Urutkan
Table Pendatang Ilegal di Australia Tahun 2008-2012
|
No. |
Tahun |
Jumlah |
|
|
Perahu |
Pendatang |
||
|
1 |
2008 |
7 |
197 |
|
2 |
2009 |
61 |
2.856 |
|
3 |
2010 |
135 |
6.889 |
|
4 |
2011 |
69 |
4.730 |
|
5 |
2012 |
271 |
17.086 |
Sumber :Jawa POS, 22 September 2013
Kalimat pernyataan yang sesuai dengan isi tabel tersebut adalah ....
7
0.0
|
Jam sepuluh lebih seperempat saat itu. Warung sudah buka sejak lebih, tetapi baru ada satu orang yang berkunjung. Itu pun cuma datang membawa ranting membeli gula kambing untuk dibawa pulang. Pada masa sebelum ibu datang, sekitar jam begini Murni dan Pardi biasanya sudah sibuk mencuci piring kotor, sementara Asih mulai memilah-malah uang yang memenuhi lagi dan menghitungnya. Dari balik kaca kasir Asih memandang ke teras depan. Ya, Tuhan, ibu tidak ada di situ! "Murtil Pardi lain! Ibu di mana?" Tidak ada yang tahu. Semua sibuk mencari. Di semua kamar. Di WC. Di gudang belakang. Di warung sebelah. Ibu rais. Entah ke mana. "Waktu menggoreng jerman setahu saya ibu masih di kamar mandi," kata Murni. Itu kurang lebihjam setengah sembilan. Berarti kalau ibu keluar berjalan kaki segera setelah itu, jarak yang ditempuhnya belum jauh benar. Tapi kalau nekat menumpang taksi? Keterkaitan isi kutipan cerpen tersebut dengan kehidupan saat ini adalah... |
2
0.0
Orang 1 : “Antri, Bung, ah!”
Orang 2 : “Diri di tempat panas emang kagak enak, tuan.”
Orang 3 : “Antri dong, kasian yang lain nih.”
Pemuda : “Mau apa? Berani lagi buka mulut aku hantam. Mau apa kau”
Orang 4 : “Lawan, Bung.”
Orang 3 : “Aturan, Saudara.”
(Pawai di Bawah Rembulan, S.M. Ardan)
Watak tokoh pemuda dalam penggalan naskah drama tersebut adalah ….
1
0.0
|
1
0.0
|
Ratib berpaling dan berjalan menuju pintu. Setelah pintu dibuka, Ratio berhadapan dengan seorang kakek yang sangat lusuh dan lemah. Ayah Jebris. Wajahnya sangat pasi, kedua kakinya bengkak dan bibirnya gemetar. Ratib menyalakan ayah Jebris masuk, tetapi lelaki tua itu menolak, Dia memilih berdiri di samping pintu bertelekan pada tongkatnya. Napasnya masih sangat tersengal ketika dia mulai bicara. "Nak Ratib, sudah dua hari Jebris tidak pulang. Pagi tadi ada orang melihat Jebris di kantor polisi. Dihukum." "Dihukum?" "Ya. Kalau tidak dihukum, mengapa Jebris ada di kantor polisi? Nak Ratib, kasihan si Mendel. Dia tak mau makan dan menangis minta menyusul emaknya." "Nak Ratib, aku tidak tahu harus berbuat apa." "Ya. Kakek sudah terlalu lemah. Kakek tinggal saja di rumah. Biar aku yang menyusul Jebris dan bila mungkin membawanya pulang," kata Ratib. Bibir ayah Jebris bergerak-gerak. Jakunnya turun-naik. Matanya berkaca-kaca. Tanpa sepatah kata pun yang bisa berucap, ayah Jebris pulang menyeret kedua kakinya yang sudah bengkak. Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah.... |
1
5.0
(1) Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar. (2) Alamnya indah dan buminya sangat subur. (3) Di kota itu banyak terdapat lembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan menengah maupun lembaga pendidikan tinggi, baik negeri maupun swasta. (4) Banyak pemuda yang datang ke sana untuk melanjutkan pendidikan. (5) Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, bahkan dari luar negeri.
Kalimat utama paragraf tersebut adalah ...
1
0.0
Ratib berpaling dan berjalan menuju pintu. Setelah pintu dibuka, Ratio berhadapan dengan seorang kakek yang sangat lusuh dan lemah. Ayah Jebris. Wajahnya sangat pasi, kedua kakinya bengkak dan bibirnya gemetar. Ratib menyalakan ayah Jebris masuk, tetapi lelaki tua itu menolak, Dia memilih berdiri di samping pintu bertelekan pada tongkatnya. Napasnya masih sangat tersengal ketika dia mulai bicara.
"Nak Ratib, sudah dua hari Jebris tidak pulang. Pagi tadi ada orang melihat Jebris di kantor polisi. Dihukum."
"Dihukum?"
"Ya. Kalau tidak dihukum, mengapa Jebris ada di kantor polisi? Nak Ratib, kasihan si Mendel. Dia tak mau makan dan menangis minta menyusul emaknya."
"Jadi?"
"Nak Ratib, aku tidak tahu harus berbuat apa."
"Ya. Kakek sudah terlalu lemah. Kakek tinggal saja di rumah. Biar aku yang menyusul Jebris dan bila mungkin membawanya pulang," kata Ratib.
Bibir ayah Jebris bergerak-gerak. Jakunnya turun-naik. Matanya berkaca-kaca. Tanpa sepatah kata pun yang bisa berucap, ayah Jebris pulang menyeret kedua kakinya yang sudah bengkak.
Watak tokoh Ratio dalam kutipan cerpen tersebut adalah
2
0.0
(1) Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar. (2) Alamnya indah dan buminya sangat subur. (3) Di kota itu banyak terdapat lembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan menengah maupun lembaga pendidikan tinggi, baik negeri maupun swasta. (4) Banyak pemuda yang datang ke sana untuk melanjutkan pendidikan. (5) Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, bahkan dari luar negeri.
Kalimat penjelas yang tidak padu dalam paragraf tersebut adalah...
1
1.0
Sejak masuk ormas, Bontoan kerap keluar rumah tanpa kenal waktu. Kadang pamit kadang pergi begitu saja. Apalagi menjelang pemilu. Bontoan selalu keluar rumah membawa senjata tajam. Alasannya macam- macam, tetapi lebih sering berhubungan dengan partai. Ini karena ormas Bontoan memang disewa oleh sebuah partai politik dengan tugas mengawal tokoh-tokoh partai, mengamankan kegiatan partai sekaligus menjaga atribut-atributnya. Lelaki itu bersemangat dan selalu terkesan terburu-buru, karena ormas yang dulu pernah mengeroyoknya kini disewa oleh partai politik lain, sebuah partai yang menjadi saingan dari partai yang dibela Bontoan.
Keterkaitan isi cerpen tersebut dengan kehidupan saat ini adalah...
1
0.0
(1) Kekayaan budaya Indonesia terancam punah seiring arus modernisasi yang menjelajah ke setiap pelosok. (2) Banyak warga yang meninggalkan tradisi karena tidak lagi dianggap penting dan tidak selaras dengan peradaban modern. (3) Sebagian memang telah punah, tetapi sebagian lagi masih dilestarikan atau kembali dihidupkan, antara lain lewat berbagai festival budaya yang kini banyak di temui di berbagai daerah Indonesia. (4) Seperti halnya untuk mengembalikan budaya seni ukir Asmat yang unik, pada 1982 mulai diselenggarakan lomba mengukir oleh Keuskupan Agats, Asmat. (5) Akhirnya, lomba ini berkembang menjadi Pesta Budaya Asmat yang digelar tiap tahun sebagai bentuk kerja sama pemerintah daerah dengan Keuskupan Agats.
Tujuan penulis sesuai isi paragraf tersebut adalah ....
3
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia