Iklan

Pertanyaan

Cermati kutipan novel sejarah berikut!
 

    Alun-alun Singasari sungguh sangat luas, dibuat untuk berbagai kebutuhan. Paling sering alun-alun itu digunakan berlatih perang para prajurit yang melatih ketangkasan geladi gelar. Mulai dari gelar Diradameta sampai Supit Urang, dari Cakrabyuha hingga ke Glatik Neba. Latihan yang dipimpin oleh Lembu Anabrang itu adalah dalam rangka persiapan ngelar jajahan di Sumatra. Di sana ada Darmasraya yang harus ditunddukkan, juga bila mungkin memaksa Tumasek supaya tunduk dan bersedia menempatkan diri di bawah kekuasaan Singasari. Cara itu yang harus dilakukan untuk membendung kekuatan yang berasal dari seberang lautan. Sebagai pucuk pemimpin tertinggi, Panglima Lembu Anabrang bertanggung jawab terhadap kemampuan tempur pasukan itu di darat, yang terus diasah tanpa berkesudahan di Alun-alun Singasari, tetapi juga kemampuan tempur di laut yang dipusatkan di Ujung Galuh. Lembu Anabrang harus mondar-mandir dari Singasari ke tepian Surabaya itu atas nama tanggung jawabnya.

Dikutip dari: Langit Kresna Hariadi, Majapahit: Sandyakala Rajasawangsa, Yogyakarta, Bentang, 2018

Jelaskan keteladanan tokoh Lembu Anabrang dalam kutipan novel sejarah tersebut!

Jelaskan keteladanan tokoh Lembu Anabrang dalam kutipan novel sejarah tersebut!space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

12

:

36

:

48

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

keteladanan tokoh Lembuh Anabrang dalam kutipan novel sejarah tersebut adalah bertanggung jawab.

keteladanan tokoh Lembuh Anabrang dalam kutipan novel sejarah tersebut adalah bertanggung jawab.  

Pembahasan

Pembahasan
lock

Penokohan dalam teks cerita sejarah memegang peranan penting untuk menarik perhatian pembaca. Ada tokoh yang berperan protagonis dengan berbagai keteladanan yang patut dicontoh dan ada juga tokoh antagonis yang menjadi lawan dari protagonis dengan watak yang biasanya tidak boleh menjadi teladan. Kutipan novel sejarah di atas menceritakan Lembu Anabrang yang memimpin latihan perang prajurit di Alun-Alun Singasari, Lembu Anabrang sangat bertanggung jawab pada kemampuan tempur para pasukan, bahkan ia harus mondar-mandir dari Singasari ke tepian Surabaya untuk dapat mengasah kemampuan para prajurit. Dengan demikian, keteladanan tokoh Lembuh Anabrang dalam kutipan novel sejarah tersebut adalah bertanggung jawab.

Penokohan dalam teks cerita sejarah memegang peranan penting untuk menarik perhatian pembaca. Ada tokoh yang berperan protagonis dengan berbagai keteladanan yang patut dicontoh dan ada juga tokoh antagonis yang menjadi lawan dari protagonis dengan watak yang biasanya tidak boleh menjadi teladan. Kutipan novel sejarah di atas menceritakan Lembu Anabrang yang memimpin latihan perang prajurit di Alun-Alun Singasari, Lembu Anabrang sangat bertanggung jawab pada kemampuan tempur para pasukan, bahkan ia harus mondar-mandir dari Singasari ke tepian Surabaya untuk dapat mengasah kemampuan para prajurit. Dengan demikian, keteladanan tokoh Lembuh Anabrang dalam kutipan novel sejarah tersebut adalah bertanggung jawab.  

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

26

Ramadan Nurwahid

Makasih ❤️

Iklan

Pertanyaan serupa

Perhatikan kutipan novel sejarahberikut! “Air sedang tinggi, Pak, kita butuh rakit untuk menyebrangi Kali Opak. Tapi Pak kulo ndak punya rakit,” ujar Panewu Kretek penuh hormat. “Kalau membuat ...

1

4.8

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia