Urutkan
Berikut ini yang bukan merupakan bagian dari karangan deskripsi tentang Pantai Sanur di Bali adalah ....
1
0.0
Perhatikan teks di bawah ini!
(1) Jika anda berkunjung ke Bunaken, Anda dapat menikmati keindahan taman dasar laut. (2) Di Bunaken juga terdapat beberapa jenis hewan langka. (3) Salah satu hewan langka yang ada di sana yaitu kima. (4) Kima merupakan kerang terbesar di dunia. (5) Panjangnya bisa mencapai satu meter.
Hubungan contoh pada paragraf tersebut ditunjukan oleh kalimat ....
1
0.0
Berlatihlah membacakan puisi tersebut dengan memperhatikan vokal, ekspresi, dan intonasi!
Doa
(Karya Amir Hamzah)
Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita,
kekasihku?
Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama
meningkat naik, setelah menghalaukan panas payah terik.
Angin malam mengembus lemah, menyejuk badan,
melambung rasa menayang pikir, membawa angan
ke bawah kursimu.
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang
memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka rnenunggu kasihmu, bagai sedap
malam menyirak kelopak.
Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi
dadaku dengan cahayamu, biar bersinar mataku sendu,
biar berbinar gelakku rayu!
1
5.0
Apakah yang menunjukkan bahwa teks eksplanasi merupakan salah satu jenis teks nonfiksi?
3
0.0
Pilihlah jawaban yang tepat!
Andra: "Selamat siang."
Indra: "Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?"
Andra: "Apakah ini rumah Pak Indra?"
Indra: "Betul. Saya Pak Indra."
Andra: "Perkenalkan, nama saya Andra. Saya membaca iklan di Kedaulatan Warga kemarin. Saya bermaksud menyewa mobil Pak Indra untuk berwisata di Kota Yogyakarta. Kalau boleh tahu, berapa harga yang ditawarkan untuk sewa mobil selama 24 jam, Pak?"
Indra: "Tujuh ratus lima puluh ribu, Mas. Sudah termasuk sopir dan bahan bakar."
Andra: "Tidak boleh kurang, Pak?"
Indra: "Sudah murah itu, Mas."
Andra: "Bagaimana kalau tujuh ratus ribu, Pak?"
Indra: "Ya sudah. Tidak apa-apa. Hitung-hitung harga perkenalan."
Andra: "Baik, Pak. Ini uangnya. Saya ambil mobil- nya besok pagi pukul 6."
Indra: "Baik. Nanti saya siapkan mobilnya."
Andra: "Kalau begitu, saya pamit dulu, Pak."
Indra: "Silakan. Hati-hati di jalan."
Andra: "Selamat siang."
Indra: "Selamat siang."
Seorang negosiator harus bersikap ....
4
0.0
Sebutkan ciri-ciri teks eksplanasi!
0
0.0
Sebutkan contoh-contoh dari fenomena alam dan sosial dalam teks eksplanasi!
0
0.0
Termasuk jenis apakah teks eksplanasi?
0
0.0
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Dimnah Mengajak Syatrabah
Menghadap Raja Singa
Maka sejak hari itu duduklah Dimnah dekat Raja Singa menjadi kepercayaannya. Pada suatu hari berdatang sembah Dimnah kepada raja,
"Ampun, Tuanku, patik lihat Tuanku sudah lama diam saja dalam rumah tiada keluar-keluar. Apakah gerangan yang jadi sebab maka demikian?"
Belum habis perkataannya diucapkannya, tiba-tiba kedengaranlah lenguh Syatrabah. Raja Singa pun terkejut, tetapi tiada ia berkata apa-apa kepada Dimnah. Sungguhpun demikian, Dimnah telah melihat bahwa raja ketakutan mendengar suara itu. Maka bertanya Dimnah,
"Ampun, Tuanku, adakah suatu itu agakriya yang menjadi pikiran bagi Tuanku?"
"Benar, hai Dimnah," jawab Raja Singa, "Tiada yang kupikirkan melainkan suara itulah jua."
Ketika itu berkatalah Dimnah,
"Sesungguhnya tiadalah gunanya suara itu menjadi pikiran bagi Tuanku. Orang pandai-pandai berkata, tidak semua yang besar suaranya harus ditakuti. Sudahkah Tuanku mendengar cerita srigala dengan sebuah tabuh?"
"Ceritakanlah, hai Dimnah, supaya kudengar!"
"Pada suatu hari sedang seekor srigala berjalan-jalan mencari makanan, nampak olehnya sebuah tabuh tergantung pada dahan sepohon kayu. Tiap-tiap angin bertiup tubuh itu kena pukul oleh ranting-ranting kayu, dan terdengarlah suaranya yang besar. Mendengar bunyinya terkejutlah srigala, dan seketika diketahuinya bahwa yang bersuara itu tiada lain tabuh itulah jua, tumbuhlah harapnya. Sangkanya tentulah banyak dagingnya, dan dapatlah ia makan besar. Maka dilompati tabuh itu, dan setelah jatuh dikoyakkannya kulitnya dengan giginya. Akan tetapi alangkah tercengangnya ketika dilihatnya bahwa di dalamnya kosong, suatu pun tiada isinya. Oleh sebab itu, jika Tuanku izinkan, biarlah patik pergi memeriksanya sendiri, dan tinggallah Tuanku di sini sampai patik kembali."
Mendengar kata Dimnah sukalah hati Raja Singa, dan diberinyalah izin Dimnah pergi.
(Dikutip dari: Baidaba, Hikayat Kalilah dan Dimnah, Jakarta, Balai Pustaka, 2011)
Ubahlah cerita hikayat tersebut ke dalam bentuk cerpen!
3
1.0
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Dimnah Mengajak Syatrabah
Menghadap Raja Singa
Maka sejak hari itu duduklah Dimnah dekat Raja Singa menjadi kepercayaannya. Pada suatu hari berdatang sembah Dimnah kepada raja,
"Ampun, Tuanku, patik lihat Tuanku sudah lama diam saja dalam rumah tiada keluar-keluar. Apakah gerangan yang jadi sebab maka demikian?"
Belum habis perkataannya diucapkannya, tiba-tiba kedengaranlah lenguh Syatrabah. Raja Singa pun terkejut, tetapi tiada ia berkata apa-apa kepada Dimnah. Sungguhpun demikian, Dimnah telah melihat bahwa raja ketakutan mendengar suara itu. Maka bertanya Dimnah.
"Ampun, Tuanku, adakah suatu itu agaknya yang menjadi pikiran bagi Tuanku?"
"Benar, hai Dimnah," jawab Raja Singa, "Tiada yang kupikirkan melainkan suara itulah jua."
Ketika itu berkatalah Dimnah,
"Sesungguhnya tiadalah gunanya suara itu menjadi pikiran bagi Tuanku. Orang pandai-pandai berkata, tidak semua yang besar suaranya harus ditakuti. Sudahkah Tuanku mendengar cerita srigala dengan sebuah tabuh?"
"Ceritakanlah, hai Dimnah, supaya kudengar!"
"Pada suatu hari sedang seekor srigala berjalan-jalan mencari makanan, nampak olehnya sebuah tabuh tergantung pada dahan sepohon kayu. Tiap-tiap angin bertiup tubuh itu kena pukul oleh ranting-ranting kayu, dan terdengarlah suaranya yang besar. Mendengar bunyinya terkejutlah srigala, dan seketika diketahuinya bahwa yang bersuara itu tiada lain tabuh itulah jua, tumbuhlah harapnya. Sangkanya tentulah banyak dagingnya, dan dapatlah ia makan besar. Maka dilompati tabuh itu, dan setelah jatuh dikoyakkannya kulitnya dengan giginya. Akan tetapi alangkah tercengangnya ketika dilihatnya bahwa di dalamnya kosong, suatu pun tiada isinya. Oleh sebab itu, jika Tuanku izinkan, biarlah patik pergi memeriksanya sendiri, dan tinggallah Tuanku di sini sampai patik kembali."
Mendengar kata Dimnah sukalah hati Raja Singa, dan diberinyalah izin Dimnah pergi.
(Dikutip dari: Baidaba, Hikayat Kalilah dan Dimnah, Jakarta, Balai Pustaka, 2011)
Carilah kata-kata arkais di dalamnya beserta makna kamusnya!
4
0.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia