Iklan

Iklan

Pertanyaan

Reformasi ditandai dengan ... Terjadinya proses desakralisasi terhadap kekuasaan Reinterpretasi terhadap sejarah Adanya redefinisi terhadap hak dan kewajiban rakyat Melemahnya pemerintahan

Reformasi ditandai dengan ...

  1. Terjadinya proses desakralisasi terhadap kekuasaan
  2. Reinterpretasi terhadap sejarah
  3. Adanya redefinisi terhadap hak dan kewajiban rakyat
  4. Melemahnya pemerintahan space
  1. 1, 2, dan 3 SAJA yang benar. space

  2. 1 dan 3 SAJA yang benar. space

  3. 2 dan 4 SAJA yang benar. space

  4. HANYA 4 yang benar. space

  5. SEMUA pilihan benar. space

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Iklan

Pembahasan

Pembahasan
lock

Reformasi yang terjadi pada tahun 1998 merupakan puncak dari kekecewaan rakyat atas pemerintahan Orde Baru. Masa reformasi ini menandai 32 tahun berakhirnya masa kekuasaan Orde Baru dengan membawa perubahan-perubahan baik dalam politik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Munculnya reformasi ini menurut Eep Saifullah Fattah (2000: xxix-xxxiii) ditandai oleh beberapa hal, seperti: Terjadinya proses desakralisasi terhadap kekuasaan. Desakralisasi kekuasaan artinya pengakhiran kesakralan terhadap pemerintah Orde Baru. Pada masa Orde Baru, kritik terhadap pemerintah sangatlah minim. Dimulainya masa reformasi membuka ruang yang luas bagi masyarakat dalam mengkritik kebijakan pemerintah sehingga pemerintah tidak bertindak otoriter. Demitologisasi pembangunan. Demitologisasi pembangunan berarti menghancurkan berbagai mitos-mitos pembangunan. Seperti yang kita ketahui bahwa rezim Orde Baru berhasil dalam membangun berbagai hal dan niscaya dapat mendatangkan berbagai macam kebaikan. Namun ternyata, pembangunan-pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru juga banyak mendatangkan malapetaka, baik di bidang sosial, politik, maupun ekonomi bagi masyarakat di samping berbagai kemajuan fisik. Maka dari itu, perlu dilakukan demitologisasi pembangunan dengan tidak terlalu mengagung-agungkan pembangunan hanya dengan melihat aspek keberhasilannya, namun juga kegagalannya. Orde Baru mengalami degradasi kredibilitas . Lahirnya reformasi berarti meruntuhkan kredibilitas Orde Baru yang dianggap terlalu otoriter dengan berbagai praktek kekeliruan. Reinterpretasi terhadap sejarah . Lahirnya masa reformasi membuat sejarah juga berubah dan bahkan mengalami penafsiran ulang. Peranan-peranan Soeharto yang dianggap sebagai penyelamat negara sejak era Demokrasi Terpimpin runtuh menjadi mengalami perubahan penafsiran seiring dengan kejatuhan masa Orde Baru. Adanya redefinisi terhadap hak dan kewajiban rakyat. Orde Baru dikenal dengan keterbatasan masyarakat untuk terjun di bidang politik. Segera setelah masa tersebut berakhir, banyak rakyat yang akhirnya boleh menentukan hak-hak politiknya sendiri sehingga tidak ada pembatasan. Hal ini seperti yang terlihat dengan banyaknya partai politik yang muncul pada masa reformasi. Keadaan ini disebut redefinisi atau pendefinisian ulang hak-hak dan kewajiban rakyat di masa reformasi. Melemahnya pemerintahan. Reformasi menandai bahwa pemerintah tidak sekuat pada masa Orde Baru karena rakyat diperbolehkan mengkritik berbagai kebijakan pemerintah.Di masa Orde Baru, peranan pemerintah sangat menguat dengan tidak diperkenankannya kritik. Informasi mengalami pluralisasi. Sejak berakhirnya masa Orde Baru, kebebasan pers mulai diberlakukan secara efektif. Hal ini membuat informasi menjadi beragam atau mengalami pluralisasi. Maka, berdasarkan penjelasan di atas, jawaban yang tepat adalah E. SEMUA pilihan benar.

Reformasi yang terjadi pada tahun 1998 merupakan puncak dari kekecewaan rakyat atas pemerintahan Orde Baru. Masa reformasi ini menandai 32 tahun berakhirnya masa kekuasaan Orde Baru dengan membawa perubahan-perubahan baik dalam politik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Munculnya reformasi ini menurut Eep Saifullah Fattah (2000: xxix-xxxiii) ditandai oleh beberapa hal, seperti:

  1. Terjadinya proses desakralisasi terhadap kekuasaan. Desakralisasi kekuasaan artinya pengakhiran kesakralan terhadap pemerintah Orde Baru. Pada masa Orde Baru, kritik terhadap pemerintah sangatlah minim. Dimulainya masa reformasi membuka ruang yang luas bagi masyarakat dalam mengkritik kebijakan pemerintah sehingga pemerintah tidak bertindak otoriter.
  2. Demitologisasi pembangunan. Demitologisasi pembangunan berarti menghancurkan berbagai mitos-mitos pembangunan.  Seperti  yang kita ketahui bahwa rezim Orde Baru berhasil dalam membangun berbagai hal dan niscaya dapat mendatangkan berbagai macam kebaikan. Namun ternyata, pembangunan-pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru juga banyak mendatangkan malapetaka, baik di bidang sosial, politik, maupun ekonomi bagi masyarakat di samping berbagai kemajuan fisik. Maka dari itu, perlu dilakukan demitologisasi pembangunan dengan tidak terlalu mengagung-agungkan pembangunan hanya dengan melihat aspek keberhasilannya, namun juga kegagalannya.
  3. Orde Baru mengalami degradasi kredibilitas. Lahirnya reformasi berarti meruntuhkan kredibilitas Orde Baru yang dianggap terlalu otoriter dengan berbagai praktek kekeliruan.
  4. Reinterpretasi terhadap sejarah. Lahirnya masa reformasi membuat sejarah juga berubah dan bahkan mengalami penafsiran ulang. Peranan-peranan Soeharto yang dianggap sebagai penyelamat negara sejak era Demokrasi Terpimpin runtuh menjadi mengalami perubahan penafsiran seiring dengan kejatuhan masa Orde Baru.
  5. Adanya redefinisi terhadap hak dan kewajiban rakyat. Orde Baru dikenal dengan keterbatasan masyarakat untuk terjun di bidang politik. Segera setelah masa tersebut berakhir, banyak rakyat yang akhirnya boleh menentukan hak-hak politiknya sendiri sehingga tidak ada pembatasan. Hal ini seperti yang terlihat dengan banyaknya partai politik yang muncul pada masa reformasi. Keadaan ini disebut redefinisi atau pendefinisian ulang hak-hak dan kewajiban rakyat di masa reformasi.
  6. Melemahnya pemerintahan. Reformasi menandai bahwa pemerintah tidak sekuat pada masa Orde Baru karena rakyat diperbolehkan mengkritik berbagai kebijakan pemerintah. Di masa Orde Baru, peranan pemerintah sangat menguat dengan tidak diperkenankannya kritik.
  7. Informasi mengalami pluralisasi. Sejak berakhirnya masa Orde Baru, kebebasan pers mulai diberlakukan secara efektif. Hal ini membuat informasi menjadi beragam atau mengalami pluralisasi.

Maka, berdasarkan penjelasan di atas, jawaban yang tepat adalah E. SEMUA pilihan benar. space

Masa Orde Baru

Masa Reformasi

Latihan Bab

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

12rb+

Devi Elfira Monicha

Bantu banget

Siti NurJihan R

Makasih ❤️ Pembahasan lengkap banget

Fadilla Nisa

Makasih ❤️

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Soal terdiri atas 3 bagian, yaitu PERNYATAAN; kata SEBAB; dan ALASAN yang disusun secara berurutan. Lahirnya partai-partai politik baru pada era reformasi di Indonesia merupakan kenyataan obj...

1rb+

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Fitur Roboguru

Topik Roboguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia