Roboguru

Diketahui beberapa reaksi redoks berikut. Zn(s)+H2​SO4​(aq)→ZnSO4​(aq)+H2​(g) 3Cl2​(g)+6NaOH(aq)→5NaCl(aq)+NaClO3​(g)+3H2​O(l) 2I−(aq)+SO42−​(aq)→H2​S(g)+I2​(g) Tentukan zat yang bertindak sebagai oksidator, reduktor, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada tiap-tiap reaksi!

Pertanyaan

Diketahui beberapa reaksi redoks berikut.

  1. Zn open parentheses italic s close parentheses and H subscript 2 S O subscript 4 left parenthesis italic a italic q right parenthesis yields Zn S O subscript 4 left parenthesis italic a italic q right parenthesis plus H subscript 2 open parentheses italic g close parentheses
  2. 3 Cl subscript 2 open parentheses italic g close parentheses and 6 Na O H left parenthesis italic a italic q right parenthesis yields 5 Na Cl left parenthesis italic a italic q right parenthesis plus Na Cl O subscript 3 open parentheses italic g close parentheses and 3 H subscript 2 O open parentheses italic l close parentheses
  3. 2 I to the power of minus sign left parenthesis italic a italic q right parenthesis plus S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent left parenthesis italic a italic q right parenthesis yields H subscript 2 S open parentheses italic g close parentheses and I subscript 2 open parentheses italic g close parentheses

Tentukan zat yang bertindak sebagai oksidator, reduktor, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada tiap-tiap reaksi!

Pembahasan:

Dalam menentukan oksidator, reduktor, hasil oksidasi dan hasil reduksi pada sebuah reaksi, kita harus mengetahui bilangan oksidasi (biloks) pada setiap atom dan senyawa. Kuncinya adalah zat oksidator mengalami proses reduksi, sebaliknya zat reduktor mengalami proses oksidasi. Bilangan oksidasi masing-masing atom berbeda yang dikelompokkan menjadi beberapa kategori sebagai berikut.

  1. Unsur bebas seperti atom begin mathsize 14px style Na comma space N comma space Ca comma space Mg end style atau unsur berbentuk molekul seperti begin mathsize 14px style O subscript 2 end style dan begin mathsize 14px style N subscript 2 end style memiliki bilangan oksidasi 0
  2. Ion monoatom seperti begin mathsize 14px style Na to the power of plus sign comma space Mg to the power of 2 plus sign comma space Al to the power of 3 plus sign end style atau begin mathsize 14px style Fe to the power of 3 plus sign end style serta ion poliatom seperti begin mathsize 14px style P O subscript 4 to the power of 3 minus sign end exponent space end stylememiliki bilangan oksidasi sesuai muatan ionnya
  3. Unsur golongan IA, IIA, dan IIIA memiliki bilangan oksidasi sesuai golongannya. Contohnya unsur begin mathsize 14px style Be end style memiliki bilangan oksidasi 2 karena merupakan golongan IIA
  4. Unsur golongan transisi (golongan B) memiliki bilangan oksidasi lebih dari satu. Contohnya  unsur begin mathsize 14px style Sn end style memiliki bilangan oksidasi +3 dan +4
  5. Unsur oksigen begin mathsize 14px style open parentheses O close parentheses end style memiliki biloks -1 apabila berikatan dalam senyawa peroksida dan memiliki biloks -2 apabila berikatan dengan senyawa non peroksida
  6. Unsur hidrogen begin mathsize 14px style open parentheses H close parentheses end style memiliki biloks -1 apabila berikatan dengan logam dan memiliki biloks +1 apabila berikatan dengan non logam
  7. Unsur yang membentuk senyawa memiliki bilangan oksidasi 0. Contohnya undefined memiliki biloks 0

Selanjutnya kita akan menghitung bilangan oksidasi masing-masing senyawa. Perhatikan bahwa koefisien tidak digunakan dalam menentukan bilangan oksidasi.


a) Zn open parentheses italic s close parentheses and H subscript 2 S O subscript 4 left parenthesis italic a italic q right parenthesis yields Zn S O subscript 4 left parenthesis italic a italic q right parenthesis plus H subscript 2 open parentheses italic g close parentheses 

Atom Zn: Zn merupakan unsur bebas sehingga bilangan oksidasinya = 0, sedangkan pada begin mathsize 14px style Zn S O subscript 4 end style, buat reaksi ionisasinya:

Zn S O subscript 4 yields Zn to the power of 2 plus sign and S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent 

Bilangan oksidasi Zn pada Zn to the power of 2 plus sign = +2. Berarti atom Zn mengalami kenaikan bilangan oksidasi (oksidasi) dari 0 menjadi +2. Dengan demikian, Zn merupakan reduktor dan begin mathsize 14px style Zn S O subscript 4 end style merupakan hasil oksidasi.

Atom H: pada begin mathsize 14px style H subscript 2 S O subscript 4 end style memiliki bilangan oksidasi = +1 dan pada H subscript 2 (unsur bebas) memiliki bilangan oksidasi = 0. Berarti atom H mengalami penurunan bilangan oksidasi (reduksi) dari +1 menjadi 0. Dengan demikian, begin mathsize 14px style H subscript 2 S O subscript 4 end style merupakan oksidator dan H subscript 2 merupakan hasil reduksi.

Atom S: baik di ruas kanan dan kiri, berada pada keadaan sulfat sehingga bilangan oksidasi tidak mengalami perubahan. begin mathsize 14px style Zn S O subscript 4 end style terdapat ion undefined yang memiliki biloks -2 karena merupakan ion poliatom. Jadi, undefined memiliki biloks -2. begin mathsize 14px style H subscript 2 end style memiliki biloks 0.

Atom O: tidak mengalami perubahan bilangan oksidasi karena tidak ada senyawa peroksida, superoksida dan unsur bebas.


b) begin mathsize 14px style 3 Cl subscript 2 open parentheses italic g close parentheses and 6 Na O H left parenthesis italic a italic q right parenthesis yields 5 Na Cl left parenthesis italic a italic q right parenthesis plus Na Cl O subscript 3 open parentheses italic g close parentheses and 3 H subscript 2 O open parentheses italic l close parentheses end style 

Atom Na: merupakan golongan IA sehingga bilangan oksidasi dalam senyawanya sebesar +1. Atom Na tidak mengalami perubahan bilangan oksidasi.

Atom O: tidak mengalami perubahan bilangan oksidasi karena tidak ada senyawa peroksida, superoksida dan unsur bebas.

Atom H: tidak mengalami perubahan bilangan oksidasi karena tidak ada senyawa hidrida dan unsur bebas.

Atom Cl: pada Cl subscript 2 merupakan unsur bebas sehingga bilangan oksidasi = 0; pada NaCl, bilangan oksidasi = -1, dan pada Na Cl O subscript 3 merupakan senyawa oksihalogen, maka:

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell left parenthesis 1 cross times bo space Na right parenthesis plus left parenthesis 1 cross times bo space Cl right parenthesis plus left parenthesis 3 cross times bo space O right parenthesis end cell equals 0 row cell left parenthesis 1 cross times plus 1 right parenthesis plus bo space Cl plus left parenthesis 3 cross times minus sign 2 right parenthesis end cell equals 0 row cell plus 1 plus bo space Cl minus sign 6 end cell equals 0 row cell bo space Cl minus sign 5 end cell equals 0 row cell bo space Cl end cell equals cell plus 5 end cell end table 

Berarti, atom Cl mengalami kenaikan bilangan oksidasi (oksidasi) dari 0 menjadi +5, serta mengalami penurunan bilangan oksidasi (reduksi) dari 0 menjadi -1. Dengan demikian, Cl subscript 2 merupakan reduktor dan oksidator, serta NaCl merupakan hasil reduksi dan Na Cl O subscript 3 merupakan hasil oksidasi.


c) 2 I to the power of minus sign left parenthesis italic a italic q right parenthesis plus S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent left parenthesis italic a italic q right parenthesis yields H subscript 2 S open parentheses italic g close parentheses and I subscript 2 open parentheses italic g close parentheses  

Atom I; pada ion I to the power of minus sign, bilangan oksidasi I sama dengan muatannya, yaitu -1 dan pada I subscript 2 merupakan unsur bebas sehingga bilangan oksidasinya = 0. Berarti atom I mengalami kenaikan bilangan oksidasi (oksidasi) dari -1 menjadi 0. Dengan demikian, I to the power of minus sign merupakan reduktor dan I subscript 2 merupakan hasil oksidasi.

Atom O: tidak mengalami perubahan bilangan oksidasi karena tidak ada senyawa peroksida, superoksida dan unsur bebas.

Atom H: tidak mengalami perubahan bilangan oksidasi karena tidak ada senyawa hidrida dan unsur bebas.

Atom S: pada ion S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent, jumlah bilangan oksidasi = -2. Maka:

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell left parenthesis 1 cross times bo space S right parenthesis plus left parenthesis 4 cross times bo space O right parenthesis end cell equals cell negative sign 2 end cell row cell bo space Sl plus left parenthesis 4 cross times minus sign 2 right parenthesis end cell equals cell negative sign 2 end cell row cell bo space S minus sign 8 end cell equals cell negative sign 2 end cell row cell bo space S end cell equals cell negative sign 2 plus 8 end cell row cell bo space S end cell equals cell plus 6 end cell end table 

Adapun pada H subscript 2 S, maka:

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell left parenthesis 2 cross times bo space H right parenthesis plus left parenthesis 1 cross times bo space S right parenthesis end cell equals 0 row cell left parenthesis 2 cross times plus 1 right parenthesis plus bo space S end cell equals 0 row cell plus 2 plus bo space S end cell equals 0 row cell bo space S end cell equals cell negative sign 2 end cell end table 

Berarti atom S mengalami penurunan bilangan oksidasi (reduksi) dari +6 menjadi -2. Dengan demikian, S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent merupakan oksidator dan H subscript 2 S merupakan hasil reduksi.


Jadi:

a) oksidator = undefined, reduktor = undefined, hasil oksidasi = undefined, dan hasil reduksi = undefined

b) reduktor dan oksidator = Cl subscript 2, hasil oksidasi = Na Cl O subscript 3, dan hasil reduksi = NaCl

c) oksidator adalah S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent, reduktor = I to the power of minus sign, hasil oksidasi = I subscript 2, dan hasil reduksi = H subscript 2 S

Jawaban terverifikasi

Dijawab oleh:

S. Hidayati

Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia

Terakhir diupdate 26 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan serupa

Bahan utama pada baterai kering adalah logam zink, batu kawi (MnO2​), dan amonium klorida (NH4​Cl). Bahan itu mengalami reduksi atau oksidasi secara terpisah, tetapi reaksi gabungannya dapat ditulis s...

0

Roboguru

Tentukan oksidator beserta hasil oksidasinya dan reduktor beserta hasil reduksinya dari setiap reaksi berikut! Be(s)+2NaOH(aq)+2H2​O(g)→Na2​Be(OH)4​(aq)+H2​(g)

0

Roboguru

Tentukan reduktor dan oksidator, hasil oksidasi, dan hasil reduksi pada reaksi redoks berikut ini: 2KMnO4​+5H2​C2​O4​+3H2​SO4​→K2​SO4​+2MnSO4​+10CO2​+8H2​O

0

Roboguru

Jodohkan pernyataan-pernyataan berikut dengan pilihan jawaban yang paling tepat! H2​O2​+H2​S→H2​O+S

0

Roboguru

Tentukan zat-zat dari reaksi di bawah ini yang bertindak sebagai oksidator, reduktor, hasil oksidasi dan hasil reduksi. a. MnO2​+2HBr→MnBr2​+Br2​+H2​O

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved