Roboguru

Pada zaman megalitikum berkembang kepercayaan animisme, dinamisme, dan totemisme. Jelaskan perbedaan kepercayaan-kepercayaan tersebut!

Pertanyaan

Pada zaman megalitikum berkembang kepercayaan animisme, dinamisme, dan totemisme. Jelaskan perbedaan kepercayaan-kepercayaan tersebut!

Pembahasan Soal:

Kepercayaan merupakan salah satu unsur budaya yang sangat penting dalam kehidupan manusia, demikian pentingnya justru di belahan bumi mana pun kepercayaan merupakan bagian dari suprastruktur kehidupan masyarakat yang tinggi. Kepercayaan sebelum hadirnya agama seperti saat ini ada tiga, yaitu Animisme, Dinamisme, dan Totemisme. 

Kepercayaan Animisme (dari bahasa latin 'anima' atau “roh”) adalah kepercayaan kepada mahluk halus dan roh, yang merupakan asas kepercayaan agama yang mula-mula muncul di kalangan manusia primitif. Kepercayaan Animisme mempercayai bahwa setiap benda di bumi ini, (seperti kawasan tertentu, gua, pohon, atau batu besar) mempunyai jiwa yang mesti di hormati agar semangat tersebut tidak mengganggu manusia, malah membantu mereka dari semangat dan roh jahat dan juga dalam kehidupan seharian mereka.

Dinamisme adalah pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal menetap di tempat-tempat tertentu, seperti pohon-pohon besar. Arwah nenek moyang itu sering di mintai tolong untuk urusan mereka. Caranya adalah dengan memasukkan arwah-arwah mereka ke dalam benda-benda pusaka seperti batu hitam atau batu merah delima dan lain sebagainya. 

Adapun Totemisme adalah faham yang meyakini bahwa manusia memiliki hubungan kekeluargaan dengan binatang. Kemudian keyakinan ini mengarahkan pengikutnya untuk meyakini bahwa ada beberapa binatang yang memiliki kekuatan gaib, lalu mereka mengkeramatkan binatang-binatang tersebut, bahkan sampai memujanya.

Dengan demikian, perbedaan diantara ketiganya yaitu, jika Animisme adalah kepercayaan pada benda-benda di bumi seperti gua atau batu besar yang dianggap memiliki jiwa yang harus dihormati. Dinamisme adalah kepercayaan pada roh nenek moyang yang menetap pada benda-benda tertentu. Dan Totemisme adalah kepercayaan pada beberapa binatang yang dianggap memiliki kekuataan gaib.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 10 Agustus 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Tunjukkan bukti bahwa pada masyarakat masa berburu .dan mengumpulkan makanan diduga telah muncul kepercayaan!

Pembahasan Soal:

Pada masyarakat masa berburu dan mengumpulkan makanan diduga telah muncul kepercayaan. Buktinya adalah dengan ditemukannya bukti-bukti tentang penguburan di Gua Lawa, Sampung, Ponorogo, Jawa Timur; Gua Sodong, Besuki, Jawa Timur; dan Bukit Kerang, Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam. Dari mayat-mayat yang dikubur tersebut ada yang ditaburi dengan cat merah. Diperkirakan cat merah tersebut berhubungan dengan upacara penguburan yang maksudnya adalah membuktikan kehidupan baru di alam baka. Di dinding-dinding Gua Leang Pattae, Sulawesi Selatan ditemukan lukisan cap-cap tangan dengan latar belakang cat merah. Menurut para ahli, hal tersebut mungkin mengandung arti kekuatan atau simbol kekuatan pelindung untuk mencegah roh-roh jahat. Ada beberapa gambar jari yang tidak lengkap. Gambar tersebut dianggap sebagai tanda adat berkabung. Di Pulau Seram dan Papua juga ditemukan lukisan gua. Di dua tempat tersebut ditemukan lukisan kadal. Diperkirakan lukisan tersebut mengandung arti lambang kekuatan magis, yaitu sebagai penjelmaan roh nenek moyang atau kepala suku yang sangat dihormati.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bukti masyarakat berburu dan meramu sudah mengenal kepercayaan adalah ditemukannya bukti-bukti tentang penguburan.

1

Roboguru

Jelaskan bagaimana kepercayan masyarakat diawal zaman Aksara atau Sejarah !

Pembahasan Soal:

Sistem kepercayaan masyarakat pra aksara mengalami perkembangan terutama pada masa bercocok tanam mengalami perkembangan. Pada masa ini, mereka telah mempunyai konsep tentang alam dan kehidupan setelah kematian. Mereka percaya bahwa roh seseorang tidak lenyap pada waktu meninggal. Penghormatan terhadap nenek moyang atau kepala suku yang diagungkan tidak berhenti pada waktu kepala suku telah meninggal. Penghormatan terus berlanjut menjadi sebuah pemujaan. Kepercayaan tersebut diwujudkan dalam berbagai upacara keagamaan, seperti persembahan kepala leluhur dan upacara penguburan mayat yang dibekali dengan benda miliknya. 

Sistem kepercayaan masyarakat praaksara telah mendorong berkembangannya kepercayaan animisme, dinamisme, dan totemisme. Kepercayaan animisme merupakan sebuah sistem kepercayaan yang memuja roh nenek moyang. Menurut kepercayaan dinamisme, ada benda-benda tertentu yang diyakini memiliki kekuatan gaib, sehingga benda tersebut sangat dihormati dan dikeramatkan. Sedangkan totemisme meyakini kepercayaan bahwa hewan tertentu memiliki kekuatan supranatural, sehingga dianggap suci.

Dengan demikian, sistem kepercayaan yang berkembang pada masa aksara merupakan warisan dari masa pra-aksara dimana kepercayaan yang dianut adalah animisme, dinamisme, dan totemisme.

0

Roboguru

Sistem kepercayaan awal manusia praaksara antara lain....

Pembahasan Soal:

Sistem kepercayaan masyarakat mulai dikenal pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut. Hal ini dibuktikan melalui penemuan lukisan masa purba berupa lukisan perahu yang menggambarkan kendaraan yang mengantarkan arwah roh nenek moyang ke alam baka. Sistem kepercayaan awal manusia praaksara antara lain:

  • Animisme yaitu kepercayaan bahwa roh nenek moyang tidak lenyap setelah meninggal namun mempengaruhi kehidupan manusia. Animisme percaya bahwa segala sesuatu hal yang ada di bumi baik hidup maupun mati memiliki roh nenek moyang dan harus dihormati agar tidak menganggu kehidupan manusia.
  • Dinamisme yaitu kepercayaan yang menganggap bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib.
  • Totemisme adalah kepercayaan terhadap makhluk hidup selain manusia (hewan atau tumbuhan) yang dianggap memiliki kekuatan.

0

Roboguru

Bagaimana kepercayaan asli masyarakat Indonesia?

Pembahasan Soal:

Sebelum datangnya kebudayaan Hindu dan Buddha di Kepulauan Nusantara, masyarakat asli Nusantara telah mengenal sistem kepercayaan yang merupakan hasil dari peradaban pra aksara. Sistem kepercayaan tersebut yakni dinamisme, animisme, dan totemisme. Dinamisme merupakan sistem kepercayaan yang meyakini bahwa suatu benda memiliki kekuatan magis. Animiesme merupakan sistem kepercayaan terhadap roh nenek moyang. Sedangkan totemisme merupakan sistem kepercayaan terhadap sejumlah hewan atau makhluk hidup lainnya yang memiliki kekuatan magis. Dalam ritus kepercayaan, masyarakat pra kebudayaan Hindu dan Buddha telah memiliki tata cara peribadatan yang terstruktur dan terkonsep.

Dengan demikian, kepercayaan masyarakat asli Indonesia meliputi animisme, dinamisme, hingga totemisme.

0

Roboguru

Apa yang dimaksud kepercayaan animisme dan dinamisme

Pembahasan Soal:

Kepercayaan pada zaman pra aksara terus mengalami perkembangan. Khusunya  pada masa bercocok tanam, pada masa itu mereka telah mempunyai konsep tentang alam dan kehidupan setelah kematian. Mereka percaya bahwa roh seseorang tidak lenyap pada waktu meninggal. Penghormatan terhadap nenek moyang atau kepala suku yang diagungkan tidak berhenti pada waktu kepala suku telah meninggal. Penghormatan terus berlanjut menjadi sebuah pemujaan. Kepercayaan tersebut diwujudkan dalam berbagai upacara keagamaan, seperti persembahan kepala leluhur dan upacara penguburan mayat yang dibekali dengan benda miliknya. Mereka percaya bahwa roh nenek moyang selalu mengawasi mereka. Oleh karena itu, mereka selalu meminta perlindungan dari ancaman kelompok lain, binatang buas, dan ancaman dari adanya wabah penyakit. Sistem kepercayaan masyarakat praaksara telah mendorong berkembangannya kepercayaan animisme dan dinamisme. Kepercayaan animisme merupakan sebuah sistem kepercayaan yang memuja roh nenek moyang, sedangkan menurut kepercayaan dinamisme ada benda-benda tertentu yang diyakini memiliki kekuatan gaib, sehingga benda tersebut sangat dihormati dan dikeramatkan. Contohnya yaitu kapak yang dibuat dari batu chalcedon (batu indah) dianggap memiliki kekuatan. 


Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah animisme yaitu sebuah sistem kepercayaan yang memuja roh nenek moyang, sedangkan menurut kepercayaan dinamisme ada benda-benda tertentu yang diyakini memiliki kekuatan gaib, sehingga benda tersebut sangat dihormati dan dikeramatkan. 
 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved