Roboguru

Jelaskan tujuan penyederhanaan partai masa Orde Baru!

Pertanyaan

Jelaskan tujuan penyederhanaan partai masa Orde Baru! space

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1971, pemerintah Orde Baru melakukan penyederhanaan dan penggabungan atau fusi partai-partai politik menjadi tiga kekuatan besar. Penggabungan ini didasari oleh persamaan program. Tiga kekuatan politik itu adalah  sebagai berikut.

  • Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan gabungan dari Nadhlatul Ulama (NU), Parmusi, Perti, dan PSII.
  • Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang merupakan gabungan dari Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Katolik, Partai Murba, IPKI, dan Parkindo.
  • Golongan Karya (Golkar).

Tujuan dari penyederhanaan partai adalah untuk menciptakan stabilitas nasional. Berdasarkan pengalaman yang terjadi pada masa Demokrasi Liberal, keragaman politik dan ketidakseragaman persepsi memunculkan konflik yang tidak bisa terhindarkan. Konflik tersebut berdampak pada terganggunya program-program pemerintah dan stabilitas nasional.

Jadi, tujuan dari penyederhanaan partai pada masa Orde Baru adalah untuk menciptakan stabilitas nasional. space

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Jasmine

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Terakhir diupdate 06 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Dalam kehidupan politik, kebijakan pemerintahan Orde Baru terhadap pihak oposisi adalah....

Pembahasan Soal:

Pada Orde Baru, Soeharto sebagai presiden mengecam adanya oposisi. Kekeliruan pada masa tersebut, penguasa merasa memiliki hak untuk melakukan pembatasan politik. Seperti saat Soeharto menunjuk Ali Murtopo untuk menghilangkan oposisi, berbagai segala cara dilakukannya agar tidak ada kekuatan oposisi. Salah satu caranya dengan melemahkan kekuatan partai politik yang ada melalui fusi dalam kepartaian. Kebijakan fusi partai tersebut mendorong terjadinya dominasi kelompok tertentu dalam pemerintahan dan oposisi pun otomatis tidak memiliki kekuatan.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Dalam menjalankan tugasnya, Badan Konstituante gagal merumuskan undang-undang dasar baru. Jelaskan faktor yang menyebabkan kegagalan Badan Konstituante tersebut !

Pembahasan Soal:

0

Roboguru

Jelaskan apa yang dimasud dengan kebijakan fusi partai pada masa Pemerintahan Orde Baru?

Pembahasan Soal:

Fusi partai 1971 (Orde Baru) adalah gagasan penyederhanaan Parpol dengan melakukan pengelompokkan parpol. Hasilnya, parpol Islam seperti NU, Parmusi, PSII, dan Perti tergabung dalam kelompok Persatuan Pembangunan. Partai-partai nasionalis seperti Partai Katolik, Parkindo, PNI, dan IPKI tergabung dalam kelompok Demokrasi Pembangunan.

Dengan demikian fusi partai adalah penyederhanaan dan pengelompokan partai politik.

0

Roboguru

Untuk menjaga stabilitas politik pada awal Orde Baru, Presiden Soeharto menerapkan penggabungan partai politik. Tujuan penggabungan partai politik adalah...

Pembahasan Soal:

Fusi (penggabungan) partai merupakan kebijakan politik pemerintah Orde Baru yang dicanangkan pemerintah menjelang pemilu 1977. Kebijakan ini didasari anggapan bahwa banyaknya partai akan memicu persaingan antarparpol sekaligus P.ersaingan dalam tubuh internal parpol sehingga merigganggu stabilitas pemerintahan. Implementasi fusi partai ditunjukkan derigan membentuk dua partai baru, yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Partai Demokrasi Indonesa (PDI), sedangkan Golkar tetap menjadimilik golongan fungsional.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.

0

Roboguru

Pemerintah Orde Baru melakukan kebijakan penyederhanaan dan penggabungan partai politik dengan tujuan. . . .

Pembahasan Soal:

Penyederhanaan partai politik sebenarnya lebih ditujukan untuk menciptakan stabilitas nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berdasarkan pengalaman dari penerapan kabinet parlementer,diketahui bahwa pada kenyataannya, adanya keragaman politik dan ketidakseragaman persepsi     berakibat pada konflik berkepanjangan, serta berdampak pada terganggunya program-program pemerintah dan stabilitas nasional.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved