Roboguru

Karya sastra terbesar yang dihimpun oleh Mpu Prapanca pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, yaitu ...

Pertanyaan

Karya sastra terbesar yang dihimpun oleh Mpu Prapanca pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, yaitu ...

  1. Sutasoma

  2. Negarakertagama

  3. Arjuna Wiwaha

  4. Arjuna Wijaya

  5. Ramayana

Pembahasan Soal:

Kerajaan Majapahit yang berdiri sejak abad ke-13 masehi hingga keruntuhannya di sekitar abad ke-16 masehi, merupakan kerajaan bercorak Hindu Buddha terbesar dalam periode Sejarah Hindu Buddha di Nusantara. Didirikan oleh Raden Wijaya dengan gelar Kertajasa Jayawardhana pada 1293, Majapahit mencapai puncak kejayaan ketika di bawah kekuasaan Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, yang memerintah sejak 1350-1389 masehi. 
Adapun beberapa kemajuan tersebut salah satunya dalam bidang kesusasteraan, seperti: (1) Kakawin Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanc. Isinya menjabarkan tentang daerah-daerah kekuasaan Majapahit dan kebesaran lain terkait dengan kekuasaan Raja Hayam Wuruk, tepat di mana ketika kakawin ini ditulis, (2) Kakawin Sutasoma, ditulis oleh Mpu Tantular sebagai Kitab Pelopor Toleransi, dan (3) Kitab Pararaton, berisi tentang sejarah Kerajaan Singasari dan Majapahit.

Jadi, opsi jawaban benar adalah B.     

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 13 Juli 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Mengapa banyak ditemukan situs peninggalan Kerajaan Majapahit di daerah Trowulan Mojokerto?

Pembahasan Soal:

Kerajaan Majapahit ialah kerajaan yang bercorak Hindu di Nusantara. Kerajaan ini berdiri sekitar abda ke-13 yaitu tepatnya pada tahun 1293 dan berakhir pada tahun 1527 M. Majapahit merupakan simbol kejayaan Nusantara pada masa klasik, karena kejaan ini berhasil menguasai wilayah yang sangat luas bahkan sampai ke luar negeri. Dengan kemegahan yangg dimiliki oleh Majaphit sudah tentu kerajaan ini meninggalkan situs penting yaitu Situs Trowulan. Adanya situ tersebut berkaitan dengan pusat kerajaan pada saat itu. Trowulan merupakan sebuah wilayah di Jawa Timur dan dekat posisinya dengan daerah Mojokerto sekarang. Pusat kekuasaan dari Kerajaan Majapahit sebenarnya mengalami beberapa pemindahan, dimulai dari dibangunnya kerajaan hingga pada masa kekuasaan Sri Jayangera yang berkuasa pada tahun 1309-1328. Ia memindahkan pusat kekuasaan ke daerah Trowulan. Beberapa sejarawan mengatakan bahwa daerah ini ialah sebuah pusat kota yang sangat ramai. Trowulan merupakan salah satu situs kuno yang berbentuk kota di Indonesia. Maka dari itu banyak peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan. 

Dengan demikian ditemukannya situs peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto ialah karena daerah tersebut dulunya menjadi pusat kerajaan pada masa keemasan Kerajaan Majapahit.

0

Roboguru

Perhatikan informasi berikut. 1) Pembangunan berbagai candi seperti Candi Panataran dan Candi Tikus. 2) Munculnya toleransi keagamaan antara penganut Hindu-Budha. 3) Munculnya nama dewa-dewa baru k...

Pembahasan Soal:

Jawaban: B. 1), 2), dan 3)

Pembahasan: Perkembangan budaya pada masa Kerajaan Majapahit ditandai dengan munculnya banyak peninggalan berupa candi seperti Candi Panataran dan Candi Tikus. Toleransi juga sangat berkembang dalam masyarakat di Kerajaan Majapahit karena berkembangnya agama Hindu, Buddha, maupun Islam. Selain itu, pada masa Kerajaan Majapahit juga berkembang karya sastra salah satunya yang terkenal adalah kitab Sutasoma.

0

Roboguru

Perhatikan informasi di bawah ini! 1) Serat Centhini  2) Arjunawiwaha  3) Sutasoma 4) Mahabharata 5) Negarakertagama  Berdasarkan pernyataan di atas, yang termasuk ke dalam karya sastra peninggalan ...

Pembahasan Soal:

Ketika Raja Hayam Wuruk berkuasa, bidang kebudayaan pun mengalami perkembangan. Karya sastra yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit adalah kitab Sutasoma dan Negarakertagama. Kitab Sutasoma merupakan kitab yang ditulis oleh Empu Tantular, sedangkan kitab Negarakertagama ditulis oleh Empu Prapanca. Kitab Negarakertagama menceritakan mengenai masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk.

Jadi, jawaban yang tepat adalah E

0

Roboguru

Berikut adalah yang bukan termasuk karya sastra peninggalan Kerajaan Majapahit, yaitu ....

Pembahasan Soal:

Sastra merupakan bagian dari sejarah, dan merupakan salah satu ciri dari historiografi tradisional pada masa Hindu-Budha. Jika kita kembali kepada pelajaran kelas sepuluh, maka ada beberapa hasil karya sastra yang menjadi bagian dalam kerajaan besar di nusantara seperti kerajaan Majapahit, Kediri, Kalingga, Mataram Hindu, dan Kerajaan Pajajaran. Berikut ini peninggalan sastra pada masa Kerajaan Majapahit, yaitu:

  1. Kitab Negarakertagama. Isinya menceritakan tentang bagaimana keadaan kota jajahan kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan perjalanan kekuasaannya di tanah jajahannya. Ini juga dituliskan bagaimana silsilah penguasa kerajaan Singasari dan Majapahit.
  2. Kitab Sutasoma. Kitab ini menceritakan tentang seorang anak raja yang menolong banyak orang, yang ditulis oleh Empu Tantular. Di dalam kitab ini berisi kata "Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrawa" yang menjadi semboyan negara kita, yang artinya terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.
  3. Kitab Arjunawija. Kitab ini ditulis oleh Empu Tantular. Isinya tentang seorang  raksasa yang berhasil dikalahkan oleh Arjuna Sasrabahu.
  4. Kitab Wretta Sancaya dan Lubdhaka, karya Empu Tanakung yang disusun pada zaman Kerajaan Majapahit.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.

1

Roboguru

Kitab Sutasoma dikarang oleh seorang pujangga Kerajaan Majapahit yang bernama …

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1350 M, putra mahkota Hayam Wuruk dinobatkan menjadi raja Majapahit dengan gelar Sri Rajasanagara. Dalam menjalankan pemerintahannya, ia didampingi oleh Gajah Mada yang menduduki jabatan patih Hamangkubhumi. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk inilah kerajaan Majapahit mengalami puncak kebesarannya. Untuk menjalankan politik Indonesianya, satu demi satu daerah-daerah yang belum bernaung di bawah panji kekuasaan Majapahit ditundukkan dan dipersatukan oleh Hayam Wuruk. Akan tetapi politik Indonesia itu berakhir sampai tahun 1357 M dengan terjadinya peristiwa Bubat, yaitu perang antara orang Sunda dan Majapahit. Dalam masa pemerintahannya, Hayam Wuruk sering mengadakan perjalanan keliling daerah-daerah kekuasaannya yang dilakukan secara berkala. Pada masa ini bidang kesusastraan juga dikenal sangat maju.

Kitab Nagarakretagama merupakan kitab sejarah tentang Singhasari dan Majapahit yang berhasil dihimpun dalam tahun 1365 oleh Mpu Prapanca. Sedangkan pujangga Mpu Tantular berhasil menggubah cerita Arjunawiwaha dan Sutasoma. Kitab Sutasoma sendiri bercerita mengenai Pangeran Sutasoma. Di dalamnya juga mengajarkan toleransi beragama, khususnya antara Hindu dan Buddha. Kakawin inilah yang menjadi sumber inspirasi dirumuskannya semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika. Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa ini merupakan salah satu potongan kalimat yang terdapat dalam kitab Sutasoma. Kalimat tersebut bermakna bahwa walaupun beraneka ragam, tetap dalam satu kesatuan, tidak ada agama yang mendua. Kitab Sutasoma ditulis menggunakan aksara Bali dalam bahasa Jawa Kuno, dengan bahan naskah terbuat dari daun lontar. 

Berdasarkan penjelasan di atas maka jawaban yang tepat adalah A

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved