistem tambang permukaan, mengeruk pasir sungai dan pasir pantai, dan memanfaatkan sungai sebagai arena lomba kapal cepat.
(Dlsadur dari: Sukandarnurnidi, Bencana Alam dan Bencana Anthropogene, Yogyakarta, Kanisius, 2010)
Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi laporan hasil observasi tersebut adalah....
1
0.0
Bacalah teks berikut!
Abrasi Pantai
Abrasi merupakan istilah untuk menggambarkan pengikisan daerah pantai yang terjadi karena gelombang dan arus laut destruktif. Pengikisan tersebut menyebabkan berkurangnya daerah pantai mulai dari yang paling dekat dengan air laut karena menjadi sasaran pertama pengikisan. Jika dibiarkan, abrasi akan terus menggerogoti bagian pantai sehingga air laut akan menggenangi daerah permukiman ataupun objek wisata pantai.
Abrasi pantai disebabkan oleb beberapa faktor, di antaranya adalah pasang surut air laut, angin di atas lautan yang menghasilkan gelombang, serta arus laut yang berkekuatan merusak. Proses abrasi yang paling dominan disebabkan oleh kinerja gelombang laut. Abrasi sebenarnya sudah dimulai di daerah pinggiran muara sungai pada saat terjadi pasang-surut muka laut. Kemudian, abrasi terjadi semakin besar menuju daerah muara sungai, daerah teluk, dan daerah tebing yang curam.
Abrasi boleh dikatakan sebagai suatu kejadian alam yang bersifat merusak. Sifat merusak ini akan meningkat apabila telah terjadi campur tangan manusia. Campur tangan manusia dapat terlihat secara langsung dan tidak langsung dalam fenomena abrasi pantai. Campur tangan tersebut misalnya mengubah pemanfaatan lahan yang semua merupakan hutan menjadi lahan perkebunan, melakukan penambangan dengan sistem tambang permukaan, mengeruk pasir sungai dan pasir pantai, dan memanfaatkan sungai sebagai arena lomba kapal cepat.
(Dlsadur dari: Sukandarnurnidi, Bencana Alam dan Bencana Anthropogene, Yogyakarta, Kanisius, 2010)
Kalimat definisi dalam teks laporan hasil observasi tersebut terdapat dalam pernyataan.…
1
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia