Roboguru

Manusia purba hidup berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain disebabkan .....

Pertanyaan

Manusia purba hidup berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain disebabkan ..... undefined

  1. ... undefined

  2. ... undefined

Pembahasan Soal:

Pola hunian pada masa manusia pruba adalah bersifat nomaden atau berpindah-pindah. Hal tersebut dikarenakan manusia purba mencari daerah yang subur, tersedia bahan makanan, dan tersedia air. Pada umumnya manusia purba mendiami gua-gua di sekitar aliran sungai. Namun ketika memasuki zaman Neolithikum, terjadi revolusi kebudayaan, dimana manusia sudah mulai menetap dan membuka lahan pertanian untuk menopang ketersediaan pangan.

Dengan demikian, alasan manusia purba hidup berpindah-pindah karena mencari daerah yang subur, tersedia bahan makanan, dan tersedia air.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

K. Ivan

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Terakhir diupdate 29 Maret 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Penyebab manusia purba hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain adalah…

Pembahasan Soal:

Manusia zaman Pra-aksara mula-mula hidup dengan cara berburu dan meramu. Hidup mereka umumnya masih tergantung pada alam. Untuk mempertahankan hidupnya mereka menerapkan pola hidup nomaden atau berpindah-pindah tergantung dari bahan makanan yang tersedia.  Daerah yang ditempati manusia pra-aksara adalah daerah yang banyak menyediakan bahan makanan dalam jumlah yang cukup dan mudah memperolehnya. Daerah tersebut juga banyak dikunjungi oleh binatang, oleh karena itu manusia pra aksara mudah untuk berburu binatang. Manusia yang hidup pada zaman berburu dan mengumpulkan ini diperkirakan semasa dengan zaman Paleolithikum. Secara geografis pada zaman ini masih banyak tergantung pada kondisi alam sekitar. Manusia kadang harus menyesuaikan diri dan bertahan hidup sesuai dengan kondisi lingkungannya. Daerah padang rumput, sungai dan danau merupakan tempat-tempat ideal bagi manusia pra-aksara, karena disitulah akan tersedia air dan bahan makanan yang berlimpah sepanjang tahun.

Pada zaman itu, manusia pra-aksara menempati tempat tinggal sementara di gua-gua payung yang dekat dengan sumber makanan seperti siput, kerang, ikan, air dan lain-lain. Sedangkan untuk sumber penerangan mereka menggunakan api yang diperoleh dengan cara mebenturkan sebuah batu dengan batu sehingga menimbulkan percikan api dan membakar bahan-bahan yang mudah terbakar seperti serabut kelapa kering, lumut kering, rumput kering.  Masa manusia purba berburu dan meramu itu sering disebut dengan masa Food gathering. Mereka hanya mengumpulkan dan menyeleksi makanan karena belum dapat mengusahakan jenis tanaman untuk dijadikan bahan makanan. Dalam perkembangannya mulai ada sekelompok manusia purba yang bertempat tinggal sementara, misalnya di gua-gua, atau di tepi pantai. Peralihan Zaman Mesolitikum ke Neolitikum menandakan adanya revolusi kebudayaan dari food gathering menuju food producing dengan Homo Sapiens sebagai pendukungnya. Mereka tidak hanya mengumpulkan makanan tetapi mencoba memproduksi makanan dengan menanam. Kegiatan bercocok tanam dilakukan ketika mereka sudah mulai bertempat tinggal, walaupun masih bersifat sementara. Mereka melihat biji-bijian sisa makanan yang tumbuh di tanah setelah tersiram air hujan. Pelajaran inilah yang kemudian mendorong manusia purba untuk melakukan cocok tanam.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka jawabannya adalah E.

Roboguru

Alasan manusia purba memilih gua sebagai tempat tinggalnya adalah . . . .

Pembahasan Soal:

Manusia praaksara sejak masa Mesolitikum manusia purba sudah mulai menetap sementara. Manusia  purba menetap di gua karena belum mampu mendirikan tempat tinggal sendiri (membuat rumah). Tinggal di gua juga dapat melindungi manusia dari cuaca buruk, seperti hujan dan badai. Biasanya manusia purba tinggal di gua-gua yang dekat dengan sumber air.

Roboguru

Menurut pendapat kamu, bagaimana manusia purba bisa menyebar ke dalam wilayah Kepulauan Indonesia bahkan sampai ke luar wilayah Kepulauan Indonesia?

Pembahasan Soal:

Manusia purba hidup dengan bergantung pada alam. Mereka masih menjalani pola hidup food gathering (berburu dan mengumpulkan makanan). Sehingga hidup nomaden atau berpindah-pindah mengikuti ketersediaan makanan di tempat tinggalnya. Hal tersebut mengakibatkan mereka tidak hanya terkumpul dalam suatu wilayah, akan tetapi menyebar ke berbagai tempat.

Dengan demikian alasan manusia purba bisa menyebar ke berbagai tempat adalah untuk memenuhi kebutuhannya dalam bertahan hidup.

Roboguru

Berikut ini merupakan nilai-nilai budaya yang berkembang pada masa pra aksara di Indonesia, kecuali ...

Pembahasan Soal:

Masa Pra-aksara merupakan sebuah periode sejarah yang berisi peradaban manusia yang tidak memiliki sistem bahasa tertulis atau tulisan. Manusia yang hidup di zaman ini disebut dengan manusia purba. Manusia purba merupakan sejenis manusia yang hadir sebelum adanya manusia modern.

Terdapat 3 periode kehidupan masyarakat pra-aksara yakni :

  1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan. Pada masa ini, manusia purba selalu berpindah-pindah (nomaden) karena tidak punya tempat tinggal tetap.
  2. Masa bercocok tanam. Pada masa ini, manusia purba sudah bisa menetap di suatu wilayah.
  3. Masa perundagian. Pada masa ini, manusia purba sudah dapat mengolah benda atau mengolah logam.

Ketiga masa tersebut, manusia purba selalu hidup secara berkelompok untuk bertahan hidup. Manusia purba membekali diri dan melakukan kerjasama untuk menghadapi lingkungan sekitarnya. Pada masa ini manusia juga telah mengenal religiulitas dengan menyembah arwah nenek moyang.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

Roboguru

Jelaskan alasan Sangiran disebut sebagai laboratorium situs manusia purba di Asia!

Pembahasan Soal:

Sangiran yang berada di Jawa Tengah, mulai banyak dikenal masyarakat ketika ditemukannya fosil manusia purba tertua yaitu Meghanthropus paleojavanicus. Setelah itu diadakan sebuah penelitian di daerah Sangiran untuk mengungkap adanya fosil lain.

Dengan penelitian tersebut ditemukan banyaknya fosil Meghanthropus paleojavanicus serta hewan dan batuan yang digunakan untuk alat kehidupan yang berusia 2,4 juta tahun yang lalu. Hal itu yang membedakan situs Sangiran dengan yang ada di negara lain. Kemudian ditemukan juga adanya fosil proses evolusi manusia 1,2 juta tahun silam.

Sehingga Sangiran dapat dikatakan menjadi laboratorium manusia purba terbesar di Asia dengan banyaknya informasi mengenai kehidupan manusia purba di satu daerah sangiran. space 

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved