Iklan

Pertanyaan

Kelompok senyawa di bawah ini yang penamaannya sesuai kaidah IUPAC adalah ....

Kelompok senyawa di bawah ini yang penamaannya sesuai kaidah IUPAC adalah .... space 

  1. difosfor trioksida, nikel hidroksida, dan tembaga(II) sulfatspace

  2. nikel(II) hidroksida, natrium hipoklorit, dan tembaga sulfatspace

  3. natrium hipoklorit, tembaga(II) sulfat, dan krom trioksidaspace

  4. tembaga(II) sulfat, krom(III) oksida, dan magnesium sulfidaspace

  5. magnesium sulfida, fosfor(III) oksida, dan nikel(II) hidroksidaspace

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

08

:

57

:

40

Iklan

Q. 'Ainillana

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Tata nama untuk senyawa kovalen biner adalahmenuliskan nama unsur pertama dan kedua, dengan memberi awalan mono/di/tri/dst. sesuai jumlah atom dan diakhiri -ida. Sedangkan untuk senyawa ionikdibedakan untuk kation logam yang memiliki biloks banyak dankation logam dengan biloks tetap. Untuk kation yang memiliki biloks banyak, harus disebutkan biloks logam tersebut setelah nama kation menggunakan angka romawi dalam tanda kurung. Sedangkan untuk kation logam yang biloksnya tetap tidak perlu menuliskan biloks logamnya. Kemudian tuliskan nama anionnya dandiberi akhiran -ida (untuk biner). Penamaandifosfor trioksida sudah sesuai (senyawa kovalen), namun nikel hidroksida salah, senyawa ini merupakan senyawa ionik. Seharusnya biloks nikel disebutkan karena nikelmemiliki biloks lebih dari 1, dan tembaga(II) sulfat sudah benar. Penamaannatrium hipoklorit sudah benar (tidak perlu menuliskan biloks natrium karena biloksnya sudah pasti +1). Penamaankrom trioksida salah, karena krom merupakan logam yang memiliki niloks lebih dari 1, seharusnya biloks krom dituliskan dan awalan 'tri' hanya digunakan pada tata nama senyawa kovalen. Penamaanmagnesium sulfida sudah benar. jadi, jawaban yang benar adalah D.

Tata nama untuk senyawa kovalen biner adalah menuliskan nama unsur pertama dan kedua, dengan memberi awalan mono/di/tri/dst. sesuai jumlah atom dan diakhiri -ida. Sedangkan untuk senyawa ionik dibedakan untuk kation logam yang memiliki biloks banyak dan kation logam dengan biloks tetap. Untuk kation yang memiliki biloks banyak, harus disebutkan biloks logam tersebut setelah nama kation menggunakan angka romawi dalam tanda kurung. Sedangkan untuk kation logam yang biloksnya tetap tidak perlu menuliskan biloks logamnya. Kemudian tuliskan nama anionnya dan diberi akhiran -ida (untuk biner). 

Penamaan difosfor trioksida sudah sesuai (senyawa kovalen), namun nikel hidroksida salah, senyawa ini merupakan senyawa ionik. Seharusnya biloks nikel disebutkan karena nikel memiliki biloks lebih dari 1, dan tembaga(II) sulfat sudah benar. Penamaan natrium hipoklorit sudah benar (tidak perlu menuliskan biloks natrium karena biloksnya sudah pasti +1). Penamaan krom trioksida salah, karena krom merupakan logam yang memiliki niloks lebih dari 1, seharusnya biloks krom dituliskan dan awalan 'tri' hanya digunakan pada tata nama senyawa kovalen. Penamaan magnesium sulfida sudah benar.

jadi, jawaban yang benar adalah D.

Buka akses jawaban yang telah terverifikasi

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

5

Halosayamanusia

Pembahasan lengkap banget Ini yang aku cari! Mudah dimengerti Bantu banget Makasih ❤️

Siti Noor Sabila Adhelia

Pembahasan terpotong Makasih ❤️

Iklan

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!