Konsep asam-basa menurut Bronsted-Lowry mempunyai keterbatasan, terutama di dalam menjelaskan reaksi-reaksi yang melibatkan senyawa tanpa proton (H+), misalnya reaksi antata senyawa NH3 dan BF3 serta beberapa reaksi yang melibatkan senyawa kompleks.
Maka, disempurnakan oleh konsep asam basa lewis. Menurut konsep tersebut, yang dimaksud dengan asam Lewis adalah suatu senyawa yang mampu menerima pasangan elektron dari senyawa lain, atau akseptor pasangan elektron, sedangkan basa Lewis adalah senyawa yang dapat memberikan pasangan elektron kepada senyawa lain atau donor pasangan elektron.
Konsep asam-basa yang dikembangkan oleh Lewis didasarkan pada ikatan kovalen koordinasi. Atom atau spesi yang memberikan pasangan elektron di dalarn membentuk ikatan kovalen koordinasi akan bertindak sebagai basa, sedangkan atom, molekul, atau spesi yang menerima pasangan elektron disebut sebagai asam.
Penentuan spesi asam dan basa dilakukan dengan mengambarkan struktur lewis dari ion Ni2+ dan ion CN−. Oleh sebab itu, stuktur lewisnya sebagai berikut:

Pada reaksi di atas, ion CN− mendonorkan pasangan elektron kepada ion Ni2+, sehingga ion CN− merupakan spesi basa, sedangkan ion Ni2+ menerima donor pasangan elektron dari ion CN−, sehingga ion Ni2+ merupakan spesi asam. Oleh sebab itu, adanya transfer pasangan elektron dari ion CN− kepada ion Ni2+ akan membentuk senyawa kompleks yaitu [Ni(CN)4]2− dengan struktur lewisnya seperti diatas.
Jadi, pada reaksi di atas Ni2+ bersifat asam dan
bersifat basa.