Iklan

Pertanyaan

Cermati penggalan drama berikut!


JUMENA: Omong-omong berapa belanja kita hari ini?

EUIS: Akang sedang sakit kenapa mesti urus juga tetek-bengek semacam itu?

JUMENA: Bukan tetek-bengek tapi uang. Dan saya tidak pernah sakit untuk urusan uang. Ini satu-satunya hiburan saya, gila kalau saya tidak memeliharanya. Sekarang katakan berapa belanja hari ini?

EUIS: Sama seperti kemarin.

JUMENA: Kalau begitu masih ada sisa buat besok.

EUIS: Masih

JUMENA: Sebetulnya masih bisa juga untuk belanja dua hari lagi, tapi kau belum tahu seninya. Tidak apa. Kelak kau pasti bisa. Tapi sekali lagi saya nasihatkan jangan sekali-kali kau suruh orang lain berbelanja, juga jangan nyai kau itu, belanjalah sendiri. Semua orang sama saja. Tukang catut! Jangan salah paham. Ini bukan sikap kikir, tapi sikap cermat dan tahu berkesenian dengan uang, selain menghargai jerih payah.

Sumur Tanpa Dasar, Arifin C. Noerspace

Konflik dalam drama tersebut adalah ...

Konflik dalam drama tersebut adalah ...space

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

15

:

49

:

45

Klaim

Iklan

N. Juliana

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

konflik dalam drama tersebut adalah "rasa tidak suka istri terhadap sikap suaminya".

konflik dalam drama tersebut adalah "rasa tidak suka istri terhadap sikap suaminya".space

Pembahasan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak pelaku melalui tingkah laku atau dialog yang dipentaskan. Menurut tim Kemdikbud (2017, hlm. 237) , struktur teks drama terdiri dari: Prolog, adalah kalimat atau kata-kata pembuka, pengantar, maupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu yang telah di set dalam teks drama. Orientasi, merupakan pengenalan dan pengaturan aksi dan tempat yang meliputi: pengenalan tokoh, menyatakan situasi dan cerita, hingga permulaan dalam mengajukan konflik yang akan terjadi dalam kisah yang dibawakan dalam drama. Komplikasi, atau disebut juga sebagai bagian tengah cerita yang mulai mengembangkan konflik. Pada bagian ini tokoh utama akan menemukan berbagai rintangan antara ia dan tujuan atau keinginannya. Tokoh juga kerap mengalami berbagai kesalahpahaman dalam perjuangannya untuk menghadapi berbagai rintangan tersebut. Resolusi (denouement), yakni penyelesaian dari komplikasi atau berbagai rintangan yang menghalangi tokoh utama. Bagian ini harus muncul secara logis dan sesuai dengan berbagai komplikasi atau klimaks (puncak konflik yang menyekat komplikasi dan resolusi) yang sebelumnya telah dihadirkan. Epilog, merupakan bagian penutup dari drama berupa kata-kata penutup yang berisi simpulan atau amanat mengenai keseluruhan isi drama. Bagian ini pun biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu. Berdasarkan penjelasan di atas, konflik yang terdapat dalam sebuah teks drama terdapat pada bagian komplikasi, sehingga konflik dalam drama tersebut adalah " rasa tidak suka istri terhadap sikap suaminya karena masih ikut campur mengurusi tentang belanjaan, walaupun sedang dalam keadaan sakit, hal ini sesuai dengan kutipan dialog yang berbunyi: JUMENA: Omong-omong berapa belanja kita hari ini? EUIS: Akang sedang sakit kenapa mesti urus juga tetek-bengek semacam itu? Dengan demikian, konflik dalam drama tersebut adalah "rasa tidak suka istri terhadap sikap suaminya".

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drama adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak pelaku melalui tingkah laku atau dialog yang dipentaskan.

Menurut tim Kemdikbud (2017, hlm. 237), struktur teks drama terdiri dari:

  1. Prolog, adalah kalimat atau kata-kata pembuka, pengantar, maupun latar belakang cerita, yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu yang telah di set dalam teks drama.
  2. Orientasi, merupakan pengenalan dan pengaturan aksi dan tempat yang meliputi: pengenalan tokoh, menyatakan situasi dan cerita, hingga permulaan dalam mengajukan konflik yang akan terjadi dalam kisah yang dibawakan dalam drama.
  3. Komplikasi, atau disebut juga sebagai bagian tengah cerita yang mulai mengembangkan konflik. Pada bagian ini tokoh utama akan menemukan berbagai rintangan antara ia dan tujuan atau keinginannya. Tokoh juga kerap mengalami berbagai kesalahpahaman dalam perjuangannya untuk menghadapi berbagai rintangan tersebut.
  4. Resolusi (denouement), yakni penyelesaian dari komplikasi atau berbagai rintangan yang menghalangi tokoh utama. Bagian ini harus muncul secara logis dan sesuai dengan berbagai komplikasi atau klimaks (puncak konflik yang menyekat komplikasi dan resolusi) yang sebelumnya telah dihadirkan.
  5. Epilog, merupakan bagian penutup dari drama berupa kata-kata penutup yang berisi simpulan atau amanat mengenai keseluruhan isi drama. Bagian ini pun biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.

Berdasarkan penjelasan di atas, konflik yang terdapat dalam sebuah teks drama terdapat pada bagian komplikasi, sehingga konflik dalam drama tersebut adalah "rasa tidak suka istri terhadap sikap suaminya karena masih ikut campur mengurusi tentang belanjaan, walaupun sedang dalam keadaan sakit, hal ini sesuai dengan kutipan dialog yang berbunyi:

JUMENA: Omong-omong berapa belanja kita hari ini?

EUIS: Akang sedang sakit kenapa mesti urus juga tetek-bengek semacam itu?


Dengan demikian, konflik dalam drama tersebut adalah "rasa tidak suka istri terhadap sikap suaminya".space

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Relevansi konflik dalam drama tersebut dengan situasi nyata adalah …

1

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia