Roboguru

Mengapa Perjanjian Renville berdampak buruk bagi Republik Indonesia?

Pertanyaan

Mengapa Perjanjian Renville berdampak buruk bagi Republik Indonesia?

  1. ...

  2. ...

Pembahasan Soal:

Perjanjian Renville adalah sebuah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang terjadi setelah situasi yang sangat memanas akibat adanya Agresi Militer Belanda I, sehingga untuk mengakhirinya maka terjadilah perjanjian Renville pada tanggal 17 Januari 1948 yang bertempat di atas geladak kapal perang Amerika Serikat USS Renville. Dampak dari perjanjian Renville  tercatat sebagai perjanjian yang banyak sekali membawa kerugian bagi Indonesia. Dampak seperti kondisi perekonomian yang semakin kritis, bentuk negara terpaksa berubah menjadi perserikatan dari yang tadinya sebagai negara kesatuan. Tidak hanya bentuk negara yang mengalami perubahan, namun dampak perjanjian Renville juga mengakibatkan Indonesia harus merubah sistem pemerintahan dan konstitusinya. Sistem presidensial yang sebelumnya digunakan harus berubah ke sistem parlementer, dimana presiden hanya menjadi kepala negara dan bukan lagi kepala pemerintahan dan semakin kecilnya wilayah kekuasaan Republik Indonesia yaitu hanya meliputi wilayah Sumatera, Jawa Tengah dan Madura.undefined

Dengan demikian, perjanjian Renville berdampak buruk bagi Republik Indonesia karena merugikan Indonesia dalam berbagai bidang seperti: bidang ekonomi, pemerintahan, politik dan lainnya.

 

 

 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Acfreelance

Terakhir diupdate 30 Maret 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Perjanjian Renville berdampak….  Munculnya jabatan perdana menteri Peristiwa PRRI Berdirinya negara Pasundan Jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin

Pembahasan Soal:

Kerja KTN membuahkan hasil ketika mampu mempertemukan wakil-wakil Belanda dan Indonesia pada 8 Desember 1947. Pertemuan tersebut berlangsung di atas kapal USS Renville milik Amerika Serikat yang sedang berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perundingan ini kemudian dikenal dengan perundingan Renville. Perundingan Renville dilaksanakan untuk menghentikan Agresi Militer Belanda I. Dalam perundingan ini Indonesia mengirimkan delegasi yang dipimpin oleh Amir Syarifudin, sedangkan delegasi Belanda dipimpin oleh R.Abdulkadir Wijoyoatmojo. Perundingan ini menghasilkan beberapa keputusan, di antaranya:

  1. Belanda akan tetap berdaulat hingga terbentuknya RIS atau Republik Indonesia Serikat.
  2. RIS atau Republik Indonesia Serikat memiliki kedudukan sejajar dengan Uni Indonesia Belanda.
  3. Belanda dapat menyerahkan kekuasaannya ke pemerintah federal sementara, sebelum RIS terbentuk.
  4. Negara Republik Indonesia akan menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat.
  5. Enam bulan sampai satu tahun, akan diadakan pemilihan umum dalam pembentukan Konstituante RIS.
  6. Setiap tentara Indonesia yang berada di daerah pendudukan Belanda harus berpindah ke daerah Republik Indonesia.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Indonesia mengalami banyak kerugian. Dampak yang ditimbulkan dari adanya perjanjian Renville ini adalah:

  1. Semakin menyempitnya wilayah Republik Indonesia karena sebagian wilayah Republik Indonesia telah dikuasai pihak Belanda.
  2. Dengan timbulnya reaksi kekerasan sehingga mengakibatkan Kabinet Amir Syarifuddin berakhir karena dianggap menjual Negara terhadap Belanda.
  3. Diblokadenya perekonomian Indonesia secara ketat oleh Belanda
  4. Republik Indonesia harus memakasa menarik mundur tentara militernya di daerah gerilya untuk ke wilayah Republik Indonesia.
  5. Untuk memecah belah republik Indonesia, Belanda membuat negara Boneka, antara lain Negara Indonesia Timur, Negara Sumatera Timur, Negara Sumatera Selatan, Negara Jawa Timur, Negara Pasundan dan Negara Madura.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dampak perjanjian Renville ditunjukkan oleh nomor 3 dan 4.

0

Roboguru

Tuliskan bukti - bukti konkrit apa saja yang merugikan pihak Indonesia selama melakukan perundingan dengan pihak Belanda?

Pembahasan Soal:

Perjanjian Renville adalah perjanjian antara Indonesia dan Belanda yang ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948 di atas geladak kapal perang Amerika Serikat sebagai tempat netral, USS Renville, yang berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perundingan dimulai pada tanggal 8 Desember 1947 dan ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN), Committee of Good Offices for Indonesia, yang terdiri dari Amerika Serikat, Australia, dan Belgia.

Dengan demikian, bukti - bukti konkrit yang merugikan pihak Indonesia selama melakukan perundingan dengan pihak Belanda yaitu:

  1. Perjanjian Renville menjadikan wilayah Indonesia lebih sempit
  2. Pegawai Pemerintahan dan Angkatan Perang harus mengungsi dari kantong - kantong belanda
  3. Rakyat yang memihak RI harus keluar dari wilyah kantong - kantong Belanda
  4. Segala sumber Daya Alam yang terdapat kantong - kantong belanda dikuasai Belanda
  5. Melemahkan moril semangat dalam berjuang.

0

Roboguru

Bagaimana kedudukan Belanda dengan adanya Perjanjian Renville ...

Pembahasan Soal:

Perundingan Renville adalah perjanjian antara Indonesia dan Belanda pada 8 Desember 1947 sebagai reaksi atas Agresi Militer Belanda 1 pada tanggal 4 Agustus 1947. Perundingan Renville adalah usulan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Komisi Tiga Negara (KTN) untuk menyelesaikan konflik yang terjadi antara Indonesia dengan Belanda.
Adapun hasil perundingan Renville, adalah : 

  1. Belanda akan tetap berdaulat hingga terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS)
  2. RIS memiliki kedudukan sejajar dengan Uni Indonesia Belanda
  3. Negara Republik Indonesia akan menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat
  4. Belanda hanya mengakui Jawa Tengah, Yogyakarta dan Sumatera sebagai wilayah Republik Indonesia
  5. Disetujui adanya garis demarkasi antara wilayah RI dan daerah pendudukan Belanda, dan
  6. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah di kantongnya di Jawa Barat dan Jawa Timur 

Dari hasil Perundingan Renville, diketahui bahwa negara pendudukan Belanda di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah menjadi luas sebab pengakuan wilayah atas wilayah Republik semakin sempit, terlebih dengan penerapan garis van Mook. 
Dengan demikian, kedudukan Belanda di Indonesia pasca Perundingan Renville adalah bertambah luasnya wlayah pendudukan Belanda sebagai akibat penyempitan wilayah Republik Indonesia dari garis van Mook.  

0

Roboguru

Soal terdiri atas 3 bagian, yaitu PERNYATAAN; kata SEBAB; dan ALASAN yang disusun berurutan. Masyumi dan PNI menolak persetujuan Renville. SEBAB Persetujuan Renville dianggap tidak menjamin dengan ...

Pembahasan Soal:

Pernyataan benar. Perjanjian Renville merupakan perjanjian yang terjadi guna untuk menghentikan Agresi Militer Belanda I. Latar belakang terjadinya Perjanjian Renville adalah usul dari Komisi Tiga Negara (KTN) yang dipertemukan oleh Indonesia dan Belanda dalam perundingan. Perundingan tersebut dilakukan di atas kapal Amerika Serikat yang bernama USS Renville. Perundingan tersebut diadakan pada tanggal 8 Desember 1947 ketika kapal tersebut sedang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok. Indonesia diwakili oleh Mr. Amir Syarifuddin. Sementara itu, pihak Belanda diwakili oleh R. Abdulkadir Widjojoatmodjo, yang merupakan orang Indonesia pemihak Belanda. Hasil perundingan Renville, yang kemudian disebut sebagai perjanjian Renville. resmi ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948.  Adapun isi dari Perjanjian Renville ini adalah.

  1. Pihak Indonesia menyetujui dibentuknya negara Indonesia serikat pada masa peralihan sampai pengakuan kedaulatan
  2. Belanda bebas membentuk negara-negara federal di daerah-daerah yang didudukinya dengan melalui jajak pendapat (plebisit) terlebih dahulu.
  3. Pemerintah Indonesia bersedia menarik pasukannya serta mengosongkan daerah-daerah di belakang Garis van Mook untuk kemudian masuk ke wilayah Indonesia.

Setelah kabinet Amir Syarifuddin menerima persetujuan Renville, kembali parta-partai politik menentangnya. Sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah, partai-partai besar, seperti Masyumi dan PNI menyatakan mosi tidak percaya terhadap Kabinet Amir Syarifuddin.. Sebagai hasil sidang Dewan partai tanggal 18 januari 1948, PNI menuntut supaya kabinet Amir mengembalikan mandatnya kepada Presiden.

Alasan Benar. Hasil Perjanjian Renville mengundang reaksi keras, baik dari rakyat Indonesia, politikus , maupun TNI. Pasalnya, dengan perjanjian ini, wilayah Indonesia menjadi semakin sempit, hanya “sebesar daun lontar”  mengutip istilah Letjen Soedirman. Pemerintah di nilai gagal dalam perjuangan diplomasi. Wilayah yang semakin sempit mempersulit posisi Indonesia baik secara ekonomi maupun politik dan militer. Dari segi ekonomi, perjanjian ini membuat semua kota besar termasuk pusat-pusat produksi dan perdagangan utama berada di tangan Belanda. Indonesia pun terkepung atau terblokade secara ekonomi. Sementara  itu, bagi TNI hasil perundingan ini telah mengakibatkan mereka terpaksa meninggalkan sejumlah wilayah pertahanan yang telah di bangun dengan susah payah. Di partai-partai besar seperti Masyumi dan PNI mereka menentang keras hasil Perundingan Renville ini. Masyumi yang merupakan pendukung utama kabinet, menarik kembali menteri-menterinya. Tindakan ini diambil karena masyumi berpendapat bahwa Amir Syarifuddin menerima begitu saja persetujuan tersebut atas dasar 12 prinsip politik dan 6 tambahan dari KTN. Tindakan Masyumi ini diikuti oleh PNI. Sebagai hasil sidang Dewan partai tanggal 18 januari 1948, PNI menuntut supaya kabinet Amir mengembalikan mandatnya kepada Presiden. PNI menolak persetujuan Renville karena persetujuan itu tidak menjamin dengan tegas kelanjutan dan kedudukan Republik. Hingga akhir perdana menteri Amir Syarifuddin pun menyerahkan kembali mandat kepada Presiden Soekarno pada tanggal 23 Januari 1948

Keduanya memiliki hubungan sebab akibat karena sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah, partai-partai besar, seperti Masyumi dan PNI menyatakan mosi tidak percaya terhadap Kabinet Amir Syarifuddin.. Adapun mosi ini dikeluarkan karena menurut PNI, Perjanjian Renville ini tidak menjamin dengan tegas kelanjutan dan kedudukan Republik.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Organisasi yang dibentuk Amir Syarifudin untuk merebut kembali kedudukannya dengan menggerakan aksi PKI di Madiun adalah ...

Pembahasan Soal:

Pemberontakan yang dilakukan PKI di Madiun pada 18 September 1948 merupakan salah satu pemberontakan untuk merongrong kekuasaan Republik Indonesia sehingga mengancam kekuatan pemerintahan yang sah. Adapun pemicu awal pemberontakan ini dimulai ketika Perundingan Renville (8 Desember 1947) menghasilkan keputusan yang sangat merugikan Republik Indonesia. Salah satunya adalah wilayah RI yang menjadi sempit karena hanya sebatas Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dengan hasil yang merugikan itu, dampaknya adalah Kabinet Amir Syarifuddin yang turut andil dalam Perundingan Renville meletakkan jabatannya dan menyerahkan mandat itu kepada Kabinet Mohammad Hatta. 

Adanya kekecewaan terhadap hasil perundingan, di samping hilangnya jabatan perdana menteri, membuat Amir berganti haluan untuk menjadi pihak oposisi bagi Republik Indonesia. Ia membentuk koalisi untuk mengadakan pemberontakan terhadap Republik dengan membentuk organisasi Front Demokrasi Rakyat pada bulan Februari 1948. Front Demokrasi Rakyat ini terdiri dari persatuan partai-partai dan organisasi sayap kiri seperti Partai Komunis Indonesia, Partai Sosialis Indonesia, dan Partai Buruh Indonesia. 

Jadi, jawaban benar adalah D.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved