Nama yang tepat untuk struktur tersebut adalah 2-bromo-1,2-dikloropropana.
Haloalkana merupakan senyawa turunan alkana dengan salah satu atau beberapa atom H diganti dengan atom halogen (F, Cl, Br, dan I). Haloalkana sering dilambangkan dengan rumus R–X, dimana R menyatakan rantai karbon dan X menyatakan gugus halogen. Penamaan dan penomoran haloalkana yang disarankan adalah secara alfabetis (A-Z), tidak lagi berdasarkan kereaktifan unsur halogen. Alfabet yang dijadikan patokan adalah huruf awal dari nama atom yang menggunakan bahasa inggris.
Tata nama senyawa haloalkana disesuaikan berdasarkan aturan IUPAC sebagai berikut.
- Tentukan rantai terpanjang sebagai rantai utama.
- Pemberian nomor dari atom karbon yang paling dekat dengan halogen
- Penamaan senyawa menjadi: nomor cabang - nama cabang - nama rantai utama.
Pemberian nama untuk senyawa dengan struktur diatas sebagai berikut.
Langkah 1. Rantai terpanjang terdiri atas 3 atom karbon sehingga nama rantai induk adalah propana.
Langkah 2. Terdapat 3 gugus halogen sebagai cabang.
- Dari sebelah kiri: Br (bromo) di nomor 2, Cl (chloro, kloro) di nomor 2 dan 3.
- Dari sebelah kanan: Br (bromo) di nomor 2, Cl (chloro, kloro) di nomor 1 dan 2.
Posisi gugus halogen dari kiri dan kanan tidaklah sama, maka kita pilih gugus halogen pada nomor terkecil yaitu dari sebelah kanan.
Langkah 3. Berikan nama senyawa tersebut dengan nama halogen sesuai abjad. Nama senyawa dengan struktur tersebut adalah 2-bromo-1,2-dikloropropana.