Roboguru

Penyebab manusia purba hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain adalah…

Pertanyaan

Penyebab manusia purba hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain adalah…

  1. Manusia purba mencari daerah yang subur

  2. Sering terjadi bencana alam

  3. Sering terjadi peperangan antarkelompok

  4. Keadaan alam yang tidak stabil

  5. Manusia purba sangat bergantung pada alam

Pembahasan Soal:

Pola hunian pada masa manusia purba adalah bersifat  atau berpindah-pindah. Hal tersebut dikarenakan manusia purba mencari daerah yang subur, tersedia bahan makanan, dan tersedia air. Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan manusia purba masih sangat bergantung dengan alam. Hal tersebut terjadi karena manusia purba belum mengenal pertanian untuk memproduksi makanan. Perubahan terjadi ketika memasuki zaman Neolithikum, manusia sudah mulai menetap dan membuka lahan pertanian untuk menopang ketersediaan pangan.

Dengan demikian jawaban yang tepat adalah E.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 12 Agustus 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Masyarakat purba hidup secara nomaden atau berpindah-pindah pada masa .…

Pembahasan Soal:

Kehidupan manusia purba pada masa berburu dan meramu ditandai dengan pembuatan peralatan dari batu yang masih diproses secara sederhana serta hidup dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain atau nomaden. Kehidupan manusia yang berpindah-pindah dikarenakan ketergantungan mereka pada alam yang menyediakan makanan dan air. manusia prasejarah umumnya mendiami wilayah di sepanjang aliran sungai karena ketersediaan air yang banyak serta terdapat hewan untuk diburu dan dimakan. Ketika air di aliran sungai kering, manusia prasejarah akan mencari daerah lain yang menyediakan kebutuhan makanan dan air.

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah A. 

0

Roboguru

Perhatikan gambar peninggalan manusia praaksara berikut. Berdasarkan gambar tersebut, dapat disimpulkan bahwa ....

Pembahasan Soal:

Gambar tersebut adalah kjokkenmoddinger. Kjokkenmoddinger merupakan salah satu hasil kebudayaan zaman Mesolitikum. Ciri dari zaman Mesolitikum yaitu sudah ada manusia purba yang menetap. Homo sapiens menjadi manusia pendukung pada zaman ini. Konsep tempat tinggal yang ada pada masa ini dapat diketahui dari penemuan kjokkenmoddinger di tepi pantai atau di dalam goa dan ceruk-ceruk batu padas. Kjokkenmoddinger merupakan tumpukan pembuangan kulit kerang dan hewan laut lainnya yang dimakan oleh manusia purba dan terbentuk selama ribuan tahun. Dengan kata lain, kjokkenmoddinger berarti "sampah dapur". Ditemukannya kjokkenmoddinger di sekitar daerah perairan ini menunjukkan bahwa manusia purba hidup di sekitar sumber air.

 

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah B.

0

Roboguru

Pada masa lalu, manusia purba hidup dengan pola nomaden yaitu harus berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat lainnya. Adapun yang menjadi alasan manusia hidup berpindah-pindah dan belum menetap di ...

Pembahasan Soal:

Karakteristik kehidupan manusia purba pada masa berburu dan meramu dicirikan oleh pola hidup nomaden atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Pola hidup ini terjadi karena pada saat itu manusia purba menyesuaikan diri dengan ketersediaan sumber makanan baik itu berupa tumbuhan maupun hewan buruan di suatu tempat. Jika suatu tempat dianggap sudah kehabisan sumber makanan, manusia purba akan mencari wilayah lain yang strategis, yakni wilayah dengan kesediaan makanan yang berlimpah.  

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.undefined 

0

Roboguru

Penyebab manusia purba hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain adalah…

Pembahasan Soal:

Manusia zaman Pra-aksara mula-mula hidup dengan cara berburu dan meramu. Hidup mereka umumnya masih tergantung pada alam. Untuk mempertahankan hidupnya mereka menerapkan pola hidup nomaden atau berpindah-pindah tergantung dari bahan makanan yang tersedia.  Daerah yang ditempati manusia pra-aksara adalah daerah yang banyak menyediakan bahan makanan dalam jumlah yang cukup dan mudah memperolehnya. Daerah tersebut juga banyak dikunjungi oleh binatang, oleh karena itu manusia pra aksara mudah untuk berburu binatang. Manusia yang hidup pada zaman berburu dan mengumpulkan ini diperkirakan semasa dengan zaman Paleolithikum. Secara geografis pada zaman ini masih banyak tergantung pada kondisi alam sekitar. Manusia kadang harus menyesuaikan diri dan bertahan hidup sesuai dengan kondisi lingkungannya. Daerah padang rumput, sungai dan danau merupakan tempat-tempat ideal bagi manusia pra-aksara, karena disitulah akan tersedia air dan bahan makanan yang berlimpah sepanjang tahun.

Pada zaman itu, manusia pra-aksara menempati tempat tinggal sementara di gua-gua payung yang dekat dengan sumber makanan seperti siput, kerang, ikan, air dan lain-lain. Sedangkan untuk sumber penerangan mereka menggunakan api yang diperoleh dengan cara mebenturkan sebuah batu dengan batu sehingga menimbulkan percikan api dan membakar bahan-bahan yang mudah terbakar seperti serabut kelapa kering, lumut kering, rumput kering.  Masa manusia purba berburu dan meramu itu sering disebut dengan masa Food gathering. Mereka hanya mengumpulkan dan menyeleksi makanan karena belum dapat mengusahakan jenis tanaman untuk dijadikan bahan makanan. Dalam perkembangannya mulai ada sekelompok manusia purba yang bertempat tinggal sementara, misalnya di gua-gua, atau di tepi pantai. Peralihan Zaman Mesolitikum ke Neolitikum menandakan adanya revolusi kebudayaan dari food gathering menuju food producing dengan Homo Sapiens sebagai pendukungnya. Mereka tidak hanya mengumpulkan makanan tetapi mencoba memproduksi makanan dengan menanam. Kegiatan bercocok tanam dilakukan ketika mereka sudah mulai bertempat tinggal, walaupun masih bersifat sementara. Mereka melihat biji-bijian sisa makanan yang tumbuh di tanah setelah tersiram air hujan. Pelajaran inilah yang kemudian mendorong manusia purba untuk melakukan cocok tanam.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka jawabannya adalah E.

0

Roboguru

Perhatikan ciri-ciri manusia praaksara berikut Tinggi badan 165-170 cm, berat badan sekitar l00 kg. Volume otak sekitar 900 cc. Makanan sudah mulai diolah, mengenal api, dan memakan daging. Hid...

Pembahasan Soal:

Fosil Meganthropus paleojavanicus ditemukan oleh G.H.R. von Koenigswald sekitar tahun 1936 di Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah serta memiliki ciri-ciri, yaitu:

  1. Berbadan tegap dengan tonjolan di kepala.
  2. Bertulang pipi tebal dengan kening yang mencolok.
  3. Tidak memiliki dagu.
  4. Makanan pokoknya adalah tumbuh-tumbuhan.
  5. Hidup sekitar 2-1 juta tahun yang lalu.

Dalam fakta sejarah, tidak ada jenis manusia purba Pithecanthropus wajakensis. Yang ada adalah Homo wajakensis, dan masih menjadi bagian dari jenis manusia purba Homo sapiens. Homo wajakensis ditemukan pada tahun 1889 oleh B.D. van Rietschoten di Desa Wajak, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur serta memiliki ciri-ciri, yaitu:

  1. Volume otak sekitar 1630 cc.
  2. Tinggi badan sekitar 173 cm.
  3. Bentuk muka datar dan lebar.
  4. Memiliki gigi yang besar.

Fosil Pithecanthropus erectus merupakan hasil dari proyek pencarian jejak manusia purba oleh Eugene Dubois pada tahun 1891 di Lembah Sungai Bengawan Solo daerah Trinil, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur serta memiliki ciri-ciri, yaitu:

  1. Tinggi badan 165-170 cm.
  2. Berat badan l00 kg.
  3. Volume otak sekitar 900 cc.
  4. Hidup antara l juta-0,5 juta tahun lalu.
  5. Telah mengolah makanan berupa daging serta mengenal api.

Fosil Homo soloensis ditemukan oleh tim G.H.R. von Koenigswald di Ngandong, tepi Sungai Bengawan Solo, dan Sangiran, Jawa Tengah pada tahun 1931 hingga 1933 serta memiliki ciri-ciri, yaitu:

  1. Volume otak cukup besar mulai dari 1.013-1.251 cc.
  2. Tinggi badan 130-210 cm.
  3. Berat Badan 20-150 kg.
  4. Wajah dan hidungnya lebar.

Fosil Homo Sapiens di Indonesia ditemukan oleh B.D. van Rietschoten di Tulungagung, Jawa Timur pada tahun 1889 serta memiliki ciri-ciri, yaitu:

  1. Volume otak sekitar 1.350-1.450 cc.
  2. Tinggi badan 130-210 cm.
  3. Berat Badan 30-150 kg.
  4. Hidup sekitar 25.000-40.000 tahun yang lalu.

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah C.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved