Iklan

Pertanyaan

Bacalah kutipan drama berikut!


Penyair: Bicara Bapak memang cukup bernada diplomatis. Maafkan, bila aku terpaksa harus mengatakan bahwa sikap Saudara-saudar sekarang ini adalah sikap pengecut! Sikap egoistis! Maunya Saudara-saudara lepas dari segala risiko, hanya untuk memikirkan keselamatan diri sendiri. Secara pengecut pula!

Petualang: Harap Bung bisa menghormati pendirian seseorang atas hak-hak asasi kebebasan individu dalam menentukan nasibnya. Bung tuduh pengecut? Baik, kuterima. Memang benar aku pengecut penakut, dalam hal mati konyol. Aku sama sekali tidak suka mati konyol meski untuk itu aku dimahkotai gelar pahlawan kemerdekaan. Kalau Bung mau, silakan saja. Tetapi, jangan Bung menyeret-nyeret orang lain untuk ikut mati. Kalau Bung mau mati, matilah sendiri!undefined 

Dikutip dari: B. Soelarto, Domba-Domba Revolusi, Yogyakarta, Hikayat, 2006

Refleksi yang tepat berdasarkan kutipan naskah drama tersebut adalah ...


Refleksi yang tepat berdasarkan kutipan naskah drama tersebut adalah ... 

 

  1. Utamakanlah keselamatim pribadi di atas kepentingan orang lain.undefined 

  2. Sikap tokoh Penyair yang suka memaksakan kehendak tidak pantas ditiru.undefined 

  3. Sebaiknya dua orang yang bersahbat tidak berselisih paham di depan umum. 

  4. Dalam hidup bermasyarakat atau bernegara, hendaknya kita tidak mementingkan diri sendiri.undefined 

  5. Janganlah melibatkan orang lain ke dalam urusan yang berbahaya atau menyangkut nyawa.undefined 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

09

:

58

:

54

Klaim

Iklan

A. Rizky

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pembahasan
lock

"Penyair : Bicara Bapak memang cukup bernada diplomatis. Maafkan, bila aku terpaksa harus mengatakan bahwa sikap Saudara-saudara sekarang ini adalah sikap pengecut! Sikap egoistis! Maunya Saudara-saudara lepas dari segala risiko, hanya untuk memikirkan keselamatan diri sendiri. Secara pengecut pula! " Pada kutipan dialog drama di atas penyair menyesalkan bahwa tokoh saudara-saudara hanya memikirkan keselamatan diri sendiri. Dari dialog tersebut kita mendapatkan refleksi bahwa dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak boleh mementingkan kepentingan sendiri. Kita harus bisa mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan sendiri. Jawaban : D.Dalam hidup bermasyarakat atau bernegara, hendaknya kita tidak mementingkan diri sendiri.

"Penyair: Bicara Bapak memang cukup bernada diplomatis. Maafkan, bila aku terpaksa harus mengatakan bahwa sikap Saudara-saudara sekarang ini adalah sikap pengecut! Sikap egoistis! Maunya Saudara-saudara lepas dari segala risiko, hanya untuk memikirkan keselamatan diri sendiri. Secara pengecut pula! "

Pada kutipan dialog drama di atas penyair menyesalkan bahwa tokoh saudara-saudara hanya memikirkan keselamatan diri sendiri. Dari dialog tersebut kita mendapatkan refleksi bahwa dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak boleh mementingkan kepentingan sendiri. Kita harus bisa mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan sendiri.

Jawaban : D. Dalam hidup bermasyarakat atau bernegara, hendaknya kita tidak mementingkan diri sendiri.undefined 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Karim: Tapi, aku tidak bisa menjadi pemimpin. Anwar: Sudah bertahun-tahun berlangsung, sekarang mendadak hilang begitu, apa artinya ini? Kan aku selalu ada. Ini kesempatan yang baik. Orang mendenga...

4

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia