Iklan

Pertanyaan

Tentukan manakah reaksi autoredoks, reaksi konproporsionasi, atau reaksi yang bukan termasuk keduanya! 2 KO ( g ) + 2 H 2 ​ O ( g ) → 2 KOH ( a q ) + H 2 ​ O 2 ​ ( a q ) + O 2 ​ ( g )

Tentukan manakah reaksi autoredoks, reaksi konproporsionasi, atau reaksi yang bukan termasuk keduanya!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

20

:

25

:

45

Klaim

Iklan

B. Rohmawati

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Reaksi autoredoks atau reaksi disproporsionasi adalah reaksi redoks yang reduktornya sama dengan oksidatornya sedangkan reaksi konproporsionasi adalah reaksi redoks yang hasil reaksi oksidasinya sama dengan hasil reaksi reduksinya. Pada reaksi 2 KO ( g ) + 2 H 2 ​ O ( g ) → 2 KOH ( a q ) + H 2 ​ O 2 ​ ( a q ) + O 2 ​ ( g ) , Bilangan oksidasi O pada H 2 ​ O adalah -2 Bilangan oksidasi O pada H 2 ​ O 2 ​ adalah -1 Bilangan oksidasi O pada O 2 ​ adalah 0 Bilangan oksidasi O pada KO dalah -1 Bilangan oksidasi O pada KOH adalah -2 O pada KO mengalami reaksi oksidasi karena adanya perubahan bilangan oksidasinya dari -1 menjadi 0 (senyawa hasil oksidasi O 2 ​ ) dan mengalami reaksi reduksi karena mengalami penurunan bilangan oksidasi dari -1 menjadi -2 (senyawa hasil reduksi KOH ), sehingga reaksi di atas merupakan reaksi redoks yang reduktor dan oksidatornya sama yaitu KO dengan senyawa hasil reaksi oksidasi dan reduksinya berturut-turut adalah O 2 ​ dan KOH . Jadi, reaksi 2 KO ( g ) + 2 H 2 ​ O ( g ) → 2 KOH ( a q ) + H 2 ​ O 2 ​ ( a q ) + O 2 ​ ( g ) termasuk ke dalam reaksi autoredoks.

Reaksi autoredoks atau reaksi disproporsionasi adalah reaksi redoks yang reduktornya sama dengan oksidatornya sedangkan reaksi konproporsionasi adalah reaksi redoks yang hasil reaksi oksidasinya sama dengan hasil reaksi reduksinya.

Pada reaksi 

  • Bilangan oksidasi  pada  adalah -2
  • Bilangan oksidasi  pada  adalah -1
  • Bilangan oksidasi  pada  adalah 0
  • Bilangan oksidasi  pada  dalah -1
  • Bilangan oksidasi  pada  adalah -2

 pada  mengalami reaksi oksidasi karena adanya perubahan bilangan oksidasinya dari -1 menjadi 0 (senyawa hasil oksidasi ) dan mengalami reaksi reduksi karena mengalami penurunan bilangan oksidasi dari -1 menjadi -2 (senyawa hasil reduksi ), sehingga reaksi di atas merupakan reaksi redoks yang reduktor dan oksidatornya sama yaitu  dengan senyawa hasil reaksi oksidasi dan reduksinya berturut-turut adalah  dan .

Jadi, reaksi

termasuk ke dalam reaksi autoredoks.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

83

Iklan

Pertanyaan serupa

Reaksi autoredoks atau reaksi disproporsionasi adalah suatu reaksi kimia yang pada reaksi tersebut "suatu zat reaktan mengalami reaksi oksidasi dan reduksi sekaligus" dan menjadi zat yang berbeda. Man...

3

4.5

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia