Iklan

Pertanyaan

Bacalah cuplikan teks berikut untuk menjawab soal.


    Ketika telepon dari Mak Yem ditutup, ponselku berdering dari Yu Ning, "Aku sudah mengirim uang untuk tiket pesawat ke rekeningmu. Cek saja dulu. Bilang pada Ayah, aku akan datang setelah Naya selesai ujian."

    "Mbak, aku besok ada presentasi, mengapa tidak sampean saja?"

    "Sudah kubilang, aku mesti menunggui Naya. Butikku besok akan didatangi pelanggan kami dari Malaysia. Sekarang, carilah tiket untuk keberangkatanmu besok pagi."

    Aku benci mendengar ucapan Yu Ning, dia selalu bisa menyuruhku apa saja. ltu dilakukan sejak kami masih kecil. (lbu meninggal sejak kami masih sangat kecil). Yu Ning, yang jarak usianya 10 tahun di atasku, diberi keleluasaan oleh ayah untuk mengatur semua hidupku. Kalau menurut Yu Ning aku harus begitu, aku tidak boleh membantah. Yu Ning jadi narasumber hidupku. Hanya dibantu dengan Mak Yem, dia mengatur segala urusan rumah tangga kami. Aku selalu benci terhadap apa saja yang dia punyai. Yang aku banggakan, cuma tinggi badanku yang Lebih darinya. Hanya itu memang! Di sisi Lain, aku sekarang cuma dosen di sebuah perguruan tinggi swasta yang bukan unggulan. Begitu pula suamiku, Haryo, teman sejawat di perguruan tinggi swasta ini.

    Bisa dibayangkan, kami tidak punya hak istimewa di kota metropolis, Jakarta. Pernah suatu kali, Yu Ning sekeluarga mengajak kami ke Singapura. Tetapi, aku tidak nyaman. Karena mereka menganggap susah bepergian dengan perempuan dusun, yang tidak tahu bagaimana caranya berada di sebuah kota metropolis, Singapura.space 

Cerpen "Ayah Pulang" karya Ratna lndraswari Ibrahim

Tuliskan peran unsur ekstrinsik berupa latar belakang pengarang terhadap ciri khas kebahasaan dalam cerpen. Sebagai informasi, pengarang berasal dari suku Minang, tetapi lahir dan besar di Melayu.

Tuliskan peran unsur ekstrinsik berupa latar belakang pengarang terhadap ciri khas kebahasaan dalam cerpen. Sebagai informasi, pengarang berasal dari suku Minang, tetapi lahir dan besar di Melayu.space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

19

:

59

:

26

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

unsur ekstrinsik latar belakang pengarang terhadap ciri kebahasaan cerpen tidak terlalu berpengaruh. Pengarang tetap bisa menyesuaikan gaya bahasa dengan latar budaya tokoh cerpennya.

unsur ekstrinsik latar belakang pengarang terhadap ciri kebahasaan cerpen tidak terlalu berpengaruh. Pengarang tetap bisa menyesuaikan gaya bahasa dengan latar budaya tokoh cerpennya.  

Pembahasan

Pembahasan
lock

Unsur ekstrinsik yaitu unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung memengaruhi proses pembuatan cerpen. Salah satu unsur ekstrinsik cerpen adalah latar belakang penulis. Latar belakang penulis adalah faktor-faktor yang terdapat dari dalam diri pengarang itu sendiri yang memotivasi atau memengaruhi penulis dalam menulis sebuah cerpen, di antaranya: aliran sastra penulis; riwayat hidup/biografi penulis; kondisi psikologis penulis. Latar belakang penulis dapat mempengaruhi cerpen yang dihasilkan termasuk gaya bahasa. Cerpen di atas ditulis oleh penulis yang berlatar belakang budaya Minang, namun besar di Melayu. Cerpen yang ditulisnya berlatar di Jakarta dan tokoh dalam cerpen merupakan orang Jawa, hal ini dapat dilihat dari panggilan tokoh aku kepada kakaknya, yaitu Yu dan Mba k. Kata ganti yang digunakan oleh pengarang juga menggunakan kata ganti dalam bahasa Jawa, yaitu "sampean" . Selain itu, terdapat panggilan tokoh Mak Yem. Dapat disimpulkan, asal-usul, budaya dan lingkungan pengarang tidak mempengaruhi gaya bahasa yang ia gunakan. Pengarang tetap dapat menyesuaikan gaya bahasa dalam cerpen dengan latar budaya tokoh. Dengan demikian, unsur ekstrinsik latar belakang pengarang terhadap ciri kebahasaan cerpen tidak terlalu berpengaruh. Pengarang tetap bisa menyesuaikan gaya bahasa dengan latar budaya tokoh cerpennya.

Unsur ekstrinsik yaitu unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung memengaruhi proses pembuatan cerpen. Salah satu unsur ekstrinsik cerpen adalah latar belakang penulis. 

Latar belakang penulis adalah faktor-faktor yang terdapat dari dalam diri pengarang itu sendiri yang memotivasi atau memengaruhi penulis dalam menulis sebuah cerpen, di antaranya:

  1. aliran sastra penulis;
  2. riwayat hidup/biografi penulis;
  3. kondisi psikologis penulis.

Latar belakang penulis dapat mempengaruhi cerpen yang dihasilkan termasuk gaya bahasa. Cerpen di atas ditulis oleh penulis yang berlatar belakang budaya Minang, namun besar di Melayu. Cerpen yang ditulisnya berlatar di Jakarta dan tokoh dalam cerpen merupakan orang Jawa, hal ini dapat dilihat dari panggilan tokoh aku kepada kakaknya, yaitu Yu dan Mbak. Kata ganti yang digunakan oleh pengarang juga menggunakan kata ganti dalam bahasa Jawa, yaitu "sampean". Selain itu, terdapat panggilan tokoh Mak Yem. Dapat disimpulkan, asal-usul, budaya dan lingkungan pengarang tidak mempengaruhi gaya bahasa yang ia gunakan. Pengarang tetap dapat menyesuaikan gaya bahasa dalam cerpen dengan latar budaya tokoh. 

Dengan demikian, unsur ekstrinsik latar belakang pengarang terhadap ciri kebahasaan cerpen tidak terlalu berpengaruh. Pengarang tetap bisa menyesuaikan gaya bahasa dengan latar budaya tokoh cerpennya.  

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Hans Bennett Visi Limantara

Jawaban tidak sesuai

Iklan

Pertanyaan serupa

Bukti yang menunjukkan bahwa kutipan tersebut mengajarkan nilai-nilai bahwa manusia harus mendermakansebagian hartanya adalah kalimat ...

2

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia