Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi berdasarkan pemakaian pasangan elektron bersama, ikatan ini terjadi antara unsur non-logam dan non-logam, sehingga:
a. 
Konfigurasi elektron unsur C dan S sebagai berikut.
6C=1s2 2s2 2p216S=1s2 2s2 2p6 3s2 3p4
Dari konfigurasi tersebut, C memiliki elektron valensi sebanyak 4 elektron yang menandakan bahwa C merupakan unsur golongan IVA dan S memiliki elektron valensi sebanyak 6 elektron yang menandakan bahwa S merupakan unsur golongan VIA. Keduanya merupakan unsur non logam, sehingga ikatan yang terjadi antara CS2 merupakan ikatan kovalen.
b.
,
Konfigurasi elektron unsur O dan F sebagai berikut.
8O=1s2 2s2 2p49F=1s2 2s2 2p5
Dari konfigurasi tersebut, O memiliki elektron valensi sebanyak 6 elektron yang menandakan bahwa O merupakan unsur golongan VIA dan F memiliki elektron valensi sebanyak 7 elektron yang menandakan bahwa F merupakan unsur golongan VIIA. Keduanya merupakan unsur non logam, sehingga ikatan yang terjadi antara OF2 merupakan ikatan kovalen.
c. 
Konfigurasi elektron unsur Cl dan O sebagai berikut.
17Cl=1s2 2s2 2p6 3s2 3p58O=1s2 2s2 2p4
Dari konfigurasi tersebut, Cl memiliki elektron valensi sebanyak 7 elektron yang menandakan bahwa Cl merupakan unsur golongan VIIA dan O memiliki elektron valensi sebanyak 6 elektron yang menandakan bahwa O merupakan unsur golongan VIA. Keduanya merupakan unsur non logam, sehingga ikatan yang terjadi antara Cl2O3 merupakan ikatan kovalen.
d. 
Konfigurasi elektron unsur H, P dan O sebagai berikut.
1H=1s115P=1s2 2s2 2p6 3s2 3p38O=1s2 2s2 2p4
Dari konfigurasi tersebut, H memiliki elektron valensi sebanyak 1 elektron yang menandakan bahwa H merupakan unsur golongan IA, P memiliki elektron valensi sebanyak 5 elektron sehingga P merupakan unsur golongan VA dan O memiliki elektron valensi sebanyak 6 elektron yang menandakan bahwa O merupakan unsur golongan VIA. Ketiganya merupakan unsur non logam, sehingga ikatan yang terjadi antara H3PO4 merupakan ikatan kovalen.
e. 
Konfigurasi elektron unsur P dan F sebagai berikut.
15P=1s2 2s2 2p6 3s2 3p39F=1s2 2s2 2p5
Dari konfigurasi tersebut, P memiliki elektron valensi sebanyak 5 elektron yang menandakan bahwa P merupakan unsur golongan VA dan F memiliki elektron valensi sebanyak 7 elektron yang menandakan bahwa F merupakan unsur golongan VIIA. Keduanya merupakan unsur non logam, sehingga ikatan yang terjadi antara PF3 merupakan ikatan kovalen.
f. HCIO3
Konfigurasi elektron unsur H, Cl dan O sebagai berikut.
1H=1s117Cl=1s2 2s2 2p6 3s2 3p58O=1s2 2s2 2p4
Dari konfigurasi tersebut, H memiliki elektron valensi sebanyak 1 elektron yang menandakan bahwa H merupakan unsur golongan IA, Cl memiliki elektron valensi sebanyak 7 elektron sehingga Cl merupakan unsur golongan VIIA dan O memiliki elektron valensi sebanyak 6 elektron yang menandakan bahwa O merupakan unsur golongan VIA. Ketiganya merupakan unsur non logam, sehingga ikatan yang terjadi antara HClO3 merupakan ikatan kovalen.
Jadi, senyawa a-f adalah ikatan kovalen.