Iklan

Iklan

Pertanyaan

Bacalah penggalan puisi berikut ini!


RINDU PADA PANTAI

kepada pantai aku rindu
Bermain dengan ombak gelombang
Di pasir putih yang berbunyi
Bersama camar yang melayang.

Kepada perahu Aku rindu
Yang berdiam di tepi pantai
Milik nelayan yang berburu
Ikan-ikan di tengah lautan.

Kepada angin yang semilir
Aku rindu untuk bermain
Menerpa wajah rambutku
Sampai datang waktu senja.space 

Tunjukkanlah bait dan baris pada puisi tersebut yang menggunakan pengimajian (pencitraan) penglihatan dan pendengaran!

Tunjukkanlah bait dan baris pada puisi tersebut yang menggunakan pengimajian (pencitraan) penglihatan dan pendengaran!space 

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Iklan

Pembahasan

Pembahasan

Pengimajian/Citraan dalam Puisi adalah gambar-gambar dalam pikiran dan bahasa yang menggambarkannya. Setiap gambar pikiran disebut citra atau imaji ( image ). Adapun gambaran pikiran adalah sebuah efek dalam pikiran yang sangat menyerupai, yang dihasilkan oleh penangkapan kita terhadap sebuah objek yang dapat dilihat oleh mata (indra penglihatan). Jika dilihat dari fungsinya, citraan atau pengimajian lebih cenderung berfungsi untuk mengingatkan kembali apa yang telah dirasakan. Jenis-jenis pengimajian: Citraan Penglihatan dalam puisi .Citraan penglihatan ditimbulkan oleh indra penglihatan (mata). Citraan ini merupakan jenis yang paling sering digunakan penyair. Citraan penglihatan mampu memberi rangsangan kepada indra penglihatan sehingga hal-hal yang tidak terlihat menjadi seolah-olah terlihat. Citraan Pendengaran dalam Puisi .Citraan pendengaran berhubungan dengan kesan dan gambaran yang diperoleh melalui indra pendengaran (telinga). Citraan ini dapat dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan bunyi suara, misalnya dengan munculnya diksi sunyi, tembang, dendang, suara mengiang, berdentum-dentum, dan sayup-sayup. Citraan Perabaan dalam Puisi .Citraan perabaan atau citraan tactual adalah citraan yang dapat dirasakan oleh indra peraba (kulit). Pada saat membacakan atau mendengarkan larik-larik puisi, kita dapat menemukan diksi yang menyebabkan kita merasakan rasa nyeri, dingin, atau panas karena perubahan suhu udara. Citraan Penciuman dalam puisi .Citraan penciuman atau pembauan disebut juga citraan olfactory . Dengan membaca atau mendengar kata-kata tertentu, kita seperti mencium bau sesuatu. Citraan atau pengimajian melalui indra penciuman ini akan memperkuat kesan dan makna sebuah puisi. Citraan Pencicipan atau Pencecapan dalam puisi .Citraan pencicipan disebut juga citraan gustatory , yakni citraan yang muncul dari puisi sehingga kita seakan-akan mencicipi suatu benda yang menimbulkan rasa asin, pahit, asam, manis, atau pedas. Citraan Gerak dalam puisi .Dalam larik-larik puisi, kamu pun dapat menemukan citraan gerak atau kinestetik. Yang dimaksud citraan gerak adalah gerak tubuh atau otot yang menyebabkan kita merasakan atau melihat gerakan tersebut. Munculnya citraan gerak membuat gambaran puisi menjadi lebih dinamis. Berdasarkan penjelasandi atas maka bait dan baris yang menggunakan citraan penglihatan adalah: Bersama camar yang melayang Kepada perahu Aku rindu Yang berdiam di tepi pantai Milik nelayan yang berburu Ikan-ikan di tengah lautan Larik-larik tersebut, menjelaskan seolah-oleh penyair sedang melihat sesuatu. Baris yang menggunakan citraan pendengaran adalah Di pasir putih yang berbunyi larik tersebut, menjelaskan seolah-olah penyair sedang mendengar sesuatu yang ditandai dengan kata "berbunyi" . Dengan demikian, larik yang menggunakan citraan penglihat adalah: Bersama camar yang melayang Kepada perahu Aku rindu Yang berdiam di tepi pantai Milik nelayan yang berburu Ikan-ikan di tengah lautan Citraan pendengaran adalah larik: Di pasir putih yang berbunyi

Pengimajian/Citraan dalam Puisi adalah gambar-gambar dalam pikiran dan bahasa yang menggambarkannya. Setiap gambar pikiran disebut citra atau imaji (image). Adapun gambaran pikiran adalah sebuah efek dalam pikiran yang sangat menyerupai, yang dihasilkan oleh penangkapan kita terhadap sebuah objek yang dapat dilihat oleh mata (indra penglihatan). Jika dilihat dari fungsinya, citraan atau pengimajian lebih cenderung berfungsi untuk mengingatkan kembali apa yang telah dirasakan.

Jenis-jenis pengimajian:

  1. Citraan Penglihatan dalam puisi. Citraan penglihatan ditimbulkan oleh indra penglihatan (mata). Citraan ini merupakan jenis yang paling sering digunakan penyair. Citraan penglihatan mampu memberi rangsangan kepada indra penglihatan sehingga hal-hal yang tidak terlihat menjadi seolah-olah terlihat.
  2. Citraan Pendengaran dalam Puisi. Citraan pendengaran berhubungan dengan kesan dan gambaran yang diperoleh melalui indra pendengaran (telinga). Citraan ini dapat dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan bunyi suara, misalnya dengan munculnya diksi sunyi, tembang, dendang, suara mengiang, berdentum-dentum, dan sayup-sayup.
  3. Citraan Perabaan dalam Puisi. Citraan perabaan atau citraan tactual adalah citraan yang dapat dirasakan oleh indra peraba (kulit). Pada saat membacakan atau mendengarkan larik-larik puisi, kita dapat menemukan diksi yang menyebabkan kita merasakan rasa nyeri, dingin, atau panas karena perubahan suhu udara.
  4. Citraan Penciuman dalam puisi. Citraan penciuman atau pembauan disebut juga citraan olfactory. Dengan membaca atau mendengar kata-kata tertentu, kita seperti mencium bau sesuatu. Citraan atau pengimajian melalui indra penciuman ini akan memperkuat kesan dan makna sebuah puisi.
  5. Citraan Pencicipan atau Pencecapan dalam puisi. Citraan pencicipan disebut juga citraan gustatory, yakni citraan yang muncul dari puisi sehingga kita seakan-akan mencicipi suatu benda yang menimbulkan rasa asin, pahit, asam, manis, atau pedas.
  6. Citraan Gerak dalam puisi. Dalam larik-larik puisi, kamu pun dapat menemukan citraan gerak atau kinestetik. Yang dimaksud citraan gerak adalah gerak tubuh atau otot yang menyebabkan kita merasakan atau melihat gerakan tersebut. Munculnya citraan gerak membuat gambaran puisi menjadi lebih dinamis.

Berdasarkan penjelasan di atas maka bait dan baris yang menggunakan citraan penglihatan adalah:

Bersama camar yang melayang
Kepada perahu Aku rindu
Yang berdiam di tepi pantai
Milik nelayan yang berburu
Ikan-ikan di tengah lautan

Larik-larik tersebut, menjelaskan seolah-oleh penyair sedang melihat sesuatu.

Baris yang menggunakan citraan pendengaran adalah 

Di pasir putih yang berbunyi

larik tersebut, menjelaskan seolah-olah penyair sedang mendengar sesuatu yang ditandai dengan kata "berbunyi"

Dengan demikian, larik yang menggunakan citraan penglihat adalah:

  • Bersama camar yang melayang
  • Kepada perahu Aku rindu Yang berdiam di tepi pantai
  • Milik nelayan yang berburu Ikan-ikan di tengah lautan

Citraan pendengaran adalah larik: 

  • Di pasir putih yang berbunyispace 

Latihan Bab

Mengenal Teks Puisi

Unsur-Unsur Teks Puisi

Menganalisis Teks Puisi

Menyusun Teks Puisi

610

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Dari puisi berjudul “Di Bawah Gelombang”pada soal di atas, jika dipahami baris demi baris, yang paling banyak kita temukan adalah citraan….

601

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Fitur Roboguru

Topik Roboguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2022 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia