Penyetaraan reaksi dengan metode perubahan biloks.
Langkah pertama adalah menentukan atom-atom yang mengalami perubahan biloks dengan terlebih dahulu menyetarakan atom-atom yang mengalami perubahan biloks.

Reaksi disproporsionasi merupakan reaksi redoks dimana oksidator dan reduktornya adalah zat yang sama. Dari reaksi diatas, ditentukan perubahan biloksnya.
Kemudian perubahan biloks disamakan dengan mengalikan perubahan biloks pada reaksi reduksi dengan 2, sedangkan pada reaksi oksidasi dikali 1 agar perubahan biloksnya sama.
Setelah perubahan biloks pada reaksi oksidasi dan reduksi sama, reaksi diatas merupakan reaksi redoks disproporsionasi, maka perlu diberi koefisien pada
sebanyak 3 agar jumlah atomnya setara. Kemudian karena atom oksigen telah setara, tidak ada atom hidrogen, serta muatannya telah setara, maka reaksinya menjadi:
Penyetaraan reaksi dengan metode ion-elektron.
Langkah pertama untuk menyetarakan reaksi redoks dengan metode ion elektron adalah dengan memisahkan reaksi oksidasi dan reduksi (setengah reaksi).
Kemudian menyetarakan jumlah atom oksigen dengan cara menambah
dibagian yang kekurangan oksigen, serta menambah ion
.
Menyetarakan muatan dengan menambahkan elektron di bagian yang kelebihan muatan.
Kemudian, elektron yang dilepas dan diterima disamakan dengan cara mengali reaksi oksidasi dengan 1 sedangkan reaksi reduksi dikali 2.
Jadi, reaksi redoks yang setara adalah seperti diatas.