Harga tetapan laju reaksi dapat ditentukan dengan beberapa langkah sebagai berikut:
Menentukan rumus laju reaksi awal
v = k [ A ] x [ B ] y
Menentukan orde reaksi A
Orde reaksi A dapat dihitung menggunakan data dari percobaan 3 dan 4 karena konsentrasi B tetap.
v 4 v 3 = k [ A ] 4 x [ B ] 4 y k [ A ] 3 x [ B ] 3 y t 4 1 t 3 1 = k [ A ] 4 x [ B ] 4 y k [ A ] 3 x [ B ] 3 y 1 4 1 = k ( 0 , 2 ) x ( 0 , 5 ) y k ( 0 , 2 ) x ( 0 , 5 ) y 4 1 = ( 2 1 ) x x = 2
Berdasarkan perhitungan di atas, orde reaksi A adalah 2.
Menentukan orde reaksi B
Orde reaksi B dapat dihitung menggunakan data dari percobaan 1 dan 2 karena konsentrasi A tetap.
v 2 v 1 = k [ A ] 2 x [ B ] 2 y k [ A ] 1 x [ B ] 1 y t 2 1 t 1 1 = k [ A ] 2 x [ B ] 2 y k [ A ] 1 x [ B ] 1 y 1 , 35 1 0 , 45 1 = k ( 0 , 6 ) x ( 0 , 3 ) y k ( 0 , 6 ) x ( 0 , 1 ) y 3 = ( 3 1 ) y y = − 1
Berdasarkan perhitungan di atas, orde reaksi B adalah -1
Menentukan nilai tetapan laju reaksi (k)
Orde reaksi yang telah diketahui, rumus laju reaksinya adalah v = k [ A ] 2 [ B ] − 1
Nilai k dapat dihitung menggunakan data dari salah satu percobaan, misalnya menggunakan percobaan 3 sehingga:
v = k [ A ] 2 [ B ] − 1 4 1 = k ( 0 , 2 ) 2 ( 0 , 5 ) − 1 4 1 = k × 0 , 04 × 0 , 5 1 4 1 = 0 , 08 k k = 0 , 08 4 1 k = 3 , 125
Jadi, harga tetapan laju reaksi adalah 3,125
Harga tetapan laju reaksi dapat ditentukan dengan beberapa langkah sebagai berikut:
Menentukan rumus laju reaksi awal
v=k[A]x[B]y
Menentukan orde reaksi A
Orde reaksi A dapat dihitung menggunakan data dari percobaan 3 dan 4 karena konsentrasi B tetap.