Jawaban yang tepat dari pertanyaan diatas adalah D.
Untuk lebih detailnya, yuk pahami penjelasan berikut:
Pada tanggal 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia atau PRRI dengan perdana menterinya Mr. Syafruddin Prawiranegara. Dua hari setelah PRRI diproklamasikan, di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah menyatakan mendukung PRRI. Gerakan tersebut dikenal dengan nama Perjuangan Rakyat Semesta atau Permesta.
Lima hari sebelum PRRI berdiri, pada tanggal 10 Februari 1958 ketua Dewan Banteng mengeluarkan ultimatum kepada pemerintah pusat. Ultimatum tersebut berisi agar dalam waktu 5 x 24 jam Kabinet Juanda menyerahkan mandatnya, meminta agar presiden menugaskan Moh. Hatta dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk membentuk zaken kabinet, dan meminta presiden supaya kembali pada kedudukannya sebagai presiden konstitusional. Ultimatum tersebut tidak diindahkan Kabinet Juanda. Tindakan para gerwira tersebut membuat KSAD Nasution memecat Letnan Kolonel Ahmad Husein, Kolonel Simbolon, Kolonel Dahlan Djambek, dan Kolonel Zulkifli Lubis.
Untuk menumpas pemberontakan PRRI dilakukan dengan jalan damai, tetapi mengalami kebuntuan. Oleh karena itu, pemerintah terpaksa melakukan operasi militer. Tujuan umum operasi militer adalah menghancurkan kekuatan pemberontak dan mencegah campur tangan asing. Seluruh operasi militer di Sumatra tersebut dapat diakhiri setelah Ahmad Husein secara resmi menyerah pada tanggal 29 Mei 1958. Penumpasan Permesta dilancarkan sebuah operasi dengan nama Operasi Merdeka di bawah pimpinan Letnan Kolonel Rukminto Hendraningrat.
Operasi penumpasan pemberontakan Permesta sangat berat. Hal tersebut karena Permesta mempunyai persenjataan yang modern, seperti pesawat pembom B-26 dan pesawat pemburu Mustang. Selain itu, Permesta juga mendapat bantuan dari pihak asing terbukti dengan tertangkapnya A.L. Pope (warga Amerika Serikat) pada tanggal 18 Mei 1958 setelah pesawatnya ditembak di atas kota Ambon.