Teknologi luar angkasa adalah teknologi yang mengembangkan alat-alat yang dapat membawa pergi atau mengambil benda di luar angkasa. Dalam sejarah perang dunia, perkembangan teknologi luar angkasa erat kaitannya dengan persenjataan, karena pada awalnya pengembangan teknologi tersebut digunakan dalam pengembangan senjata roket untuk menyerang musuh dari jarak jauh, selanjutnya pengembangan bom atom yaitu bom yang daya ledaknya luar biasa yang di gunakan dalam perang dunia, lama kelamaan pengembangan teknologi luar angkasa banyak dikembangkan oleh negara-negara di dunia untuk berbagai macam kebutuhan, terutama pada masa perang dingin, pengembangan teknologi ini giat dikembangkan oleh AS dan Soviet. Selanjutnya teknologi ini digunakan untuk mengaksess dan mengeksplorasi luar angkasa, seperti membuat pesawat yang mengirim manusia ke bulan, atau membuat stasiun di luar angkasa.
Pada tahhun 1958 AS mendirikan NASA (National Aeronautics and Space Administration) yaitu badan antariksa Amerika Serikat. Dalam salah satu program antariksanya, NASA sedang mencari cara untuk membersihkan ruang angkasa dari ancaman peningkatan sampah dari kegiatan antariksa, yaitu sampah antariksa berupa peralatan ruang angkasa yang dibuat manusia seperti satelit yang sudah mati ataupun lainnya, yang dapat menimbulkan gangguan fungsi kegiatan antariksa.
Selanjutnya ada beberapa perusahaan dari Amerika Utara yang bekerja sama untuk menangani sampah antariksa tersebut dengan NASA, salah satunya perusahaan Star Technology anda Research. Pada 2003 perusahaan ini diberikan dana untuk mengembangkan pesawat luar angkasa Electro Dynamic Debris Eliminator (EDDE). EDDE ini adalah pesawat yang menyerupai kapal yang berlayar bertenaga surya, cara kerjanya yaitu menjaring satelit-satelit yang sudah tidak beroperasi.
Jadi jawaban yang tepat ialah yang C.
Jadi jawaban yang tepat adalah C.