Urutkan
(1) Kekayaan budaya Indonesia terancam punah seiring arus modernisasi yang menjelajah ke setiap pelosok. (2) Banyak warga yang meninggalkan tradisi karena tidak lagi dianggap penting dan tidak selaras dengan peradaban modern. (3) Sebagian memang telah punah, tetapi sebagian lagi masih dilestarikan atau kembali dihidupkan, antara lain lewat berbagai festival budaya yang kini banyak di temui di berbagai daerah Indonesia. (4) Seperti halnya untuk mengembalikan budaya seni ukir Asmat yang unik, pada 1982 mulai diselenggarakan lomba mengukir oleh Keuskupan Agats, Asmat. (5) Akhirnya, lomba ini berkembang menjadi Pesta Budaya Asmat yang digelar tiap tahun sebagai bentuk kerja sama pemerintah daerah dengan Keuskupan Agats.
Kalimat simpulan dalam paragraf tersebut adalah nomor ....
3
0.0
Janganlah sampai kawan
Kesejahteraan tinggallah angan
Keadilan hanyalah khayal
Kemerdekaan kembali terjajah
Yang tersisa hanyalah kebodohan
Mari naik kapal, kawan
Jangan hanya tinggal diam
Mari bersatu ambil peranan
Buatlah perubahan
Suasana dalam puisi tersebut adalah ...
2
0.0
Kami sekeluarga berkumpul di ruang tengah. Ruang tengah bagi keluarga kami, semacam ruang sidang keluarga di atas bentangan tikar. Jika ada ajakan ayah atau ibu untuk berkumpul di ruang tengah selepas makan malam, berarti ada hal penting yang ingin diutarakan ayah. Hal penting itu, jelas mesti disepakati bersama karena megundang anggota keluarga, termasuk paman, bibi-bibi kami, dan para menantu.
Aku sudah dapat menduga-duga gerangan apa yang akan disampaikan selepas makan malam oleh ayah yang dalam hal ini sebagai si pangkal, pengundang kami. Apalagi kalau bukan soal Ratih, yang beberapa hari terakhir ini disebut-sebut ayah, dikoarkannya sebagai suatu yang teramat penting, menjadi gunjingan menarik di antara kami bersaudara.
Ratih adalah anak almarhum Aman Saka yang mati disambar petir saat membajak sawah di kala hujan setahun lalu. Sejak Pak Aman tiada, Ratih hidup bersama ibunya yang sehari-hari mencari makan dengan berjualan sayur ke Pasar Rabunan. Kami sering dengar dari Ayah, bahwa siapa pun orangnya perlu kasihan kepada Bu Nyali yang hidup menderita; susah cari makan dan kadang mesti minta ke tetangga atau ke ayah kami.
"Sebagaimana yang sudah dibayang-bayangkan olehku, untuk jelasnya kini, bagaimana kalau kita mengangkat Ratih menjadi anggota keluarga kita. Kebetulan kita tak punya anak atau saudara perempuan. Padahal kalau kita mengangkat anak seperti Ratih, menyelamatkan hidup sehari-harinya, meringankan beban ibunya dan ajaran agama menganjurkan itu, suatu kebaikan ..."
Demikian kata ayah setelah cerita ke sana kemari soal saling menyayangi, mencintai orang tak mampu, megasihi orang-orang yang melarat hidupnya. Lalu Ayah membayangkan, Ratih anak yang cerdas, putus sekolah sejak kelas II SMU lantaran ayahnya mati dan ibunya tak mampu carikan biaya. Selai cantik, ia menguasai ilmu bela diri yang diturunkan ayahnya.
Keterkaitan isi cerpen tersebut dengan kehidupan saat ini adalah...
3
0.0
|
Kami sekeluarga berkumpul di ruang tengah. Ruang tengah bagi keluarga kami, semacam ruang sidang keluarga di atas bentangan tikar. Jika ada ajakan ayah atau ibu untuk berkumpul di ruang tengah selepas makan malam, berarti ada hal penting yang ingin diutarakan ayah. Hal penting itu, jelas mesti disepakati bersama karena megundang anggota keluarga, termasuk paman, bibi-bibi kami, dan para menantu. Aku sudah dapat menduga-duga gerangan apa yang akan disampaikan selepas makan malam oleh ayah yang dalam hal ini sebagai si pangkal, pengundang kami. Apalagi kalau bukan soal Ratih, yang beberapa hari terakhir ini disebut-sebut ayah, dikoarkannya sebagai suatu yang teramat penting, menjadi gunjingan menarik di antara kami bersaudara. Ratih adalah anak almarhum Aman Saka yang mati disambar petir saat membajak sawah di kala hujan setahun lalu. Sejak Pak Aman tiada, Ratih hidup bersama ibunya yang sehari-hari mencari makan dengan berjualan sayur ke Pasar Rabunan. Kami sering dengar dari Ayah, bahwa siapa pun orangnya perlu kasihan kepada Bu Nyali yang hidup menderita; susah cari makan dan kadang mesti minta ke tetangga atau ke ayah kami. "Sebagaimana yang sudah dibayang-bayangkan olehku, untuk jelasnya kini, bagaimana kalau kita mengangkat Ratih menjadi anggota keluarga kita. Kebetulan kita tak punya anak atau saudara perempuan. Padahal kalau kita mengangkat anak seperti Ratih, menyelamatkan hidup sehari-harinya, meringankan beban ibunya dan ajaran agama menganjurkan itu, suatu kebaikan ..." Demikian kata ayah setelah cerita ke sana kemari soal saling menyayangi, mencintai orang tak mampu, megasihi orang-orang yang melarat hidupnya. Lalu Ayah membayangkan, Ratih anak yang cerdas, putus sekolah sejak kelas II SMU lantaran ayahnya mati dan ibunya tak mampu carikan biaya. Selai cantik, ia menguasai ilmu bela diri yang diturunkan ayahnya. Nilai kehidupan yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah... |
1
0.0
Tapi, gundah gulanaku kali ini bukan lagi karena mengenang Bang Rizani. Aku telah melepas kepergiannya dengan segala kesucian hati dan kejernihan asa. Aku tak mungkin membohongi naluri keperempuananku. Sepuluh tahun menyendiri bukan waktu sekejap. Aku merasa bagaikan sepotong pualam yang tak boleh tergores sedikit pun agar selalu berharga di mata banyak orang.
(Buih, Ombak, Sepenggal Tanya, Fakhrunnas Ma Jabbar)
Nilai moral yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dalam kutipan tersebut adalah …
2
0.0
(1) Diskursus soal daftar pemilih tetap (DPT) berkembang dan berubah dalam ekstrem yang berbeda. (2) Sebelum hari pemilihan Juli sejumlah tim sukses mempersoalkan DPT yang kelebihan pemilih karena adanya dugaan pemilih ganda, pemilih yang sudah meninggal, dan pemilih yang sebenarnya tak berhak memilih, tetapi masuk dalam DPT. (3) Dua hari menjelang pilkada, KPU Jakarta bahkan mencoret lebih dari 20.000 pemilih dari jumlah pemilih mencapai 6,9 juta. (4) Pada hari pemilihan dan setelah pemilihan, diskursus yang berkembang justru berbeda. (5) Pemilih protes karena nama mereka tidak tercantum dalam DPT.
Tujuan penulis dalam kutipan tersebut adalah ...
1
0.0
Kami sekeluarga berkumpul di ruang tengah. Ruang tengah bagi keluarga kami, semacam ruang sidang keluarga di atas bentangan tikar. Jika ada ajakan ayah atau ibu untuk berkumpul di ruang tengah selepas makan malam, berarti ada hal penting yang ingin diutarakan ayah. Hal penting itu, jelas mesti disepakati bersama karena megundang anggota keluarga, termasuk paman, bibi-bibi kami, dan para menantu.
Aku sudah dapat menduga-duga gerangan apa yang akan disampaikan selepas makan malam oleh ayah yang dalam hal ini sebagai si pangkal, pengundang kami. Apalagi kalau bukan soal Ratih, yang beberapa hari terakhir ini disebut-sebut ayah, dikoarkannya sebagai suatu yang teramat penting, menjadi gunjingan menarik di antara kami bersaudara.
Ratih adalah anak almarhum Aman Saka yang mati disambar petir saat membajak sawah di kala hujan setahun lalu. Sejak Pak Aman tiada, Ratih hidup bersama ibunya yang sehari-hari mencari makan dengan berjualan sayur ke Pasar Rabunan. Kami sering dengar dari Ayah, bahwa siapa pun orangnya perlu kasihan kepada Bu Nyali yang hidup menderita; susah cari makan dan kadang mesti minta ke tetangga atau ke ayah kami.
"Sebagaimana yang sudah dibayang-bayangkan olehku, untuk jelasnya kini, bagaimana kalau kita mengangkat Ratih menjadi anggota keluarga kita. Kebetulan kita tak punya anak atau saudara perempuan. Padahal kalau kita mengangkat anak seperti Ratih, menyelamatkan hidup sehari-harinya, meringankan beban ibunya dan ajaran agama menganjurkan itu, suatu kebaikan ..."
Demikian kata ayah setelah cerita ke sana kemari soal saling menyayangi, mencintai orang tak mampu, megasihi orang-orang yang melarat hidupnya. Lalu Ayah membayangkan, Ratih anak yang cerdas, putus sekolah sejak kelas II SMU lantaran ayahnya mati dan ibunya tak mampu carikan biaya. Selai cantik, ia menguasai ilmu bela diri yang diturunkan ayahnya.
Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpe tersebut adalah...
2
0.0
Aku wayan
Benih pertama yang menangisi pelataran Bali
Melalui seikat sajen lengkap dengan beragam bunga
…
Seorang jero membagi rahimnya dengan tubuhku
(I Kadek Surya Kencana)
5
0.0
(1) Diskursus soal daftar pemilih tetap (DPT) berkembang dan berubah dalam ekstrem yang berbeda. (2) Sebelum hari pemilihan Juli sejumlah tim sukses mempersoalkan DPT yang kelebihan pemilih karena adanya dugaan pemilih ganda, pemilih yang sudah meninggal, dan pemilih yang sebenarnya tak berhak memilih, tetapi masuk dalam DPT. (3) Dua hari menjelang pilkada, KPU Jakarta bahkan mencoret lebih dari 20.000 pemilih dari jumlah pemilih mencapai 6,9 juta. (4) Pada hari pemilihan dan setelah pemilihan, diskursus yang berkembang justru berbeda. (5) Pemilih protes karena nama mereka tidak tercantum dalam DPT.
Kalimat fakta terdapat pada nomor ...
1
0.0
Kami sekeluarga berkumpul di ruang tengah. Ruang tengah bagi keluarga kami, semacam ruang sidang keluarga di atas bentangan tikar. Jika ada ajakan ayah atau ibu untuk berkumpul di ruang tengah selepas makan malam, berarti ada hal penting yang ingin diutarakan ayah. Hal penting itu, jelas mesti disepakati bersama karena megundang anggota keluarga, termasuk paman, bibi-bibi kami, dan para menantu.
Aku sudah dapat menduga-duga gerangan apa yang akan disampaikan selepas makan malam oleh ayah yang dalam hal ini sebagai si pangkal, pengundang kami. Apalagi kalau bukan soal Ratih, yang beberapa hari terakhir ini disebut-sebut ayah, dikoarkannya sebagai suatu yang teramat penting, menjadi gunjingan menarik di antara kami bersaudara.
Ratih adalah anak almarhum Aman Saka yang mati disambar petir saat membajak sawah di kala hujan setahun lalu. Sejak Pak Aman tiada, Ratih hidup bersama ibunya yang sehari-hari mencari makan dengan berjualan sayur ke Pasar Rabunan. Kami sering dengar dari Ayah, bahwa siapa pun orangnya perlu kasihan kepada Bu Nyali yang hidup menderita; susah cari makan dan kadang mesti minta ke tetangga atau ke ayah kami.
"Sebagaimana yang sudah dibayang-bayangkan olehku, untuk jelasnya kini, bagaimana kalau kita mengangkat Ratih menjadi anggota keluarga kita. Kebetulan kita tak punya anak atau saudara perempuan. Padahal kalau kita mengangkat anak seperti Ratih, menyelamatkan hidup sehari-harinya, meringankan beban ibunya dan ajaran agama menganjurkan itu, suatu kebaikan ..."
Demikian kata ayah setelah cerita ke sana kemari soal saling menyayangi, mencintai orang tak mampu, megasihi orang-orang yang melarat hidupnya. Lalu Ayah membayangkan, Ratih anak yang cerdas, putus sekolah sejak kelas II SMU lantaran ayahnya mati dan ibunya tak mampu carikan biaya. Selai cantik, ia menguasai ilmu bela diri yang diturunkan ayahnya.
Latar dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
1
5.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia