Urutkan
Lena sudah berkali-kali ditanya oleh orang tuanya, kapan ia akan menikah. Untuk … tekanan dari orang tuanya itu, Lena akhirnya berterus terang bahwa sebenarnya ia ingin … diri dengan menjadi biarawati. Akan tetapi, orang tuanya … pengakuan Lena sebagai upaya Lena menolak lamaran Robert.
Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….
1
0.0
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan kepada siswa SMA Indonesia Raya saat mereka mengikuti upacara bendera, semua siswa memakai sepatu hitam dan kaos kaki putih. Pakaian mereka putih-putih dan kemeja dimasukkan ke dalam celana atau rok, memakai ikat pinggang hitam. Pakaian mereka dilengkapi lagi dengan dasi dan topi abu-abu. Dapat dikatakan bahwa siswa SMA Indonesia Raya ….
Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang pada paragraf generalisasi tersebut adalah ....
1
0.0
Gelombang
Gelombang itu telah berhasil menenggelamkan kapal tua
Semua isinya telah tertumpah ke laut
Di atas papan orang-oran berenang
Ingin menyelamatkan diri
Nahkoda kapal yang berpuluh tahun memegang kendali kapal itu
Kini terantuk karang, tubuhnya
Namun tidak juga mati
(Eko Yepe)
Maksud isi larik pertama puisi tersebut adalah ....
1
0.0
Gelombang
Gelombang itu telah berhasil menenggelamkan kapal tua
Semua isinya telah tertumpah ke laut
Di atas papan orang-oran berenang
Ingin menyelamatkan diri
Nahkoda kapal yang berpuluh tahun memegang kendali kapal itu
Kini terantuk karang, tubuhnya
Namun tidak juga mati
(Eko Yepe)
Makna lambang kata "kapal" dalam puisi tersebut adalah ....
1
0.0
Perempuan tua : "Sabarlah, ia masih sakit"
Satilawati : "Betul ia sakit? Sakit turunan?"
Perempuan tua : "Tidak. Tapi dia memang sakit. Itu perbuatan Kartili"
Satilawati : "Nenek!"
Perempuan tua : "Kartili yang berbuat, ia ingin merampas engkau dari Ishak."
Satilawati : "Mungkinkah ia berbuat itu?"
Perempuan tua : "Mungkin. Tapi, sudahlah."
(Kejahatan Membalas Dendam dengan penyesuaian, Idrus)
Konflik yang ada dalam kutipan tersebut adalah ...
1
0.0
Perempuan tua : "Sabarlah, ia masih sakit"
Satilawati : "Betul ia sakit? Sakit turunan?"
Perempuan tua : "Tidak. Tapi dia memang sakit. Itu perbuatan Kartili"
Satilawati : "Nenek!"
Perempuan tua : "Kartili yang berbuat, ia ingin merampas engkau dari Ishak."
Satilawati : "Mungkinkah ia berbuat itu?"
Perempuan tua : "Mungkin. Tapi, sudahlah."
(Kejahatan Membalas Dendam dengan penyesuaian, Idrus)
Watak tokoh Kartili dalam kutipan tersebut adalah ...
1
0.0
Sekalipun miskin, Sandat selalu mananamkan kepercayaan diri yang besar pada Cenana, anak semata wayangnya. "Hidup selalu berubah. Kau boleh banyak punya impian. kita tahu bahwa kita masih hidup, masih beruntung. Tapi jangan pernah memaksakan semua mimpimu jadi kenyataan. Kejarlah yang kira-kira bisa kau capai saja. Ah, kau makin besar, sehat, dan cantik."
(Perempuan-perempuan Matahari, Oka Rusmini)
Watak tokoh Sandat dalam kutipan tersebut adalah ...
2
5.0
Sekalipun miskin, Sandat selalu mananamkan kepercayaan diri yang besar pada Cenana, anak semata wayangnya. "Hidup selalu berubah. Kau boleh banyak punya impian. kita tahu bahwa kita masih hidup, masih beruntung. Tapi jangan pernah memaksakan semua mimpimu jadi kenyataan. Kejarlah yang kira-kira bisa kau capai saja. Ah, kau makin besar, sehat, dan cantik."
(Perempuan-perempuan Matahari, Oka Rusmini)
Amanat kutipan tersebut adalah ...
2
5.0
"Kalau kamu tetap saja mau bersikeras dengan cita-citamu, terserahlah!" teriak saya.
Taksu balas memandang tajam.
"Bapak tidak akan bisa memaksa saya."
"Tidak? Kenapa tidak?"
"Sebab jadi guru akan dikenang. Jasadnya bisa saja busuk lalu lenyap. Tapi, apa yang diajarkannya tetap abadi. Bahkan, bertumbuh, berkembang, dan memberi inspirasi di masa yang akan datang. Jasa guru tidak bisa mati, Pak."
Saya tercengang.
(Guru, Putu Wijaya)
Nilai pendidikan pada kutipan cerpen yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari adalah ...
2
0.0
Setelah Raja Habsyi mendengar kata utusan itu maka baginda itu pun sangat marahnya bagai api bernyala-nyala dan seperti ular berbelit-belit seraya memandang kiri dan kanan maka baginda pun mengambil prajuritnya yang kembar itu seraya katanya, "Hai Wira Maya dan Wiro Santika, pergilah engkau segera-segeralah ke negeri Mesir, ambil olehmu Putri Siti Bagdad."
Setelah itu maka Wira Maya dan Wira Santika pun menyembah lalu berjalan ke luar kota maka lalu terbana ke udara menuju negeri Mesir. Maka tiadalah tersebut lagi di jalan maka segeralah ia sampai. Maka Wira Maya dan Wira Santikapun masuk ke dalam puri pada ketika tengah malam ia membaca aji halimunan dan sirap. Maka orang dalam puri pun tidurlah seperti akan mati, tiadalah khabarkan lagi dari pada sebab kena sirap Wira Maya dan Wira Santika itu. Maka Tuan Putri pun sangatlah tidur. Maka Wira Maya dan Wira Santika pun segeralah ia mengambil Tuan Putri itu serta dimasukkanya ke dalam peti maka lalu dibawanya terbang ke udara pulang ke negeri Habsyi.
Kemustahilan kutipan hikayat tersebut adalah ...
2
0.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia