Roboguru

Penyebab utama Pertempuran Lima Hari di Semarang adalah kasus Jepang ...

Pertanyaan

Penyebab utama Pertempuran Lima Hari di Semarang adalah kasus Jepang ...

  1. Menghalangi para pemuda menyebarkan berita proklamasi

  2. Menculik anak-anak Indonesia

  3. Membunuh Dr. Karyadi

  4. Mengambil kembali kekuasaan di Indonesia

  5. Memaksa masyarakat melakukan kerja paksa

Pembahasan Soal:

Masa Revolusi Nasional yang terjadi dari tahun 1945-1949 merupakan upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaanya dari hadirnya Sekutu dan NICA (Netherland Indies Civil Administration) milik Belanda yang hendak kembali menguasai Indonesia. Upaya bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaanya tercermin dalam dua strategi, yakni perang dan diplomasi. Pihak yang turut serta dalam Masa Revolusi ini adalah Inggris, Belanda, dan juga Jepang. 

Salah satu pertempuran fisik bangsa Indonesia terhadap Jepangdi Masa Revolusi adalah Pertempuran Lima Hari di Semarang yang terjadi pada tanggal 15-19 Oktober 1945. Pertempuran ini disebabkan karena bekas tentara Jepang di Semarang yang dipekerjakan di Pabrik Gula Cepiring, mulai memberontak dan melakukan perlawanan. TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dan angkatan muda Semarang yang tengah merasakan euforia kemerdekaan Indonesia harus berhadapan dengan bekas tentara Jepang.

Peristiwa ini dilatarbelakangi dengan terdengarnya kabar bahwa tentara Jepang telah memberi racun terhadap reservoir Siranda yang merupakan suplai air bagi Semarang. Dr. Kariadi, selaku Kepala Laboratorium di Rumah Sakit Purusara, tempat yang notabene merupakan markas para pemuda Semarang, berangkat untuk memastikan apakah suplai air tersebut benar diracun atau tidak. Namun dalam perjalananya, Dr. Kariadi tertembak oleh tentara Jepang. Tewasnya Dr. Kariadi membuat kemarahan para pemuda dan TKR Semarang kian memuncak dan membuat pertempuran semakin berlarut. Pertempuran ini terjadi di beberapa tempat, di antaranya daerah Kintelan, Pandanaran, Jombang, dan Simpang Lima. 

Jadi, opsi jawaban benar adalah C.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Jasmine

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Terakhir diupdate 16 Juli 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

bagaimana keadaan kota semarang setelah pertempuran 5 hari di Semarang?

Pembahasan Soal:

Pertempuran 5 Hari adalah pertempuran yang melibatkan Indonesia melawan tentara Jepang di kota Semarang. Pertempuran yang memakan korban lebih dari 2000 jiwa ini berlangsung dari 15 Oktober hingga 19 oktober 1945.

Akhir dari pertempuran lima hari ini dimulai saat Indonesia yang diwakili Kasman Singodimejo melakukan perundingan dengan Jenderal Nakamura di tanggal 18 Oktober dan sepakat melakukan perundingan gencatan senjata. Jepang mengumumkan genjatan senjata, namun diam-diam juga melaksanakan serangan ke berbagai kampung. Pada tanggal 19 Oktober 1945, pertempuran sengit dan intens terus terjadi di seluruh penjuru kota Semarang. Pada hari yang sama, kapal besar HMS Glenroy yang mengangkut tentara Sekutu berlabuh di Semarang. Pertempuran baru berhenti setelah Gubernur Jawa Tengah Wongsonegoro dan pemimpin TKR berunding dengan komandan tentara Jepang Jenderal Nakamura. Proses gencatan senjata dipercepat setelah Brigadir Jenderal Bethel dari pasukan Sekutu terlibat dalam perundingan tanggal 20 Oktober 1945. 

Jepang akhirnya diusir dan dilucuti dari semua angkatan bersenjatanya setelah masuknya Sekutu ke Indonesia. Semarang akhirnya bebas dari Jepang, yang telah terkendali selama 3 tahun setelah Belanda mengalahkan Jepang. Sayangnya, kekalahan Jepang tidak memberikan angin segar kepada para pejuang Semarang. Sekutu yang didukung oleh tentara Belanda tampaknya ingin mendapatkan kembali kendali atas negara ini. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan masih berlanjut sampai Belanda dan komunitas internasional mengakui de facto dan de jure kedaulatan Indonesia.

Dengan demikian, kondisi Semarang setelah pertempuran lima hari tidak terbebas begitu saja tetapi masih berlanjut untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan dan pengakuan internasional

0

Roboguru

Untuk memperingati peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang, pemerintah membangun sebuah tugu yang diberi nama ….

Pembahasan Soal:

Pertempuran Lima Hari di Semarang adalah serangkaian pertempuran yang berlangsung antara rakyat Indonesia dan  tentara Jepang. Pertempuran yang menjadi bagian dari sejarah kota Semarang ini terjadi pada tanggal 15 – 19 Oktober 1945. Saat itu adalah masa transisi kekuasaan pasca menyerahnya Jepang dalam Perang Dunia II, dimana seharusnya kekuasaan Jepang di Indonesia sudah berakhir. Dalam memperingati pertempuran 5 hari di Semarang, Pemerintah Kota Semarang pada 10 November 1950, membangun Tugu Muda sebagai monumen peringatan.

Dengan demikian nama tugu yang dibangun sebagai peringatan atas terjadinya Pertempuran Lima Hari di Semarang adalah Tugu Muda.

0

Roboguru

Pertempuran 5 Hari di Semarang antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan rakyat Semarang melawan tentara Jepang dipicu oleh peristiwa ....

Pembahasan Soal:

Pertempuran Lima Hari atau Palagan 5 Dina terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pada 15-19 Oktober 1945. Peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang melibatkan sisa-sisa pasukan Jepang di Indonesia dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) atau angkatan perang Indonesia. Pemicu terjadinya Pertempuran Lima Hari adalah upaya pelucutan tentara Jepang yang tidak berjalan lancar. Mereka melakukan perlawanan ketika akan dirampas senjatanya oleh TKR.

Pada tanggal 14 Oktober 1945, pada petang hari, petugas kepolisian Indonesia yang menjaga persediaan air minum di Wungkal diserang oleh pasukan Jepang. Mereka dilucuti dan disiksa di tangsi Kedobutai Jatingaleh. Kemudian, di jalan Peterongan terdengar kabar bahwa air ledeng di Candi telah diracuni oleh Jepang. Oleh karena rakyat menjadi gelisah, dr. Kariadi, kepala laboratorium dinas Purusara Semarang ingin mengecek persediaan air tersebut namun ia dibunuh oleh tentara Jepang. Hal ini memicu kemarahan para pemuda yang kemudian melakukan penyerangan kepada tentara Jepang.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.

0

Roboguru

Mengapa dalam Pertempuran 5 hari di Semarang di sebut juga pertempuran segitiga antara Indonesia, Jepang dan Sekutu?

Pembahasan Soal:

Pertempuran lima hari di Semarang terjadi pada 14 – 19 Oktober 1945. Setelah kemerdekaan, masih banyak prajurit Jepang yang belum dapat kembali ke negaranya. Para tawanan tersebut banyak dipekerjakan di berbagai pabrik dan beberapa sektor lainnya. Pada saat bersamaan, pasukan sekutu dan pasukan Belanda mulai masuk kembali ke Indonesia dengan tugas untuk melucuti para tentara Jepang.

Peristiwa pertempuran lima hari Semarang ini latar belakangi oleh adanya perlawanan dari para tawanan Jepang pada tanggal 14 Oktober 1945. Saat itu, mereka akan dipindahkan ke Semarang, namun melarikan diri ke Jatingaleh dan bergabung dengan batalion Kidobutai pimpinan Mayor Kido.

Pertempuran dimulai pada saat pasukan Kidobutai yang didukung oleh pasukan Jenderal Nakamura mendatangi kota semarang pada tanggal 15 Oktober 1945. Kedatangan pasukan Kidobutai disambut oleh angkatan muda semarang yang didukung oleh TKR, sehingga terjadilah perang selama lima hari di Semarang. pertempuran ini berlangsung di beberapa titik, yakni Kintelan, Pandanaran, Jombang dan di depan Lawang Sewu. Pertempuran ini menemui titik akhir, ketika diadakan perundingan gencatan senjata. Pihak Indonesia diwakili oleh Kasman Singodimejo dan Mr. Sartono, pihak Jepang diwakili oleh Letnan Kolonel Nomura. Adapula perwakilan pihak sekutu yakni Brigadir Jenderal Bethel. Perundingan tersebut disetujui oleh kedua belah pihak, dan pihak sekutu melucuti persenjataan tentara Jepang.

Dengan demikian, konflik pada pertempuran ini memang melibatkan ketiga pihak tersebut. Indonesia berkonflik dengan Jepang bahkan sampai banyak korban jiwa, sementara sekutu datang ke Indonesia khususnya Semarang dengan membawa tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang dan memulangkan mereka ke negaranya.

0

Roboguru

Jelaskan perjuangan lewat konfrontasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia!

Pembahasan Soal:

Perjuangan fisik merupakan perjuangan yang dilakukan dengan menggunakan senjata atau mengandalkan kekuatan militer. Perjuangan fisik dilakukan lewat pertempuran, perjuangan fisik bisa juga disebut sebagai perjuangan konfrontasi bersenjata. Biasanya, dalam perjuangan fisik juga mengakibatkan banyak korban berjatuhan. Dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, banyak pahlawan yang menggunakan perjuangan fisik untuk mengusir penjajah, seperti pertempuran Lima Hari di Semarang, pertempuran Medan Area, peristiwa Bandung Lautan Api, Pertempuran Ambarawa, dan Pertempuran Margarana di Bali.

Dengan demikian, walaupun Indonesia sudah merdeka, namun pertempuran lewat jalur konfrontasi/bersenjata masih dilakukan diberbagai daerah di Indonesia. Hal ini dilakukan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved