Roboguru

Penjajah Belanda dapat menguasai Indonesia dalam waktu yang lama karena bangsa Indonesia mudah dipecah belah dan perjuangan yang dilakukan bangsa Indonesia masih bersifat ...

Pertanyaan

Penjajah Belanda dapat menguasai Indonesia dalam waktu yang lama karena bangsa Indonesia mudah dipecah belah dan perjuangan yang dilakukan bangsa Indonesia masih bersifat ...undefined 

Pembahasan Soal:

Bangsa Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang bebas merdeka saat ini bila tidak ada usaha untuk bangkit dan melepaskan diri dari penjajahan. Penjajah Belanda dapat menguasai bangsa Indonesia dalam waktu lama karena rakyat Indonesia mudah dipecah belah dan perjuangan yang dilakukan bersifat kedaerahan. Hal ini berlangsung dalam kurun waktu sebelum tahun 1908. Setelah tahun 1908, perjuangan berubah dengan bersifat nasional yang diawali oleh organisasi Budi Utomo, sehingga pada saat itu dapat dikatakan sebagai periode Kebangkitan Nasional.space space 

Jadi, alasan mengapa bangsa Indonesia dikuasai oleh penjajah Benlanda dalam waktu yang lama karena perjuangan bangsa Indonesia masih bersifat kedaerahan.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Jasmine

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Terakhir diupdate 08 Oktober 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Perbedaan utama perlawanan sebelum tahun 1900 dengan sesudah tahun 1900?

Pembahasan Soal:

Perlawanan melawan penjajahan sebelum tahun 1900 cenderung dilakukan dengan perlawanan fisik dan juga sifatnya yang masih kedaerahan sehingga sangat mudah ditumpas oleh pemerintah kolonial Belanda. Sedangkan setelah 1900 perjuangan melawan penjajah kolonial Belanda diwujudkan dengan dibentuknya berbagai organisasi yang menginspirasi timbulnya semangat kebersamaan yang merupakan wujud kebangkitan nasional sampai memiliki rasa sebangsa dan setanah air dengan adanya Sumpah Pemuda 1928 dan juga sampai pada titik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945 yang menjadi puncak perjuangan bangsa Indonesia melepaskan diri dari ikatan penjajahan.

Sehingga, perbedaan perlawanan Bangsa Indonesia melawan pemerintah kolonial sebelum 1900 dan setelah 1900 ditandai dengan Politik Etis sehingga memiliki perbedaan dalam cara perlawanannya. Sebelum 1900 perlawanan dilakukan dengan perang fisik dan bersifat kedaerahan, sedangkan setelah tahun 1900 perlawanan dilakukan lewat organisasi pergerakan nasional dan bersifat nasional.

0

Roboguru

Isilah bagan berikut ini : Perlawanan terhadap Portugis dan Belanda

Pembahasan Soal:

Dengan demikian, raja-raja Kerajaan Aceh yang melakukan perlawanan yaitu Sultan Ali Mughayat Syah (1514–1528), Sultan Alaudin Riayat Syah (1537–1568), Sultan Iskandar Muda (1607–1636). 

0

Roboguru

Kegagalan perlawanan masyarakat Nusantara melawan kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa dikarenakan beberapa hal, di antaranya ....

Pembahasan Soal:

Kegagalan perlawanan masyarakat Nusantara melawan kolonialisme dan imperialisme Eropa disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah perlawanan bersifat lokal kedaerahan. Perlawanan seperti hal tersebut sangat mudah dipatahkan oleh penjajah Eropa karena perlawanannya biasanya hanya skala kecil dan dalam bidang persenjataan juga militernya tertinggal jauh dengan penjajah kolonial yang sudah lebih maju dalam bidang tersebut.

Berdasarkan pembahasan di atas, maka jawaban di atas adalah B.undefined 

0

Roboguru

Tuliskan sifat perlawanan lokal dari para raja atau sultan dan rakyat terhadap VOC!

Pembahasan Soal:

Perlawanan yang bersifat lokal adalah sebuah pergerakan yang dilakukan oleh tiap-tiap kerajaan yang merasa martabatnya dilecehkan, kedaulatannya dilanggar, dan kepentingannya terancam. Dengan kata lain, perlawanan itu bersifat lokal dan dipandang oleh kerajaan lain sebagai masalah internal. Dengan demikian, kerajaan .lain memilih tidak terlibat, kecuali jika mereka diminta bantuannya untuk menjadi sekutu. Dalam tahap ini, kita belum melihat adanya kesadaran nasional. Meskipun demikian, kerajaan-kerajaan di Nusantara menghadapi musuh bersama, yaitu bangsa penjajah yang berambisi menguasai wilayah dan perekonomian kerajaan. Kelak, adanya kesadaran akan musuh bersama ini ikut melahirkan perasaan senasib-sepenanggungan, yang melahirkan kesadaran nasional.

Dengan demikian, sifat perlawanan lokal adalah dilakukan masing-masing kerajaan tanpa saling intervensi.

0

Roboguru

Jelaskan ciri-ciri perlawanan bangsa Indonesia melawan penjajah Eropa sebelum tahun 1908!

Pembahasan Soal:

Perlawanan-perlawanan yang terjadi sebelum lahirnya kesadaran nasional pada 1908 memiliki ciri-ciri yang khusus, antara lain sebagai berikut.

  1. Bersifat lokal. Perlawanan dilakukan oleh tiap-tiap kerajaan yang merasa martabatnya dilecehkan, kedaulatannya dilanggar, dan kepentingannya terancam. Dengan kata lain, perlawanan itu bersifat lokal dan dipandang oleh kerajaan lain sebagai masalah internal. Dengan demikian, kerajaan .lain memilih tidak terlibat, kecuali jika mereka diminta bantuannya untuk menjadi sekutu. Dalam tahap ini, kita belum melihat adanya kesadaran nasional. Meskipun demikian, kerajaan-kerajaan di Nusantara menghadapi musuh bersama, yaitu bangsa penjajah yang berambisi menguasai wilayah dan perekonomian kerajaan. Kelak, adanya kesadaran akan musuh bersama ini ikut melahirkan perasaan senasib-sepenanggungan, yang melahirkan kesadaran nasional.
  2. Bergantung pada pemimpin karismatik. Perlawanan bersenjata itu mengandalkan tokoh-tokoh karismatik. Pemimpin yang dimaksud adalah seorang raja, bangsawan, pembesar kerajaan, pemuka agama, dan rakyat biasa yang berpengaruh atau yang dianggap memiliki kesaktian dan kekuatan yang melebihi manusia biasa. Karena bertumpu pada karisma pemimpin, tatkala pemimpin itu tewas atau tertangkap, rakyat tercerai-berai dan perlawanan pun akhirnya berhenti. Hal itulah yang terjadi dalam Perang Makassar (Sultan Hasanuddin, Perang Paderi (Tuanku Imam Bonjol), Perang Jawa (Pangeran Diponegoro), Perang Tapanuli (Sisingamangaraja XII), dan Perang Aceh (Teuku Umar).
  3. Perlawanan bersifat fisik atau mengandalkan kekuatan senjata. Teknologi persenjataan modern belum dikenal masyarakat Nusantara ketika itu. Perlawanan yang mereka lakukan mengandalkan berbagai jenis senjata tradisional khas daerahnya, seperti rencong, kelewang, pedang, dan keris. Meskipu menggunakan senjata tradisional, Belanda kerap kewalahan. Bukan karena senjata tradisional itu lebih ampuh daripada senjata modern Belanda, melainkan karena semangat rakyat Nusantara untuk melawan kesewenang-wenangan Belanda.
  4. Mudah dipercah belah. Devide et impera, 'pecah belah dan kuasai', adalah siasat jitu penjajah kolonial Belanda menaklukkan perlawanan-perlawanan di Nusantara. Kaurn penjajah dianggap lawan oleh para penguasa daerah di Nusantara ketika mereka dianggap mengancam kepentingannya. Sebaliknya, para penguasa daerah menganggap kaum penjajah sebagai kawan ketika mereka dianggap dapat menjadi sekutu dalam menaklukkan penguasa saingannya.

Dengan demikian, ciri perlawanan bangsa Indonesia melawan penjajah Eropa sebelum tahun 1908 adalah bersifat lokal, bergantung pada pemimpin kharismatik, bersifat fisik, dan mudah dipecah belah.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved