Poenale Sanctie merupakan aturan yang dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda untuk menghukum buruh bumiputra yang melanggar aturan perjanjian kerja. Namun, aturan ini sangatlah merugikan kaum buruh karena perusahaan bisa menghukum buruh tanpa melalui proses peradilan. Hal ini akhirnya mendorong M.H. Thamrin yang merupakan salah satu anggota Volksraad bersuara. Bersama Kusumo Utoyo, Thamrin berusaha mendorong agar peraturan Poenale Sanctie yang dianggap kejam dan merugikan kaum bumiputra agar dihapuskan. Bahkan, Thamrin dan Utoyo mengunjungi buruh tembakau yang ada di Sumatra Timur serta buruh batu bara yang ada di Sawahlunto, Sumatra Barat. Dari perjalanannya tersebut, Thamrin akhirnya mendapatkan fakta-fakta yang kuat bahwa aturan Poenale Sanctie memang menyengsarakan buruh bumiputra. Temuannya tersebut, ia sampaikan dalam sidang Volksraad. Pada akhirnya aturan tersebut dihapuskan oleh pemerintah Hindia Belanda.
Opsi A salah, karena meski Agus Salim pernah menjadi anggota Volksraad pada tahun 1921-1924. Agus Salim tidak menyuarakan penghapusan Poenale Sanctie.
Opsi B salah, karena Moh. Hatta tidak pernah bergabung dalam Volksraad.
Opsi C salah, karena Adam Malik tidak pernah bergabung dalam Volksraad.
Opsi E salah, karena meski H.O.S. Cokroaminoto menjadi anggota Volksraad sejak 1918, namun ia tidak menyuarakan penghapusan Poenale Sanctie.
Jadi, tokoh yang memperjuangkan penghapusan aturan Poenale Sanctie yang merugikan kaum buruh dalam sidang Volksraad adalah M.H. Thamrin.
Maka, opsi jawaban yang tepat adalah D.