Iklan

Pertanyaan

Tentukan reaksi-reaksi berikut termasuk reaksi autoredoks atau bukan! 2 Al + 3 H 2 ​ SO 4 ​ → Al 2 ​ ( SO 4 ​ ) 3 ​ + 3 H 2 ​

Tentukan reaksi-reaksi berikut termasuk reaksi autoredoks atau bukan!


Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

21

:

00

:

16

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

reaksi ini bukan reaksi autoredoks.

reaksi ini bukan reaksi autoredoks.

Pembahasan

Pembahasan
lock

Reaksi autoredoks (reaksidisproporsionasi) adalah reaksi reduksi dan oksidasi di mana satu unsur mengalami reaksi reduksi dan oksidasi secara sekaligus. Sebagian aturan dalam menentukan bilangan oksidasi (biloks): Jumlah biloks unsur bebas dan molekul = 0. Biloks atom H umumnya = +1. Kecuali pada senyawa hidrida = -1. Biloks atom O umumnya = -2. Kecuali pada senyawa biner flourida, peroksida, dan superoksida. Biloks ion monoatom dan poliatom = muatannya. Maka, biloks masing-masing unsur tersebut sebagai berikut. 1. Al adalah unsur bebas. Biloks Al = 0 2. Biloks atom H = +1 dan biloks atom O = -2. Jumlah biloks molekul = 0. Maka biloks S dapat ditentukan dengan perhitungan berikut. 3. Jumlah biloks molekul = 0. Maka biloks unsur-unsurnya: Biloks Al = muatan = +3 Biloks O = -2. Jumlah biloks ion = muatan = -2. Maka biloks S: 4. merupakan molekul unsur, maka biloksnya = 0 Agen pengoksidasi (oksidator) adalah spesi yang mengalami reduksi (penurunan bilangan oksidasi) yaitu . Agen pereduksi (reduktor) adalah spesi yang mengalami oksidasi (kenaikan bilangan oksidasi) yaitu . dan tidak mengalami reaksi reduksi dan oksidasi secara sekaligus. Dengan demikian, reaksi ini bukan reaksi autoredoks.

Reaksi autoredoks (reaksi disproporsionasi) adalah reaksi reduksi dan oksidasi di mana satu unsur mengalami reaksi reduksi dan oksidasi secara sekaligus.

Sebagian aturan dalam menentukan bilangan oksidasi (biloks):

  1. Jumlah biloks unsur bebas dan molekul = 0.
  2. Biloks atom H umumnya = +1. Kecuali pada senyawa hidrida = -1.
  3. Biloks atom O umumnya = -2. Kecuali pada senyawa biner flourida, peroksida, dan superoksida.
  4. Biloks ion monoatom dan poliatom = muatannya.

Maka, biloks masing-masing unsur tersebut sebagai berikut.

1. Al adalah unsur bebas. Biloks Al = 0

2. Biloks atom H = +1 dan biloks atom O = -2. Jumlah biloks molekul H subscript 2 S O subscript 4 = 0. Maka biloks S dapat ditentukan dengan perhitungan berikut.

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell left parenthesis 2 cross times biloks space H right parenthesis plus biloks space S plus left parenthesis 4 cross times biloks space O right parenthesis end cell equals 0 row cell left parenthesis 2 cross times left parenthesis plus 1 right parenthesis plus biloks space S plus left parenthesis 4 cross times left parenthesis minus sign 2 right parenthesis end cell equals 0 row cell left parenthesis plus 2 right parenthesis plus biloks space S plus left parenthesis minus sign 8 right parenthesis end cell equals 0 row cell biloks space S end cell equals cell plus 6 end cell end table 

3. Jumlah biloks molekul Al subscript 2 open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 3 = 0. Maka biloks unsur-unsurnya:

Al subscript 2 open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 3 yields 2 Al to the power of 3 plus sign plus 3 S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent 

Biloks Al = muatan = +3

Biloks O = -2. Jumlah biloks ion S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent = muatan = -2. Maka biloks S:

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell biloks space S plus left parenthesis 4 cross times biloks space O right parenthesis end cell equals cell negative sign 2 end cell row cell biloks space S plus left parenthesis 4 cross times left parenthesis minus sign 2 right parenthesis end cell equals cell negative sign 2 end cell row cell biloks space S end cell equals cell negative sign 2 plus left parenthesis plus 8 right parenthesis end cell row cell biloks space S end cell equals cell plus 6 end cell end table 

4. H subscript 2 merupakan molekul unsur, maka biloksnya = 0

Agen pengoksidasi (oksidator) adalah spesi yang mengalami reduksi (penurunan bilangan oksidasi) yaitu begin mathsize 14px style H subscript 2 S O subscript 4 end style. Agen pereduksi (reduktor) adalah spesi yang mengalami oksidasi (kenaikan bilangan oksidasi) yaitu begin mathsize 14px style Al end styleAl dan H subscript 2 S O subscript 4 tidak mengalami reaksi reduksi dan oksidasi secara sekaligus.

Dengan demikian, reaksi ini bukan reaksi autoredoks.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Reaksi autoredoks atau reaksi disproporsionasi adalah suatu reaksi kimia yang pada reaksi tersebut "suatu zat reaktan mengalami reaksi oksidasi dan reduksi sekaligus" dan menjadi zat yang berbeda. Man...

6

4.5

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia