Iklan
Pertanyaan
Cermati kutipan novel sejarah berikut!
Alun-alun Singasari sungguh sangat luas, dibuat untuk berbagai kebutuhan. Paling sering alun-alun itu digunakan berlatih perang para prajurit yang melatih ketangkasan geladi gelar. Mulai dari gelar Diradameta sampai Supit Urang, dari Cakrabyuha hingga ke Glatik Neba. Latihan yang dipimpin oleh Lembu Anabrang itu adalah dalam rangka persiapan ngelar jajahan di Sumatra. Di sana ada Darmasraya yang harus ditunddukkan, juga bila mungkin memaksa Tumasek supaya tunduk dan bersedia menempatkan diri di bawah kekuasaan Singasari. Cara itu yang harus dilakukan untuk membendung kekuatan yang berasal dari seberang lautan. Sebagai pucuk pemimpin tertinggi, Panglima Lembu Anabrang bertanggung jawab terhadap kemampuan tempur pasukan itu di darat, yang terus diasah tanpa berkesudahan di Alun-alun Singasari, tetapi juga kemampuan tempur di laut yang dipusatkan di Ujung Galuh. Lembu Anabrang harus mondar-mandir dari Singasari ke tepian Surabaya itu atas nama tanggung jawabnya.
Dikutip dari: Langit Kresna Hariadi, Majapahit: Sandyakala Rajasawangsa, Yogyakarta, Bentang, 2018
Jelaskan keteladanan tokoh Lembu Anabrang dalam kutipan novel sejarah tersebut!
Iklan
N. Puspita
Master Teacher
26
5.0 (2 rating)
Ramadan Nurwahid
Makasih ❤️
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia