Urutkan
Pidato yang menunjukkan pengenalan terhadap masalah analisis dan evaluasi yang tajam merupakan basis yang kuat bagi tindakan yang seharusnya dilakukan. Angka merah pada rapor anak, misalnya, akan menjadi dasar orang tua dan guru untuk berjuang keras memperbaikinya melalui tindakan nyata. Jika terjadi pada paruh tahun, berbagai pendekatan dilakukan. Sementara itu jika terjadi pada akhir tahun, mungkin akan ada sanksi seberat tidak naik kelas.
Ketajaman analisis dan evaluasi dari pemerintah dan para pemimpin tentu saja membutuhkan tindakan lanjutan untuk memperbaiki keadaan yang ada. Secara eksternal maupun internal, sektor hukum dan korupsi telah menjadi lubang kegagalan pemerintah saat ini.
Keberpihakan penulis dalam paragraf tersebut ditujukan kepada ....
1
0.0
Pidato yang menunjukkan pengenalan terhadap masalah analisis dan evaluasi yang tajam merupakan basis yang kuat bagi tindakan yang seharusnya dilakukan. Angka merah pada rapor anak, misalnya, akan menjadi dasar orang tua dan guru untuk berjuang keras memperbaikinya melalui tindakan nyata. Jika terjadi pada paruh tahun, berbagai pendekatan dilakukan. Sementara itu jika terjadi pada akhir tahun, mungkin akan ada sanksi seberat tidak naik kelas.
Ketajaman analisis dan evaluasi dari pemerintah dan para pemimpin tentu saja membutuhkan tindakan lanjutan untuk memperbaiki keadaan yang ada. Secara eksternal maupun internal, sektor hukum dan korupsi telah menjadi lubang kegagalan pemerintah saat ini.
Opini penulis pada tajuk rencana tersebut adalah ….
1
2.0
Maskun : "Kau mesti peringatkan Suhita! Anak itu kian hari kian menjadi liar."<o:p></o:p>
Mardilah : "Ada apa dengan Suhita, Pak? Tadi pun dia mengeluh karena katanya kau marahi lagi. Sudah selayaknya kau berdamai dengan dia."<o:p></o:p>
Maskun : "Dia yang harus berdamai dengan aku."<o:p></o:p>
Mardilah : "Mengapa kau berperasaan demikian?"<o:p></o:p>
Maskun : "Tak tahu aku. Mulut anak itu semakin berbau racun. Barusan tadi dia berkata, rumah ini rumah penjara. Dan akulah kepala penjaranya."<o:p></o:p>
Mardilah : "Adakah sesuatu yang salah, engkau tidak tenang. Adakah yang salah?"<o:p></o:p>
Maskun : "Aku bukan orang lemah! Aku kuat! Kalau kau bisa melarang Suhita bercampur gaul dengan kwan-kawannya yang sok tahu politik itu, nah, baru tidak ada yang salah."<o:p></o:p>
Konflik yang ada kutipan drama tersebut adalah ...
3
5.0
Dalam kegiatan manajemen, faktor waktu sering dilupakan. Ada anggapan bila waktu mudah diatur. Dengan mesin absensi memang waktu kerja pegawai bisa dikontrol yang intensitas kerja mereka sebenarnya belum bisa dipastikan. Hal ini tidak dapat dipastikan dengan mesin di mana intensitas pemanfaatan waktu kerja tidak bisa direkam dengan mesin itu.
Kata penghubung yang tepat untuk memperbaiki kata yang bercetak miring pada paragraf tersebut adalah ..
1
0.0
Putu Wijaya (I Gusti Putu Wijaya), seorang sastrawan yang dikenal serba bisa, lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944. Ayahnya, I Gusti Ngurah Raka, seorang pensiunan punggawa yang keras dalam mendidik anak. Semula ayahnya mengharapkan Putu menjadi dokter. Namun, Putu lemah dalam pelajaran ilmu pasti. Ia malah akrab dengan sejarah, bahasa, dan ilmu bumi. Putu Wijaya sudah menulis kurang lebih 30 novel, 40 naskah drama, sekitar 1000 cerpen, ratusan esai, artikel lepas, dan kritik drama. Ia juga telah menulis skenario film dan sinetron. Sebagai seorang dramawan, ia memimpin Teater Mandiri sejak 1971 dan telah mementaskan puluhan lakon di dalam maupun luar negeri. Ia pun meraih puluhan penghargaan atas karya sastra yang ditulisnya. Awal mula menetap di Jakarta ia bergabung dengan Teater Kecil, asuhan Arifin C. Noor. Biaya hidup saat itu diperoleh dari hasil menulis. Ia penggemar music rock, dangdut, dan klasik. Ia menikah dengan Renny Retno Yooscarini dan dikarunia seorang putra. Pernikahan tersebut berakhir pada tahun 1984 kemudian Putu menikah lagi dengan gadis Sunda bernama Dewi Pramunawati.
Keistimewaan tokoh Putu Wijaya berdasarkan kutipan tersebut adalah ….
6
4.5
Topik : Mengantisipasi Pengaruh Negatif Mewabahnya Warnet
Rumusan masalah yang tepat berdasarkan topik tersebut adalah ...
1
1.0
Penjelasan yang sesuai dengan isi grafik tersebut adalah..
2
0.0
Maka titah baginda:"Baiklah esok pagi-pagi kita berburu."
Maka setelah keesokan harinya maka jaring dan jerat pun ditahan oranglah. Maka segala rakyat pun masuklah ke dalam hutan itu mengelanalah segala perburuan itu dari pagi-pagi sehingga datang melincir matahari, sseekor perburuan tiada diperoleh. Maka baginda pun amat heranlah serta menitahkan menyuruh melepas anjing perburuan baginda sendiri itu. Maka anjing itu pun dilepaskan oranglah. Hatta ada sekira-kira dua jam lamanya maka berbunyilah suara anjing itu menyalak. Maka baginda pun segaera mendapatkan suara anjing itu. Setelah baginda datang kepada suatu serokan tasik itu, maka baginda pun bertemulah dengan segala orang yang menurut anjing itu. Maka titah baginda:"Apa yang disalak oleh anjing itu?"
Maka sembah mereka sekalian itu:"Daulat tuanku, patik mohonkan ampun dan karunia. Ada seekor pelanduk putih besarnya seperti kambing, warna tubuhnya gilang gemilang. Itulah yang dihambat anjing itu. Maka pelanduk itu lenyaplah pada pantai ini."
(Hikayat Seribu Satu Malam)
Nilai budaya yang terungkap dalam kutipan tersebut adalah ...
4
1.0
(1) Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar. (2) Alamnya indah dan buminya sangat subur. (3) Di kota itu banyak terdapat lembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan menengah maupun lembaga pendidikan tinggi, baik negeri maupun swasta. (4) Banyak pemuda yang datang ke sana untuk melanjutkan pendidikan. (5) Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, bahkan dari luar negeri.
Kalimat utama paragraf tersebut adalah ....
1
0.0
Salah satu penyakit masyarakat yang berbahaya adalah minuman keras dan narkotika. Penyakit ini semakin hari semakin merambah masyarakat, terutama di kalangan anak-anak muda dan pelajar. Mereka yang disebut-sebut sebagai generasi penerus bangsa dan harapan bangsa pada masa mendatang ini tidak memikirkan akibat yang ditimbulkan karena mengonsumsi barang haram ini. Mereka hanya membayangkan kesenangan fana semata. Mereka tidak menyadari akan kehilangan masa depan karena jaringan tubuh dan otak mereka menjadi rapuh.
Disadur dari : Effendy Zarkasi, Khutbah Jumat Aktual, Jakarta, Gema Insani, 1999.
Tanggapan sesuai dengan isi teks ceramah tersebut adalah ...
1
0.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia