Iklan

Pertanyaan

Sumber-sumber apakah yang digunakan para peneliti dan ilmuwan untuk menggali informasi tentang silsilah kerajaan-kerajaan Jawa Kuno. Apa yang menjadi halangan besar peneiliti dalam bekerja ?

Sumber-sumber apakah yang digunakan para peneliti dan ilmuwan untuk menggali informasi tentang silsilah kerajaan-kerajaan Jawa Kuno. Apa yang menjadi halangan besar peneiliti dalam bekerja ?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

12

:

13

:

02

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

dalam meneliti silsilah Kerajaan Jawa Kuno, sama seperti pengumpulan sumber pada umumnya yaitu dapat diperoleh dari sumber primer dan sekunder, seperti prasasti, candi, arsip, dan lain sebagainya. Sedangkan tantangan yang dihadapi antara lain bahasa, sumber sejarah sudah rapuh/rentan, sumber sulit diakses,sulit dipahami, dan cenderung bersifat anakronisme.

dalam meneliti silsilah Kerajaan Jawa Kuno, sama seperti pengumpulan sumber pada umumnya yaitu dapat diperoleh dari sumber primer dan sekunder, seperti prasasti, candi, arsip, dan lain sebagainya. Sedangkan tantangan yang dihadapi antara lain bahasa, sumber sejarah sudah rapuh/rentan, sumber sulit diakses, sulit dipahami, dan cenderung bersifat anakronisme.

Pembahasan

Pembahasan
lock

Dalam penelitian sejarah mengenai silsilah Kerajaan Jawa Kuno, sama seperti pengumpulan sumber pada umumnya yaitu dapat diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Sumber primerberasal langsung dari parapelaku sejarah, seperti naskah, prasasti, artefak, dokumen-dokumen, foto, dan bangunan.Sedangkan sumber sekunder berasal dari pihak yangbukan pelaku sejarah, melainkan pihak lain di luar para pelaku sejarah (peneliti misalnya).Benda-benda yang termasuk sumber sekunder antara lain adalah laporan penelitian, ensiklopedia, catatan lapangan peneliti, buku, dll. Peneliti harus mengetahui latar belakang candi tersebut melalui laporan penelitian ataupun buku. Kemudian untuk mendapatkan ukuran, foto, dan hal-hal lain yang aktual, kamu perlu mendapatkan data primer sehingga kamu harus mengunjungi candi tersebut secara langsung. Meski begitu, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam mengumpulkan sumber-sumber sejarah, seperti bahasa yang digunakan dalam sumber sejarah bukanlah bahasa yang dipakai saat ini, sehingga sulit dipahami, banyak sumber sejarah yang usianya sudah tuasehingga sangat rapuh jika disentuh/digunakan, tidak semua orang bisa mengakses sumber sejarah yang dibutuhkan, serta ada beberapa catatan sejarah yang menggunakan tulisan tangan dan terkadang sulit dipahami. Selain itu juga, terkadang sumber sejarah mengenai kerajaan-kerajaan kuno cenderung bersifat anakronisme. Dengan demikian, dalam meneliti silsilah Kerajaan Jawa Kuno, sama seperti pengumpulan sumber pada umumnya yaitu dapat diperoleh dari sumber primer dan sekunder, seperti prasasti, candi, arsip, dan lain sebagainya. Sedangkan tantangan yang dihadapi antara lain bahasa, sumber sejarah sudah rapuh/rentan, sumber sulit diakses,sulit dipahami, dan cenderung bersifat anakronisme.

Dalam penelitian sejarah mengenai silsilah Kerajaan Jawa Kuno, sama seperti pengumpulan sumber pada umumnya yaitu dapat diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Sumber primer berasal langsung dari para pelaku sejarah, seperti naskah, prasasti, artefak, dokumen-dokumen, foto, dan bangunan. Sedangkan sumber sekunder berasal dari pihak yang bukan pelaku sejarah, melainkan pihak lain di luar para pelaku sejarah (peneliti misalnya). Benda-benda yang termasuk sumber sekunder antara lain adalah laporan penelitian, ensiklopedia, catatan lapangan peneliti, buku, dll. Peneliti harus mengetahui latar belakang candi tersebut melalui laporan penelitian ataupun buku. Kemudian untuk mendapatkan ukuran, foto, dan hal-hal lain yang aktual, kamu perlu mendapatkan data primer sehingga kamu harus mengunjungi candi tersebut secara langsung.

Meski begitu, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam mengumpulkan sumber-sumber sejarah, seperti bahasa yang digunakan dalam sumber sejarah bukanlah bahasa yang dipakai saat ini, sehingga sulit dipahami, banyak sumber sejarah yang usianya sudah tua sehingga sangat rapuh jika disentuh/digunakan, tidak semua orang bisa mengakses sumber sejarah yang dibutuhkan, serta ada beberapa catatan sejarah yang menggunakan tulisan tangan dan terkadang sulit dipahami. Selain itu juga, terkadang sumber sejarah mengenai kerajaan-kerajaan kuno cenderung bersifat anakronisme.

Dengan demikian, dalam meneliti silsilah Kerajaan Jawa Kuno, sama seperti pengumpulan sumber pada umumnya yaitu dapat diperoleh dari sumber primer dan sekunder, seperti prasasti, candi, arsip, dan lain sebagainya. Sedangkan tantangan yang dihadapi antara lain bahasa, sumber sejarah sudah rapuh/rentan, sumber sulit diakses, sulit dipahami, dan cenderung bersifat anakronisme.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Iklan

Pertanyaan serupa

Berikut ini merupakan contoh langkah heuristik dalam metode sejarah ....

3

4.8

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia