Roboguru

Sebelum datangnya Hindu-Buddha di Indonesia, masyarakat Indonesia menganut sistem kepercayaan berupa ....

Pertanyaan

Sebelum datangnya Hindu-Buddha di Indonesia, masyarakat Indonesia menganut sistem kepercayaan berupa .... 

  1. Islam

  2. Taoisme

  3. Politeisme

  4. Animisme

  5. Konghucu

Pembahasan Soal:

Sebelum ajaran Hindu Buddha datang, masyarakat Indonesia menganut kepercayaan animisme (memuja roh nenek moyang) dan dinamisme (kekuatan gaib benda-benda).

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Pada zaman megalitikum berkembang kepercayaan animisme, dinamisme, dan totemisme. Jelaskan perbedaan kepercayaan-kepercayaan tersebut!

Pembahasan Soal:

Kepercayaan merupakan salah satu unsur budaya yang sangat penting dalam kehidupan manusia, demikian pentingnya justru di belahan bumi mana pun kepercayaan merupakan bagian dari suprastruktur kehidupan masyarakat yang tinggi. Kepercayaan sebelum hadirnya agama seperti saat ini ada tiga, yaitu Animisme, Dinamisme, dan Totemisme. 

Kepercayaan Animisme (dari bahasa latin 'anima' atau “roh”) adalah kepercayaan kepada mahluk halus dan roh, yang merupakan asas kepercayaan agama yang mula-mula muncul di kalangan manusia primitif. Kepercayaan Animisme mempercayai bahwa setiap benda di bumi ini, (seperti kawasan tertentu, gua, pohon, atau batu besar) mempunyai jiwa yang mesti di hormati agar semangat tersebut tidak mengganggu manusia, malah membantu mereka dari semangat dan roh jahat dan juga dalam kehidupan seharian mereka.

Dinamisme adalah pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal menetap di tempat-tempat tertentu, seperti pohon-pohon besar. Arwah nenek moyang itu sering di mintai tolong untuk urusan mereka. Caranya adalah dengan memasukkan arwah-arwah mereka ke dalam benda-benda pusaka seperti batu hitam atau batu merah delima dan lain sebagainya. 

Adapun Totemisme adalah faham yang meyakini bahwa manusia memiliki hubungan kekeluargaan dengan binatang. Kemudian keyakinan ini mengarahkan pengikutnya untuk meyakini bahwa ada beberapa binatang yang memiliki kekuatan gaib, lalu mereka mengkeramatkan binatang-binatang tersebut, bahkan sampai memujanya.

Dengan demikian, perbedaan diantara ketiganya yaitu, jika Animisme adalah kepercayaan pada benda-benda di bumi seperti gua atau batu besar yang dianggap memiliki jiwa yang harus dihormati. Dinamisme adalah kepercayaan pada roh nenek moyang yang menetap pada benda-benda tertentu. Dan Totemisme adalah kepercayaan pada beberapa binatang yang dianggap memiliki kekuataan gaib.

Roboguru

Apa yang dimaksud kepercayaan animisme dan dinamisme

Pembahasan Soal:

Kepercayaan pada zaman pra aksara terus mengalami perkembangan. Khusunya  pada masa bercocok tanam, pada masa itu mereka telah mempunyai konsep tentang alam dan kehidupan setelah kematian. Mereka percaya bahwa roh seseorang tidak lenyap pada waktu meninggal. Penghormatan terhadap nenek moyang atau kepala suku yang diagungkan tidak berhenti pada waktu kepala suku telah meninggal. Penghormatan terus berlanjut menjadi sebuah pemujaan. Kepercayaan tersebut diwujudkan dalam berbagai upacara keagamaan, seperti persembahan kepala leluhur dan upacara penguburan mayat yang dibekali dengan benda miliknya. Mereka percaya bahwa roh nenek moyang selalu mengawasi mereka. Oleh karena itu, mereka selalu meminta perlindungan dari ancaman kelompok lain, binatang buas, dan ancaman dari adanya wabah penyakit. Sistem kepercayaan masyarakat praaksara telah mendorong berkembangannya kepercayaan animisme dan dinamisme. Kepercayaan animisme merupakan sebuah sistem kepercayaan yang memuja roh nenek moyang, sedangkan menurut kepercayaan dinamisme ada benda-benda tertentu yang diyakini memiliki kekuatan gaib, sehingga benda tersebut sangat dihormati dan dikeramatkan. Contohnya yaitu kapak yang dibuat dari batu chalcedon (batu indah) dianggap memiliki kekuatan. 


Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah animisme yaitu sebuah sistem kepercayaan yang memuja roh nenek moyang, sedangkan menurut kepercayaan dinamisme ada benda-benda tertentu yang diyakini memiliki kekuatan gaib, sehingga benda tersebut sangat dihormati dan dikeramatkan. 
 

Roboguru

Monumen batu, yang didirikan sebagai tanda peringatan dan simbol roh para leluhur dari era Megalitik, adalah...

Pembahasan Soal:

Pada zaman batu besar muncul kepercayaan yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang. Oleh karena itu munculah tradisi megalitik dengan pendirian bangunan dari batu yang berukuran besar. Tradisi megalitik memiliki berbagai macam bangunan antara lain : Dolmen, Sarkofagus, Punden berundak, Menhir, Peti Kubur, Waruga dan Patung. Dan masing masing dari bangunan tersebut memiliki ciri dan fungsinya. Salah satunya Menhir. Menhir adalah Monumen batu yang didirikan sebagai tanda peringatan dan simbol roh para leluhur dari era Megalitik. 

Jadi, Jawabannya adalah D.

Roboguru

Jelaskan pengertian sistem kepercayaan Animisme dan Dinamisme!

Pembahasan Soal:

Pada masa bercocok tanam telah menghasilkan budaya yang mengarah pada usaha bercocok tanam yang syarat dengan kepercayaan/religi. Bentuk alat-alatnya pun lebih halus dan sudah bergaya seni. Secara fungsi alat-lat ini digunakan selain sebagai alat bercocok tanam juga sebagai alat upacara keagamaan. Alat tersebut antara lain kapak persegi, kapak lonjong, gerabah, alat pemukul kayu dan perhiasan/manik-manik. Kapak persegi digunakan sebagai pengerjaan kayu membuat rumah, menggarap ladang dan alat upacara. Kapak Lonjong digunakan untuk mencangkul tanah dan memotong kayu. Alat pemukul kulit kayu di gunakan untuk memukul-mukul kulit kayu hingga halus. Kerajinan gerabah di gunakan untuk alat-alat rumah tangga dan upacara keagamaan. Perhiasan berupa gelang dari batu dan kulit kerang di gunakan sebagai seni asesoris dan benda benda upacara sebagai kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Ada sebuah kepercayaan bahwa orang yang meninggal dunia akan memasuki alam tersendiri. Oleh karena itu, pada masa ini, jika ada orang yang meningal dunia di bekali benda benda keperluan sehari-hari seperti perhiasan, manik-manik dan alat periuk lainnya. Tujuannnya adalah agar arwah orang yang meninggal dunia mendapatkan perjalanan yang lancar dan mendapatkan kehudupan yang lebih baik dari sebelumnya. Mereka percaya bahwa ada suatu kekuatan ghaib di alam sekitar ini. Kekuatan ghaib berasal dari arwah nenek moyang mereka yang telah maninggal dunia. Mereka mempercayai bahwa kekuatan ghaib dari arwah roh nenek moyang mereka bisa bertempat tempat di gunung tinggi, hutan lebat, batu besar, pohon tua, gua yang gelap, pantai dengan ombak yang besar dan temapat tempat keramat lainnya. Mereka menghubungkan antara kejadian-kejadian alam seperti gunung meletus, petir, ombak, gempa bumi, gerhana matahari dan bulan adalah atas ikut campur tangan dari kekuatan ghaib yaitu arwah nenek moyang mereka. Agar kejadian-kejadian tersebut tidak menimpa mereka, maka mereka mengadakan pemujaan dan persembahan. Kepercayaan terhadap arwah roh nenek moyang inilah yang di sebut kepercayaan animisme. Selain kepercayaan terhadap arwah roh nenek moyang mereka juga mempercayai pada benda-benda tertentu yang memiliki kekuatan ghaib. Karena benda tersebut mempunyai kekuatan ghaib maka harus di puja. Kepercayaan terhadap benda-banda yang memiliki kekuatan ghaib inilah yang di sebut dengan kepercayaan dinamisme. Berkaitan erat dengan kepercayaan diatas, maka pada masa bercocok tanam ini munculah tradisi pendirian bangunan-bangunan besar yang terbuat dari batu yang di sebut tradisi megalitihk. Tradisi ini di dasari oleh kepercayaan bahwa ada hubungan yang erat antara orang yang sudah meninggal dengan kesejahteraan masyarakat dan kesuburan ketika bercocok tanam. Oleh sebab itu jasa seseorang yang berpengaruh terhadap masyarakat perlu di abadikan dalam sebuah monumen atau bangunan besar yang terbuat dari batu. Bangunan ini kemudian menjadi lambang orang yang meninggal dunia sekaligus tempat penghormatan serta media persembahan dari orang yang masih hidup ke orang yang sudah meninggal dunia tersebut. Bangunan megalithik tersebut antara lain dolmen, menhir, kubur peti batu, waruga, sarkofagus,dan punden berundak

Berdasarkan penjelasan di atas maka animisme adalah kepercayaan terhadap arwah roh nenek moyang sedangkan kepercayaan terhadap benda-banda yang memiliki kekuatan ghaib inilah yang di sebut dengan kepercayaan dinamisme.

Roboguru

Sebelum masuknya agama Hindu-Buddha, bangsa Indonesia sudah memiliki kepercayaan terhadap roh nenek moyang yang disebut....

Pembahasan Soal:

Animisme adalah kepercayaan kepada makhluk halus dan roh merupakan asas kepercayaan agama yang mula-mula muncul sebelum masuknya agama Hindu-Buddha. Kepercayaan animisme mempercayai bahwa setiap benda di Bumi ini, mempunyai jiwa yang mesti dihormati agar roh tersebut tidak mengganggu manusia.

Dengan demikian, animisme adalah kepercayaan ada dalam masayarakat sebelum masuknya agama Hindu-Buddha.

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved